Profit and Loss (PNL): Rumus, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Profit and Loss (PNL): Rumus, Jenis, dan Cara Menghitungnya

Ringkasan

  • PnL mengukur keuntungan atau kerugian dari transaksi saham.
  • PnL terdiri dari realized dan unrealized PnL.
  • Perhitungkan biaya transaksi untuk mengetahui hasil bersih.
  • PnL membantu evaluasi trading, tetapi tidak menjamin keuntungan.

Pernahkah kamu melihat nilai dari saham kamu naik, namun bingung apakah hal itu sudah menguntungkan? Kondisi ini seringkali dialami oleh para investor pemula. Lantas, bagaimana cara mengetahui hasil transaksi dengan tepat?

Nyatanya melihat harga saja belum cukup, kamu juga butuh mengerti soal cara menghitung keuntungan serta kerugiannya dan juga pengaruh apa saja pada biaya transaksi. Yuk, kenali Pnl (Profit and Loss), agar kamu bisa lebih paham dalam mengambil keputusan saat berinvestasi.

Apa itu PnL Dalam Investasi dan Trading?

PnL merupakan singkatan dari profit and loss, yaitu laba dan rugi dalam suatu transaksi atau posisi investasi. Hasil positif jika nilai jual lebih tinggi dari nilai beli dan negatif kalau nilai jual lebih rendah. Sebagai contoh kamu beli saham Rp 1.000.000, lalu naik menjadi Rp 1.200.000 artinya kamu mendapatkan keuntungan Rp 200.000 sebelum biaya transaksi.

Baca juga: Obligasi Pemerintah: Jenis, Cara Kerja, dan Risikonya

Istilah PnL juga dipakai dalam lingkup akuntansi perusahaan. Dilansir dari Investopedia, laporan laba rugi mencakup pendapatan serta pengeluaran dari sebuah perusahaan selama periode tertentu. Tapi, pada artikel ini akan lebih membahas soal cara mengukur keuntungan dan kerugian dalam dunia investasi.

Mengapa PnL Penting Untuk Trader dan Investor?

PnL bisa membantu kamu untuk memahami hasil transaksi secara lebih detail. Dengan menghitungnya, kamu dapat memahami keuntungan serta kerugian juga bisa menganalisa dan evaluasi investasi yang kamu miliki.

Berikut beberapa kegunaan PnL yang bisa kamu ketahui:

Baca juga: 7 Contoh Investasi Jangka Pendek dan Cara Memilihnya
  • Menilai hasil transaksi: memahami apakah kamu dapat untung atau rugi.

  • Mengevaluasi strategi: menilai apakah keputusan investasi yang diambil, sudah sesuai rencana yang disusun.

  • Memahami risiko: memperkirakan dampak perubahan harga terhadap nilai investasi.

  • Membandingkan hasil: melihat keuntungan atau kerugian dalam besaran nominal dan persentase.

Walaupun PnL bukan satu-satunya tolak ukur bahwa investasi sukses, kamu tetap perlu memikirkan risiko, tujuan investasi serta memiliki strategi yang konsisten supaya keputusan investasi lebih tertata. tolok ukur keberhasilan investasi.

Jenis-Jenis PnL yang Perlu Kamu Ketahui

Pada dunia trading, PnL dibagi jadi dua jenis berdasarkan status transaksi, yaitu realized PnL dan unrealized PnL. Kedua jenis ini, bisa membantumu untuk mengerti apakah keuntungan dan kerugian sudah terealisasikan atau masih ikut harga pasar yang berubah-ubah.

perbedaan realize pnl dan unrealized pnl

Realized PnL

Realized PnL adalah keuntungan atau kerugian setelah posisi investasi dijual atau ditutup. Sebagai contoh, kamu beli sebuah saham senilai Rp 1.000.000 lalu menjualnya seharga Rp 1.200.000, lalu kamu mendapatkan keuntungan sebesar Rp 200.000 sebelum biaya transaksi. Hasil bersihnya, dapat lebih kecil setelah biaya diperhitungkan.

Unrealized PnL

Unrealized PnL mampu menunjukkan keuntungan atau kerugian, berdasarkan nilai pasar saat kamu masih memegang saham. Sebagai contoh, saham yang kamu beli Rp 1.000.000 naik menjadi Rp 1.200.000, sehingga keuntungannya Rp 200.000. Tapi, apabila nilainya turun jadi Rp 950.000 sebelum dijual, PnL akan jadi sebuah kerugian sebesar Rp 50.000.

Rumus PnL dan Cara Menghitungnya

Rumus PnL digunakan untuk menghitung keuntungan atau kerugian dari transaksi saham, baik dalam nominal rupiah maupun persentase.

Rumus dasar PnL=NilaiJual-NilaiBeli

Untuk posisi yang belum dijual, gunakan nilai pasar terkini:

Unrealized PnL=Nilai Pasar-Nilai Beli

Sementara itu, rumus persentase PnL adalah:

PnL (%) = (PnL ÷ Nilai Beli) × 100%

Contoh PnL positif (untung):

  • Nilai beli: Rp 1.000.000

  • Nilai jual: Rp 1.200.000

  • PnL: Rp 1.200.000 − Rp 1.000.000 = +Rp 200.000

  • Persentase PnL: +20%

Contoh PnL negatif (rugi):

  • Nilai beli: Rp 1.000.000

  • Nilai jual: Rp 900.000

  • PnL: Rp 900.000 − Rp 1.000.000 = −Rp 100.000

  • Persentase PnL: −10%

Perhitungan tersebut belum memperhitungkan biaya transaksi. Jadi, untuk mengetahui keuntungan atau kerugian bersih, kamu perlu mengurangi biaya yang relevan dari hasil PnL.

rumus dan contoh profit and loss

PnL Calculator

Baca Juga: Net Profit Margin: Rumus, Contoh, dan Cara Membacanya

Contoh PnL Saham Setelah Biaya Transaksi

Selain selisih harga beli dan jual, biaya transaksi juga memengaruhi keuntungan bersih yang kamu peroleh. Misalnya, kamu membeli saham senilai Rp 1.000.000 dan menjualnya seharga Rp 1.200.000, dengan total biaya ilustratif Rp 10.000.

PnL Bersih= PnL Sebelum Biaya - Total Biaya

Rp 200.000 - Rp 10.000 = Rp 190.000

Komponen

Simulasi

Nilai beli

Rp 1.000.000

Nilai jual

Rp 1.200.000

PnL sebelum biaya

+Rp 200.000

Total biaya ilustratif

Rp 10.000

PnL setelah biaya

+Rp 190.000

Persentase PnL bersih

+19%

Biaya tersebut hanya ilustrasi, bukan tarif resmi platform tertentu. Biaya aktual dapat berbeda sesuai ketentuan transaksi dan layanan yang digunakan.

Menurut materi edukasi keuangan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), investasi memiliki potensi keuntungan sekaligus risiko kerugian. Karena itu, perhitungkan biaya dan risiko saat mengevaluasi hasil investasi.

Faktor yang memengaruhi nilai PnL

Nilai PnL dipengaruhi oleh beberapa faktor yang perlu kamu perhatikan saat mengevaluasi transaksi. Dengan memahaminya, kamu bisa menilai hasil investasi secara lebih cermat dan mengantisipasi risiko kerugian.

  • Perubahan harga: Selisih harga beli dan jual menentukan untung atau rugi.

  • Jumlah saham: Memengaruhi besarnya PnL nominal.

  • Biaya transaksi: Mengurangi keuntungan bersih.

  • Pengelolaan risiko: Membantu membatasi potensi kerugian dan menjaga keputusan tetap terarah.

