Trader: Peran, Jenis, Cara Mulai, Risiko, dan Berapa Gajinya?

Ringkasan
- Trader adalah pekerjaan di mana individu atau institusi aktif membeli dan menjual instrumen keuangan untuk mengambil laba dari pergerakan harga jangka pendek hingga menengah.
- Trading di Indonesia legal, asalkan dilakukan melalui aplikasi atau broker yang berizin dan diawasi OJK.
- Penghasilan trader bervariasi dan tidak seperti gaji tetap karyawan. Besarnya bergantung pada modal, strategi, dan kondisi pasar yang tidak selalu menguntungkan.
Trader merupakan istilah yang sering kita dengar, bukan? Namun, tidak sedikit yang belum tahu persis apa itu trader.
Apalagi menyangkut hal-hal sensitif seperti apakah kegiatan ini legal, halal, atau justru sama saja dengan judi? Artikel ini akan membahas seputar trader, sebelum membahas cara menjadi trader dan pekerjaan yang seperti apa sebenarnya.
Apa Itu Trader?
Trader adalah individu/institusi yang secara aktif membeli dan menjual instrumen keuangan, seperti saham, kripto, atau forex dalam jangka waktu relatif singkat. Tujuan peran ini yaitu mengambil untung dari selisih harga jual dan beli.
Apakah trader adalah pekerjaan? Ya, bagi sebagian orang trader menjadi profesi, baik itu trading dengan modal sendiri secara mandiri atau untuk institusi keuangan (dibayar gaji dan bonus). Tapi di sisi lain, sebagian orang juga menganggap bahwa trading dilakukan sebagai aktivitas sampingan di luar pekerjaan utama.
Cara Kerja Trader
Umumnya, trader bekerja mengikuti siklus analisis, menentukan, hingga mengelola setiap kali akan mengambil posisi di pasar. Siklus tersebut berulang terus, dengan tingkat kecepatan yang berbeda tergantung gaya trading yang dipakai.
Ada yang beberapa kali sehari mengulanginya, ada pula yang hanya beberapa kali dalam sebulan.

Mengamati pasar → dengan memantau pergerakan harga, berita, serta sentimen yang bisa memengaruhi instrumen yang diperdagangkan.
Melakukan analisis → pakai analisis teknikal (seperti untuk membaca grafik dan pola harga) dan analisis fundamental (menilai kondisi ekonomi atau perusahaan). Trader juga bisa mengkombinasikan keduannya.
Menentukan keputusan masuk (entry) → membuka posisi beli atau jual berdasarkan hasil analisis.
Mengelola posisi yang berjalan → pantau dan cek apakah harga bergerak sesuai perkiraan dan menyiapkan batas kerugian (stop loss) kalau arah harga meleset.
Menutup posisi (exit) → Merealisasikan laba atau kerugian ketika target tercapai atau kondisi pasar berubah.
Jenis Trader
Secara umum, trader bisa dikategorikan dari dua sisi yakni berdasarkan jangka waktu transaksi dan instrumen yang diperdagangkannya. Berikut poin penjelasannya agar lebih ringkas:
1. Berdasarkan Instrumen yang Diperdagangkan
Jenis Trader | Instrumen | Penjelasan |
Trader Saham | Saham | Membeli dan menjual saham perusahaan yang tercatat di bursa efek. |
Forex Trader | Mata uang | Memperdagangkan pasangan mata uang untuk memanfaatkan perubahan nilai tukar. Contohnya: EUR/USD atau USD/IDR. |
Crypto Trader | Aset kripto | Memperdagangkan aset kripto, seperti Bitcoin (BTC) atau Ethereum (ETH) yang umumnya punya volatilitas harga tinggi. |
Trader Komoditas | Komoditas | Memperdagangkan aset seperti emas, minyak, dan komoditas pertanian lewat bursa berjangka. |
2. Berdasarkan Jangka Waktunya
Jenis Trader | Jangka Waktu | Penjelasan |
Scalper | Detik–menit | Membuka dan menutup beberapa posisi dalam waktu singkat. Tujuannya untuk mengejar keuntungan kecil secara berulang. |
Day Trader | Dalam satu hari | Menyelesaikan semua transaksi dalam satu hari dan tidak membawa posisi ke hari berikutnya. |
Swing Trader | Hari–minggu | Menahan posisi selama beberapa hari - minggu untuk memanfaatkan pergerakan tren jangka menengah. |
Position Trader | Minggu–bulan | Menahan posisi lebih lama dan memanfaatkan tren jangka panjang, berdasarkan analisis pergerakan harga. |
Pada dasarnya, baik forex trader, crypto trader, maupun trader saham semuanya punya kerangka kerja yang sama. Bedanya hanya pada karakteristik instrumen, tingkat volatilitas dan jam pasar.
Baca Juga: Kripto vs Saham: Mana yang Lebih Cocok untuk Investor Pemula?
Trader dan Investor, Apa Bedanya?
Perbedaan utama antara trader dengan investor yaitu bisa dilihat dari jangka waktu dan fokus analisisnya. Berikut penjelasannya.
Aspek | Trader | Investor |
Jangka waktu | Singkat hingga menengah (harian atau mingguan) | Panjang (tahunan). |
Fokus analisis | Sentimen dan pergerakan harga pasar. | Fundamental dan prospek bisnis jangka panjang. |
Tujuan utama | Memanfaatkan fluktuasi harga secepat mungkin. | Pertumbuhan nilai aset dalam jangka panjang. |
Apakah Trader Legal di Indonesia?
Trading di Indonesia legal, asalkan dilakukan melalui platform/aplikasi investasi atau broker yang berizin dan diawasi otoritas yang berwenang. Dalam konteks ini, berikut adalah lembaga yang berwenan untuk memastikan legalitasnya:
Saham: Diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), transaksi harus dilakukan melalui perusahaan sekuritas resmi anggota Bursa Efek Indonesia (BEI).
Forex dan komoditas berjangka: Diawasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan broker wajib terdaftar sebagai pialang berjangka resmi.
Kripto: Harus berizin OJK sesuai perkembangan regulasi, transaksi juga harus dilakukan melalui exchange yang terdaftar resmi.
Sejatinya, hal yang membuat trading berisiko secara hukum bukan aktivitasnya, melainkan platform ilegal yang tidak terdaftar. Hal ini yang sering merugikan masyarakat (khususnya yang awam) karena adanya skema bodong yang menyamar sebagai broker trading. Jadi, sebelum mendaftar di platform mana pun, pastikan cek status izinnya di situs resmi OJK.
Berapa Gaji Trader?
Pada dasarnya, untuk pertanyaan gaji trader itu tidak punya jawaban tunggal. Perlu dicatat, trading bukanlah pekerjaan dengan penghasilan pasti.
Tidak seperti gaji karyawan yang stabil setiap bulan, pasalnya hasil trading sangat bergantung pada kondisi pasar, strategi, pengelolaan risiko. Bukan hanya keuntungan, tetap ada kemungkinan mengalami kerugian.
Faktor yang Memengaruhi Gaji Trader
Berikut adalah beberapa faktor-faktor yang memengaruhi pendapatan seorang trader secara umum:
Trader Institusional: Bekerja untuk perusahaan sekuritas, bank, atau hedge fund, biasanya menerima kombinasi gaji tetap dan bonus berdasarkan kinerja transaksi yang dikelola.
Trader Mandiri (Ritel): Trading dengan modal sendiri, sehingga "penghasilannya" sepenuhnya bergantung pada hasil transaksi pribadi, bisa untung besar, bisa juga rugi, tidak ada jaminan pendapatan tetap seperti gaji karyawan.
Sebuah studi dalam working paper bertajuk Day Trading for a Living? oleh Chague, dkk, (2020) meneliti individu yang mulai day trading di pasar berjangka saham Brasil pada 2013 sampai 2015 dan bertahan lebih dari 300 hari, dan menemukan 97% di antaranya merugi, hanya 0,4% yang penghasilannya melebihi gaji teller bank, dan tidak ada bukti bahwa mereka belajar dari pengalaman day trading.
Dalam konteks ini, klaim "gaji trader A juta per bulan" yang bertebaran di internet biasanya tidak mencerminkan kondisi mayoritas trader ritel yang sesungguhnya. Mengapa? Karena penghasilan trader sangat bervariasi.
Uang Hasil Trading Apakah Halal?
Uang hasil trading apakah halal ini merupakan hal sensitif dan jawabannya tidak mutlak halal atau haram. Hal ini bergantung instrumen dan cara transaksinya.
Aturan Trading Saham
Dilansir laman Indonesia Stock Exchange (IDX), mengacu pada fatwa DSN-MUI No. 80/2011 tentang Penerapan Prinsip Syariah dalam Mekanisme Perdagangan Efek, trading saham bisa dinilai halal apabila:
Saham yang diperdagangkan termasuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan OJK.
Tidak ada unsur riba (seperti margin trading berbasis bunga)
Tidak ada short selling tanpa kepemilikan aset yang sebenarnya.
Transaksi dilakukan atas dasar pada analisis, bukan spekulasi murni tanpa dasar (maysir).
Aturan Trading Forex
Pada DSN-MUI No. 28/2002 tentang Jual Beli Mata Uang (Al-Sharf), transaksi forex dengan sistem spot (penyerahan tunai, maksimal 2 hari kerja) dinilai boleh. Sementara, transaksi forward, swap, dan option untuk tujuan spekulasi dinilai tidak sesuai prinsip syariah karena mengandung unsur ketidakpastian berlebihan (gharar) dan maysir.
Karena pertanyaan halal atau tidak termasuk topik keagamaan, maka pendapatan dan jawaban bisa memiliki nuansa pandangan berbeda antara ulama atau mazhab. Oleh karena itu, disarankan kamu juga berkonsultasi dengan lembaga fatwa terpercaya atau ulama yang kamu percayai untuk keputusan personal, khususnya untuk kasus-kasus spesifik di luar penjelasan umum ini.
Jadi, Trading Apakah Judi?
Trading dan judi punya perbedaan mendasar. Secara umum, trading yang dilakukan dengan analisis, strategi, dan manajemen risiko yang terukur bukan judi. Alasannya karena keputusannya didasarkan pada data dan probabilitas yang bisa dipelajari.
Sementara, kalau trading yang dilakukan tanpa analisis sama sekali dengan hanya menebak arah harga demi sensasi atau pembuktian diri memang bisa berubah menjadi perilaku menyerupai judi.
Dalam hal ini, meski secara hukum tetap tergolong instrumen keuangan yang sah. Pertanyaan ini yang wajar muncul karena sama-sama melibatkan ketidakpastian hasil.
Risiko Trader
Berikut adalah beberapa risiko yang bisa dialami ketika seseorang menjadi trader:
Jenis Risiko | |
Risiko Pasar | Harga aset bisa bergerak berlawanan dengan posisi akibat perubahan ekonomi, berita, atau sentimen. |
Risiko Likuiditas | Trader bisa kesulitan membeli atau menjual aset pada harga yang diharapkan, khususnya pada aset dengan volume rendah. |
Risiko Leverage | Leverage bisa memperbesar keuntungan sekaligus kerugian kalau posisi bergerak berlawanan. |
Risiko Psikologis | Emosi seperti panik, terlalu percaya diri, dan FOMO, panik, bisa mendorong keputusan trading yang tidak disiplin. |
Risiko Manajemen Modal | Posisi terlalu besar atau tidak menetapkan batas kerugian bisa menyebabkan kerugian signifikan. |
Risiko Sistem & Teknis | Gangguan koneksi internet, platform, atau eksekusi order memengaruhi transaksi. |
Risiko Regulasi dan Broker | Perubahan aturan atau memilih broker yang kurang terpercaya bisa memengaruhi aktivitas dan keamanan trading. |
Belajar Trader Pemula
Bagi yang ingin belajar trader untuk pemula bisa belajar secara bertahap, berikut tips menjadi trader dengan strategi seperti ini:
1. Pelajari dan Pahami Edukasi Dasar
Di sini, kamu perlu pahami istilah, mekanisme pasar, dan jenis instrumen sebelum menggunakan uang nyata. Pengetahuan dasar ini membantu kamu memahami risiko dan mengambil keputusan dengan lebih bijak.
2. Lakukan Demo
Jika tersedia, kamu bisa melakukan simulasi. Biasanya dengan menggunakan akun demo untuk berlatih melakukan transaksi (tanpa menggunakan uang beneran). Cara ini akan membantu memahami cara kerja aplikasi sekaligus menguji strategi sebelum trading secara nyata.
3. Tidak Mulai dengan Modal Besar
Gunakan dana yang tidak mengganggu kebutuhan sehari-hari. Pasalnya, trading punya risiko sehingga jangan menggunakan uang untuk kebutuhan pokok atau dana darurat.
4. Pilih Aplikasi Trading Aman dan Legal
Pastikan aplikasi punya izin dari regulator yang sesuai, seperti OJK. Cek kamu haru stahu informasi biaya yang jelas. Jangan pilih platform hanya cuma populer di media sosial, tanpa memeriksa legalitasnya.
5. Bangun Kebiasaan Mencatat dan Evaluasi
Sebagai trader, kamu perlu catat setiap transaksi. Mulai dari alasan masuk, hasil, dan kesalahan yang terjadi. Evaluasi catatan yang dilakukan secara rutin untuk mengetahui pola trading dan memperbaiki strategi ke depannya.
Praktikkan Belajar Trading Saham AS
Mengamati pergerakan harga dan mempraktikkan strategi trading bisa kamu lakukan secara lebih terukur. Saham dan ETF Amerika Serikat bisa jadi salah satu instrumen yang dipelajari.
Kamu bisa menjadi memulai menjadi trader lewat aplikasi saham luar negeri seperti Gotrade. Aplikasi ini memungkinkan investor Indonesia mengakses saham dan ETF AS. Ada juga fitur fractional shares untuk memulai eksplorasi dari nominal kecil.
Kesimpulan
Trader merupakan pihak baik itu individu/institusi yang mencari keuntungan dari pergerakan harga instrumen keuangan. Sebelum memutuskan terjun ke dunia trading, penting memahami bahwa aktivitas ini legal selama dilakukan lewat aplikasi yang berizin. Di mana, penghasilannya itu tidak pasti, bukan seperti gaji karyawan.
Dalam segi halal atau tidak, status halalnya bergantung pada instrumen dan cara transaksi sesuai fatwa yang berlaku. penghasilannya tidak pasti seperti gaji karyawan tetap. Belajar trading perlu dilakukan bertahap dengan edukasi dan manajemen risiko yang matang (bukan didorong ekspektasi cepat kaya). Buka akun Gotrade sekarang dan mulai investasi saham AS dari $1.
Catatan: Ini adalah artikel yang sifatnya edukasi umum, bukan nasihat keuangan atau fatwa keagamaan personal. Untuk keputusan finansial, disarankan untuk pertimbangkan konsultasi dengan penasihat keuangan resmi.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














