Analis Wall Street Ubah Prediksi Saham Netflix di 2026

Analis Wall Street Ubah Prediksi Saham Netflix di 2026

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Sejumlah analis Wall Street terpantau mengubah prediksi saham Netflix, Inc. seiring langkah perusahaan melakukan akuisisi raksasa senilai 82,7 miliar dolar AS. Perubahan target harga ini terjadi di tengah kekhawatiran pasar terhadap beban utang baru yang diambil perusahaan untuk mendanai ekspansi tersebut.


Key Takeaways

  • Mayoritas analis memangkas target harga untuk menyesuaikan risiko utang akuisisi Warner Bros Discovery.

  • Konsensus tetap berada pada posisi "Moderate Buy" dengan rata-rata target harga 129,47 dolar AS.

  • Fokus investor beralih pada laporan keuangan 20 Januari untuk melihat ketahanan margin perusahaan.


Baca Juga: Cara Trump Jerat The Fed Lewat Jalur Hukum Pidana

Berdasarkan data TipRanks, konsensus analis saat ini memberikan peringkat "Moderate Buy" yang berasal dari 27 rekomendasi beli, 9 tahan, dan 2 jual. Laporan Finbold menyebutkan bahwa rata-rata target harga kini berada di level 129,47 dolar AS, turun dari estimasi sebelumnya di beberapa lembaga.

Goldman Sachs merupakan salah satu yang mengubah proyeksinya dengan memangkas target harga NFLX menjadi 112 dolar AS dari sebelumnya 130 dolar AS. Penyesuaian ini dilakukan untuk mengantisipasi risiko integrasi aset baru dan kejelasan skema pembiayaan utang.

Langkah serupa diambil oleh CFRA yang menurunkan peringkat Netflix menjadi "Hold" dengan target harga yang kini hanya dipatok pada level 100 dolar AS. Analis CFRA menyoroti keterbatasan pengalaman manajemen dalam menangani akuisisi berskala masif dengan beban utang tinggi.

Meskipun ada pemangkasan target, HSBC justru memulai cakupan dengan optimisme dan menetapkan target harga pada 107 dolar AS. Menurut laporan HSBC, koreksi harga saham sebesar 33 persen sejak pertengahan 2025 merupakan peluang karena valuasi perusahaan dianggap sudah sangat murah.

Pasar kini menantikan laporan keuangan kuartal keempat yang dijadwalkan rilis pada 20 Januari mendatang. Wall Street memproyeksikan pendapatan perusahaan akan mencapai 11,97 miliar dolar AS atau tumbuh sekitar 16,8 persen dibandingkan periode tahun lalu.

Kinerja operasional yang kuat, termasuk capaian jumlah anggota global yang diprediksi menembus 312 juta, menjadi faktor penyeimbang sentimen negatif pasar. Keberhasilan konten siaran langsung selama musim liburan diharapkan mampu membuktikan momentum pertumbuhan perusahaan tetap solid.

Baca Juga: Cara Kanada Lawan Tarif Trump Lewat Kerja Sama Dengan China

Saat ini, saham NFLX diperdagangkan di kisaran 89 dolar AS hingga 95 dolar AS per lembar setelah aksi pemecahan saham (stock split) 10-for-1. Investor kini bersiap menghadapi volatilitas baru bergantung pada kejelasan rencana akuisisi dan rilis data keuangan mendatang.

Referensi:


Disclaimer

PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade