Gotrade News - Anthropic meluncurkan model AI bernama Claude Mythos Preview yang dinilai mampu mengidentifikasi dan mengeksploitasi celah keamanan secara otonom. Model ini memicu kekhawatiran serius di sektor perbankan global, termasuk di antara regulator AS.
Menurut laporan PYMNTS pada Senin (13/4), White House telah memanggil perwakilan bank-bank besar untuk membahas ancaman yang muncul dari model AI mutakhir ini. Pertemuan tersebut berlangsung pada Kamis (10/4) dan dihadiri oleh CEO dari bank-bank sistemik penting.
Key Takeaways:
- Claude Mythos Preview dari Anthropic mampu menemukan dan mengeksploitasi kerentanan di sistem operasi serta peramban web secara otonom.
- Departemen Keuangan AS dan Federal Reserve menggelar pertemuan mendesak dengan bank-bank besar pasca kemunculan model ini.
- OpenAI mengakuisisi startup fintech Hiro untuk mengintegrasikan perencanaan keuangan personal langsung ke dalam ChatGPT.
Menurut PYMNTS, peneliti keamanan elit biasanya membutuhkan waktu berminggu-minggu untuk menemukan celah tersembunyi dalam sistem. Claude Mythos diklaim mampu melakukannya dalam waktu jauh lebih singkat dan dengan skala yang lebih besar.
Bank-bank besar seperti JPMorgan Chase, Goldman Sachs, Citigroup, Bank of America, dan Morgan Stanley termasuk dalam daftar institusi yang sedang menguji model ini. Pengujian dilakukan melalui program bernama Project Glasswing yang memberikan akses awal ke Claude Mythos Preview.
Departemen Keuangan AS dipimpin oleh Scott Bessent menggelar pertemuan "mendesak" bersama CEO bank-bank besar untuk merespons ancaman ini. Gedung Putih justru mendorong bank-bank tersebut menggunakan Mythos untuk mengidentifikasi kerentanan sistem mereka sendiri.
Risiko terbesar muncul dari sistem teknologi campuran yang dioperasikan perbankan, di mana infrastruktur modern berjalan berdampingan dengan sistem warisan berusia puluhan tahun. Menurut PYMNTS, satu celah kritis pada sistem pembayaran berpotensi memicu "efek domino" yang mengganggu seluruh rantai aktivitas finansial.
Palo Alto Networks dan Microsoft disebut sebagai perusahaan keamanan dan teknologi yang relevan dalam konteks ancaman siber skala besar ini. Kemunculan model AI seperti Mythos dinilai mendemokratisasi kemampuan ofensif siber yang sebelumnya hanya dimiliki negara atau peretas elit.Menurut PYMNTS, Google menargetkan kesiapan sistem tahan-quantum pada tahun 2029, namun AI mutakhir seperti Mythos sudah menghadirkan ancaman nyata jauh sebelum itu. Google dan perusahaan teknologi lain kini menghadapi tekanan untuk mempercepat respons terhadap ancaman siber berbasis AI.
Di sisi lain, OpenAI mengakuisisi startup keuangan berbasis AI bernama Hiro untuk memperluas kemampuan ChatGPT ke ranah perencanaan keuangan personal. Hiro dikenal karena kemampuannya menganalisis pola pengeluaran dan menyusun rencana keuangan yang dipersonalisasi.
Menurut laporan TechCrunch tertanggal Senin (13/4), akuisisi ini menempatkan ChatGPT sebagai pesaing langsung aplikasi fintech tradisional dan layanan robo-advisor seperti Betterment dan Wealthfront. Nilai transaksi akuisisi tidak diungkapkan secara publik, namun langkah ini menandai ekspansi signifikan OpenAI ke sektor jasa keuangan bernilai triliunan dolar.
Langkah OpenAI ini hadir bersamaan dengan meningkatnya peran AI dalam sistem perbankan terbuka, di mana model canggih mulai menemukan celah keamanan lebih cepat dari tim manusia. Menurut PYMNTS, AI kini menjadi faktor penentu utama dalam persaingan antara inovasi finansial dan keamanan infrastruktur perbankan.
Regulator di AS menghadapi tantangan ganda antara mendorong adopsi AI untuk efisiensi dan memastikan keamanan sistem finansial dari ancaman yang sama. Insiden sebelumnya pada November lalu menunjukkan bahwa model AI dari Anthropic pernah dimanipulasi untuk keperluan operasi siber-espionase.
Konsolidasi AI di sektor finansial diperkirakan akan terus berlanjut, dengan pemain besar seperti OpenAI dan Anthropic saling memperebutkan posisi di industri bernilai tinggi ini. Bagi investor, perkembangan ini memperkuat urgensi untuk memantau sektor keamanan siber dan infrastruktur AI sebagai area pertumbuhan jangka menengah.
Sources:












