Arus $300 Miliar: Kenapa Bond ETF Kini Jadi Incaran Utama
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Jakarta, Gotrade News - Tren investasi global sedang mengalami pergeseran signifikan menuju instrumen pendapatan tetap yang sebelumnya sering dianggap membosankan. Data terbaru menunjukkan arus dana masif ke ETF obligasi di tengah suku bunga The Fed yang stabil di level 4 persen.
Key Takeaways
Total arus masuk ke dana obligasi mencapai $300 miliar dalam sembilan bulan pertama 2025.
Imbal hasil obligasi kini jauh lebih menarik dibandingkan era suku bunga nol persen pada dekade 2010-an.
Sekitar dua pertiga ETF obligasi baru sejak 2019 dikelola secara aktif untuk mengoptimalkan potensi return.
Selama sembilan bulan pertama tahun 2025, investor telah memindahkan hampir $300 miliar ke dalam dana obligasi. Menurut laporan Morningstar, angka ini mencakup sekitar 30 persen dari total arus masuk ETF sepanjang tahun ini.
Daya tarik utama terletak pada imbal hasil yang kini jauh lebih kompetitif dibandingkan dekade lalu. Dengan suku bunga jangka pendek The Fed di kisaran 4 persen, instrumen ini menawarkan potensi pengembalian yang masuk akal secara historis.
Lonjakan minat ini juga mendorong manajer aset untuk menerbitkan lebih banyak produk yang dikelola secara aktif. Sekitar dua pertiga ETF obligasi baru yang diluncurkan antara Januari 2019 hingga Oktober 2025 menggunakan strategi manajemen aktif.
Untuk strategi inti yang minim risiko, investor umumnya memilih produk berbasis indeks seperti Vanguard Total Bond Market ETF. ETF jenis ini memberikan akses biaya rendah ke pasar obligasi tingkat investasi (investment-grade) yang stabil.
Namun, produk berbasis indeks sering kali didominasi oleh obligasi pemerintah (Treasury) yang memiliki imbal hasil lebih rendah. Oleh karena itu, manajer investasi aktif mulai menawarkan portofolio yang lebih luas mencakup obligasi korporasi atau high-yield.
Investor yang berani mengambil risiko lebih tinggi demi pendapatan (income) mulai melirik kategori ETF multisektor. Strategi ini memungkinkan manajer investasi menggunakan berbagai instrumen untuk mengontrol risiko sekaligus mengejar imbal hasil.
Sementara itu, ETF obligasi high-yield menawarkan potensi keuntungan terbesar namun memiliki korelasi yang cukup tinggi dengan pasar saham. Instrumen di kategori ini memerlukan kehati-hatian ekstra karena volatilitasnya yang lebih tinggi dibandingkan obligasi inti.
Pilihan instrumen yang tepat sangat bergantung pada toleransi risiko dan tujuan spesifik portofolio masing-masing investor. Namun, peran utama obligasi sebagai penyeimbang volatilitas saham tetap menjadi pertimbangan terpenting dalam menyusun strategi saat ini.