Baca Juga: Fear of Losing (FOL) dalam Trading: Ciri-ciri, Tanda, dan Cara Mengelolanya

Cara Mengevaluasi PnL agar Trading Lebih Terukur

Mengetahui PnL dari satu transaksi belum cukup untuk menilai keberhasilan strategi trading. Kamu perlu mengevaluasi beberapa transaksi, memahami alasan di balik keputusan, dan memastikan risiko yang diambil sesuai dengan rencana investasi.

Catat dan Evaluasi Hasil Setiap Transaksi

Catat hasil transaksi untuk mengetahui pola keuntungan dan kerugian. Kamu bisa mencatat tanggal transaksi, saham yang dibeli, nilai beli dan jual, PnL sebelum dan setelah biaya, serta alasan mengambil keputusan.

Dari catatan tersebut, kamu bisa menilai apakah strategi sudah sesuai rencana. Jangan hanya mengevaluasi transaksi yang untung, karena transaksi yang merugi juga bisa menjadi bahan pembelajaran untuk memperbaiki keputusan berikutnya.

Pahami Perilaku Saat Menghadapi Untung dan Rugi

Sebagian investor cenderung cepat menjual saham yang untung, tetapi menahan saham yang merugi karena berharap harganya kembali naik. Kecenderungan ini disebut disposition effect dan dapat memengaruhi keputusan trading.

Penelitian Qiao dan Xie (2024) dalam Journal of Forecasting membahas hubungan keuntungan atau kerugian yang belum direalisasikan, hasil yang sudah direalisasikan, dan preferensi risiko dalam kaitannya dengan perilaku investor serta premi risiko saham.

Penelitian Cheng, Lee, dan Lin (2024) dalam Pacific-Basin Finance Journal membahas hubungan profitabilitas, disposition effect, dan aktivitas trading berdasarkan data transaksi trader pasar berjangka Taiwan.

Karena itu, gunakan PnL untuk mengevaluasi hasil transaksi sekaligus menilai apakah keputusan trading kamu sudah sesuai dengan rencana dan pengelolaan risiko.

Hal yang Perlu Kamu Ingat tentang PnL

Setelah memahami pengertian, jenis, dan rumus PnL, kamu perlu mengingat beberapa hal penting sebelum menggunakannya untuk mengevaluasi investasi. Dengan begitu, kamu bisa memahami hasil transaksi secara lebih tepat dan tidak hanya berfokus pada keuntungan.

  • Fungsi PnL: Mengukur untung atau rugi transaksi.

  • Jenis PnL: Realized sudah direalisasikan, sedangkan unrealized masih bisa berubah.

  • Rumus PnL: Selisih nilai jual dan nilai beli.

  • Biaya transaksi: Memengaruhi keuntungan bersih.

  • Risiko investasi: PnL tidak menjamin keuntungan berikutnya.

Dengan memahami poin-poin tersebut, kamu bisa mengevaluasi hasil transaksi secara lebih cermat dan mempertimbangkan risiko sebelum mengambil keputusan investasi.

Mulai Pelajari Investasi Saham Bersama Gotrade

PnL membantu kamu mengevaluasi hasil transaksi saham sekaligus memahami risiko dan biaya yang terlibat. Melalui Gotrade, kamu bisa mempelajari investasi saham Amerika Serikat dan mulai berinvestasi sesuai tujuan serta kemampuan finansial kamu. Ingat, PnL tidak menjamin keuntungan, jadi pertimbangkan setiap keputusan dengan matang.

Referensi

Investopedia. (2026). Profit and Loss Statement: Meaning, Importance, Types, and Examples.

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Buku Saku Cerdas Mengelola Keuangan.

Qiao, & Xie. (2024). Time-Varying Risk Preference and Equity Risk Premium Forecasting: The

Role of the Disposition Effect. Journal of Forecasting, 43(7), 2659–2674.

Cheng, T. Y., Lee, C. I., & Lin, C. H. (2024). Dissecting the Links Among Profitability, the Disposition Effect, and Trading Activity. Pacific-Basin Finance Journal, 83, 102197.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku