Profit Taking di Saham: Waktu, Strategi, hingga Kalkulator Ambil Untungnya

Kholida QothrunnadaKholida QothrunnadaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Profit Taking di Saham: Waktu, Strategi, hingga Kalkulator Ambil Untungnya

Ringkasan

  • Profit taking adalah tindakan menjual sebagian atau seluruh saham yang harganya sudah naik untuk merealisasikan keuntungan yang sebelumnya masih berupa keuntungan di atas kertas.
  • Istilah ini memiliki dua makna, yaitu keputusan pribadi investor untuk mengambil keuntungan dan fenomena pasar yang sering dibahas dalam berita.
  • Take profit adalah target atau instruksi jual untuk merealisasikan keuntungan, sedangkan stop loss adalah batas yang ditetapkan untuk membatasi kerugian.
  • Menjual saham secara bertahap dapat membantu mengamankan sebagian keuntungan, tetapi juga mengurangi potensi keuntungan jika harga terus naik.
  • Rencana tertulis serta perhitungan biaya transaksi dan kurs lebih penting daripada mencoba menebak harga tertinggi pasar.

Profit taking merujuk pada aksi menjual saham setelah harganya naik untuk merealisasikan keuntungan. Istilah ini kerap dipakai untuk investor dan trader yang ingin mengamankan hasil investasinya.

Biasanya, keputusan profit taking perlu mempertimbangkan beberapa hal.Meski begitu, profit taking perlu dilakukan dengan perhitungan yang matang. Untuk iu, artikel ini akan membahas lengkap seputar apa itu profit taking dalam investasi.

Arti Profit Taking dalam Saham

Profit taking adalah tindakan menjual saham setelah harganya naik di atas harga beli, baik sebagian maupun seluruhnya untuk merealisasikan keuntungan. Dalam bahasa Indonesia, profit taking artinya sama dengan "ambil untung".

Baca juga: Cara Beli Saham Luar Negeri di Indonesia bagi Pemula

Namun, istilah ini juga bisa dipakai dalam dua konteks yang sering tertukar:

  1. Keputusan pribadi investor → Memutuskan menjual karena target tercapai, porsi saham terlalu besar, atau butuh dana.

  2. Fenomena pasar → Di berita, "aksi profit taking" artinya situasi banyak investor menjual dalam waktu berdekatan setelah harga naik, sehingga harga saham atau indeks turun. Contoh kalimatnya: "IHSG ditutup melemah karena aksi profit taking setelah reli beberapa hari."

Profit saham artinya selisih positif antara harga jual dan harga beli (ditambah dividen jika ada), dikurangi biaya. Secara umum, bentuknya ada dua yaitu untung di atas kertas (floating profit), di mana harga sekarang lebih tinggi dari harga beli, tetapi saham belum dijual. Nilainya masih bisa berubah. Kedua, ada untung terealisasi yaitu untung yang sudah "terkunci" setelah saham dijual.

Sederhananya:

Baca juga: Apa Itu Neraca Perdagangan? Rumus dan Dampaknya

Profit taking → Menjual saham yang sudah untung.

Take profit → Target harga atau order jual otomatis di harga untung yang ditentukan.

Kenapa Harga Saham Bisa Turun Saat Ada Aksi Profit Taking?

Umumnya, harga saham bergerak oleh keseimbangan penawaran (yang ingin menjual) dan permintaan (yang ingin membeli). Setelah reli tajam atau setelah rilis laporan keuangan, banyak pemegang saham yang sudah untung memutuskan menjual dalam waktu berdekatan.

Hal tersebut membuat penawaran bertambah, sementara pembeli baru belum tentu cukup banyak sehingga harga terkoreksi.

Hal-hal penting yang perlu kamu pahami saat membaca berita, yaitu:

  • Koreksi akibat profit taking sering bersifat sementara, namun tidak selalu. Tidak ada yang bisa memastikan mana yang sementara.

  • Judul "terkoreksi akibat profit taking" merujuk ke penjelasan setelah kejadian, bukan sinyal beli atau sinyal jual.

  • Kondisi pasar yang bergejolak membuat pergerakan harga lebih besar. Pelajari konsepnya di apa itu volatilitas dan indeksnya.

Alasan Investor Melakukan Profit Taking

Alasan yang sehat lahir dari rencana, sedangkan alasan yang berisiko lahir dari emosi semata. Berikut adalah dua kategori di balik alasan melakukan profit taking secara umum:

Alasan yang Terencana

  • Target harga atau target imbal hasil sudah tercapai.

  • Tesis investasi berubah, contohnya ketika fundamental perusahaan memburuk.

  • Satu posisi tumbuh terlalu besar dari porsi yang direncanakan. Panduan US The Securities and Exchange Commission (SEC) memberi contoh: target 60% saham bisa bergeser menjadi 80% setelah saham naik, ini membuat portofolio lebih berisiko dari rencana awal. Ini disebut rebalancing.

  • Investor butuh dana untuk tujuan keuangan tertentu.

  • Ada peluang lain yang lebih sesuai dengan tujuan dan profil risikomu.

Alasan yang Perlu Diwaspadai

  • Takut untung hilang padahal tidak ada informasi baru.

  • Fomo karena ikut-ikutan berita atau media sosial.

  • Sekadar ingin "mengamankan rasa menang".

Apakah harus menjual semua saham saat profit taking? Tidak. Investor bisa menjual sebagian (scaling out) dan menahan sisanya. Jual sebagian mengunci sebagian untung, sedangkan menahan sisanya menjaga peluang kenaikan, dengan risiko harga berbalik.

Apakah aksi profit taking berarti harga akan terus turun? Tidak selalu. Koreksi akibat profit taking sering sementara, namun bisa juga berlanjut jika ada faktor lain. Tidak ada yang bisa memastikannya, jadi jangan jadikan berita itu sebagai satu-satunya dasar keputusan.

Kapan Waktu yang Tepat Melakukan Profit Taking?

Pada dasarnya, tidak ada waktu yang pasti tepat dalam melakukan profit taking. Mengapa? karena tidak ada yang bisa memastikan puncak harga.

Namun, investor bisa menentukan kondisi sebelum membeli. Biasanya, waktu yang masuk akal untuk profit taking yaitu saat:

  1. Target harga atau imbal hasil yang kamu tulis sudah tercapai.

  2. Alasan pribadi dalam membeli sudah tidak berlaku.

  3. Porsi satu saham melewati batas dalam portofolio.

  4. Jadwal rebalancing tiba.

  5. Kamu membutuhkan dana untuk tujuan tertentu.

Sebagian trader juga pakai sinyal teknikal seperti resistance atau indikator momentum. Namun, itu hanya salah satu pendekatan dan bukan aturan jual yang berlaku untuk semua orang.

Baca Juga: Ini 8 Waktu yang Tepat untuk Jual Saham, Catat Momennya!

Take profit saham berapa persen? Tidak ada angka yang baku. Persentase yang masuk akal bergantung pada tujuan, jangka waktu, volatilitas saham, dan seberapa besar rugi yang sanggup kamu terima.

Strategi Melakukan Profit Taking dalam Investasi Secara Terencana

Sebelum menjual saham, tentukan alasan menjual, target keuntungan, jumlah saham yang dilepas, serta biaya dan pajaknya. Setelah itu, pilih jenis order yang dipahami dan catat hasil transaksi untuk evaluasi.

Berikut adalah beberapa tips untuk melakukan profit taking dalam saham:

1. Buat Rencana Jual

Kamu perlu tahu alasan membeli saham, target keuntungan, batas kerugian, dan kondisi yang membuatmu perlu menjual. Dengan hal ini akan membuat keputusan jual tidak hanya didasarkan pada emosi atau perubahan harga sesaat.

2. Jual Saham secara Bertahap

Kamu bisa menjual sebagian saham untuk mengamankan keuntungan sambil mempertahankan sisanya jika harga masih naik. Misal, dari 20 saham yang dibeli seharga USD 50, kamu menjual 10 saham saat harga mencapai USD 65. Keuntungannya bisa direalisasikan sebesar USD 150 sebelum biaya dan pajak.

Harga saham berikutnya

Tahan 20 saham

Jual 10 saham di USD 65

USD 80

+USD 600

+USD 450

USD 50

USD 0

+USD 150

USD 40

-USD 200

+USD 50

Catatan: Simulasi hipotetis, termasuk keuntungan dan kerugian dari posisi yang tersisa, sebelum biaya dan pajak.

Jual bertahap akan membantu mengamankan sebagian keuntungan. Tapi, hal ini juga mengurangi potensi keuntungan jika harga terus naik.

3. Pakai Trailing Stop jika Tersedia

Trailing stop merupakan batas jual yang mengikuti kenaikan harga saham, namun tidak ikut turun saat harga berbalik. Contoh: jika harga saham USD 65 dan jarak trailing stop 10%, batasnya berada di USD 58,50. Jika harga naik menjadi USD 70, batas tersebut ikut naik menjadi USD 63.

Perlu diingat, harga jual aktual bisa berbeda dari batas tersebut saat pasar bergerak cepat atau harga dibuka dengan gap. Ketersediaan fitur ini juga bergantung pada aplikasi yang digunakan.

4. Lakukan Rebalancing Portofolio

Rebalancing adalah penyesuaian kembali porsi aset agar sesuai dengan target portofolio. Ini bisa dilakukan secara berkala, misalnya setiap enam atau 12 bulan, atau saat porsi suatu aset sudah terlalu besar.

Caranya bisa dengan menjual sebagian aset yang porsinya berlebih atau menambah aset yang porsinya kurang. Pertimbangkan biaya transaksi dan pajak sebelum mengambil keputusan.

5. Perhitungkan Kurs untuk Saham AS

Bagi investor Indonesia, keuntungan saham AS dalam dolar juga dipengaruhi perubahan kurs saat dikonversi ke rupiah.

Misalnya, kamu menginvestasikan USD 1.000 saat kurs Rp17.900 per dolar, sehingga nilai modalnya Rp17.900.000. Jika saham dijual seharga USD 1.200, hasilnya setara dengan Rp18.600.000 saat kurs Rp15.500 per dolar atau Rp19.800.000 saat kurs Rp16.500 per dolar.

Artinya, meskipun keuntungan dalam dolar sama-sama 20%, keuntungan dalam rupiah berbeda karena perubahan kurs. Dalam contoh ini, keuntungan masing-masing sekitar 3,91% dan 10,61%, sebelum biaya transaksi dan pajak.

Catatan: Angka tersebut hanya ilustrasi. Selain itu, saham pecahan (fractional shares) memungkinkan investor menjual sebagian kepemilikan tanpa harus melepas seluruh saham.

Coba hitung potensi keuntungan kamu pakai kalkulator profit taking. Ingat, hasil simulasi bersifat edukatif dan belum termasuk biaya transaksi maupun pajak.

Kalkulator Profit Taking: Jual Sebagian vs Tahan Semua

Kesalahan Umum dalam Profit Taking

Meski terlihat sederhana, profit taking juga membutuhkan perencanaan agar keputusan jual tidak merugikan.

Berikut beberapa kesalahan umum yang perlu dihindari investor saat mengambil keuntungan dari saham:

  • Menjual saham untung terlalu cepat (disposition effect)

  • Tidak punya rencana keluar, sehingga keputusan diambil saat emosi.

  • Menjual semua lalu membeli kembali di harga lebih tinggi.

  • Mengabaikan biaya, pajak, dan kurs sehingga untung bersih lebih kecil dari perkiraan.

  • Membiarkan satu saham mendominasi portofolio tanpa memeriksa porsinya.

  • Menganggap trailing stop atau stop loss menjamin harga jual.

Dalam studi Akepanidtaworn, dkk, (2023) di Journal of Finance menemukan bahwa manajer investasi profesional pun cenderung lebih cermat saat membeli daripada saat menjual. Keputusan jual mereka bahkan kalah dibanding menjual secara acak, karena keputusan itu kurang mendapat perhatian.

Kesimpulan

Profit taking mengacu ke alat disiplin dan manajemen risiko, bukan cara memastikan untung. Tuliskan rencana keluar sebelum membeli, pertimbangkan jual bertahap, pahami risiko order otomatis, dan hitung hasil bersih termasuk biaya, pajak, dan kurs.

Kalau kamu ingin menerapkan rencana ambil untung ini pada saham AS, buka akun Gotrade dan mulai dengan nominal yang sesuai kemampuanmu.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Kholida Qothrunnada
Ditulis oleh
Kholida Qothrunnada
Kholida Qothrunnada adalah editor sekaligus konten strategis dengan latar belakang pendidikan Ilmu Komunikasi, konsentrasi Multimedia Jurnalistik. Memiliki pengalaman 4+ tahun sebagai reporter ekonomi-bisnis di media nasional. Fokus topik dan minat: keuangan, fintech, saham, dan kripto.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku