Cara Trump Jerat The Fed Lewat Jalur Hukum Pidana

Rendy AndriyantoRendy Andriyanto
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Bagikan artikel

Cara Trump Jerat The Fed Lewat Jalur Hukum Pidana

Jakarta, Gotrade News - Presiden Donald Trump resmi menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk menyelidiki potensi tindak pidana di Federal Reserve. Langkah ini menandai eskalasi konflik yang bertujuan menggeser kontrol kebijakan suku bunga Amerika Serikat.


Key Takeaways:

  • Departemen Kehakiman mulai mengirimkan somasi terkait pembengkakan biaya renovasi gedung bank sentral.

Baca juga: Gotrade Daily: Tekanan Big Tech & Minyak Tembus $100
  • Trump menggunakan dasar inkompetensi berat sebagai alasan legal untuk memecat pejabat bank sentral.

  • Ketidakpastian hukum ini berpotensi mengganggu kredibilitas pengendalian inflasi di pasar global.



  • Baca Juga: Cara Kanada Lawan Tarif Trump Lewat Kerja Sama Dengan China

    Baca juga: AI Chip Race: AMD MI450 Tantang Dominasi Nvidia

    Proses hukum ini bermula dari pengiriman somasi terhadap pimpinan bank sentral terkait anggaran renovasi gedung. Menurut laporan dari AP News, investigasi difokuskan pada lonjakan biaya proyek yang mencapai 2,5 miliar dolar.

    Trump menggunakan strategi investigasi sebagai alat untuk menekan independensi kebijakan moneter secara sistematis. Langkah tersebut membuka peluang bagi presiden untuk memecat pejabat bank sentral dengan alasan pelanggaran tugas.

    Secara hukum, presiden hanya dapat memberhentikan ketua bank sentral jika terdapat bukti kesalahan yang nyata. Penyelidikan biaya konstruksi ini menjadi pintu masuk untuk memenuhi kriteria pemberhentian secara sah tersebut.

    Konflik terbuka ini memicu kekhawatiran besar terhadap kredibilitas Amerika Serikat dalam melawan laju inflasi. Investor kemungkinan akan merespons dengan menuntut imbal hasil lebih tinggi pada surat utang pemerintah.

    Sektor teknologi yang sensitif terhadap suku bunga seperti Apple Inc. dapat mengalami volatilitas tinggi. Hal tersebut terjadi karena biaya pinjaman perusahaan berisiko meningkat akibat ketidakpastian kebijakan moneter.

    Institusi perbankan besar seperti The Goldman Sachs Group, Inc. juga memantau ketat stabilitas institusi ini. Perubahan kepemimpinan yang dipaksakan secara politik dapat mengganggu mekanisme pasar keuangan secara menyeluruh.

    Saat ini Trump tengah menyiapkan nama calon pengganti Jerome Powell sebagai ketua bank sentral. Proses penunjukan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum masa jabatan Powell berakhir.

    Baca Juga: Strategi Meta Tunjuk Eks Penasihat Trump Jadi Presiden

    Pelaku pasar perlu memperhatikan setiap perkembangan dari Departemen Kehakiman terkait hasil pemeriksaan bukti. Keputusan hukum final akan menjadi penentu arah pergerakan pasar saham Amerika Serikat ke depan.

    Referensi:


    Disclaimer

    PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
    Rendy Andriyanto
    Ditulis oleh
    Rendy Andriyanto
    Welcome Rewards

    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade