Wells Fargo Lepas dari Sanksi, Siap Agresif di 2026
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Jakarta, Gotrade News - Untuk pertama kalinya sejak 2018, Wells Fargo memasuki tahun baru tanpa beban sanksi berat dari regulator AS.
Perubahan status ini menandai kembalinya bank terbesar keempat di Amerika Serikat tersebut ke mode ekspansi agresif, sebuah sinyal pemulihan penting bagi investor sektor finansial.
Menurut laporan The Daily Upside, Federal Reserve mencabut batasan aset ketat senilai $1,95 triliun pada Juni lalu. Batasan ini sebelumnya diberlakukan akibat skandal akun palsu yang mengguncang reputasi bank tersebut beberapa tahun silam.
CEO Charles Scharf, yang memimpin sejak 2019, menghabiskan dana miliaran dolar setiap tahunnya untuk memperbaiki kepatuhan regulasi. Kini dengan aset yang telah menembus $2 triliun, Scharf mulai merekrut eksekutif senior dari kompetitor seperti JPMorgan Chase & Co. dan Morgan Stanley.
Salah satu ambisi terbesar manajemen saat ini adalah menempatkan Wells Fargo di jajaran lima besar bank investasi dunia. Hasilnya mulai terlihat nyata pada tahun 2025 dengan keterlibatan mereka dalam berbagai kesepakatan besar.
Data Dealogic mencatat bahwa bank ini menjadi penasihat untuk transaksi merger dan akuisisi senilai total $436 miliar. Beberapa kesepakatan raksasa yang melibatkan mereka termasuk tawaran Netflix, Inc. untuk membeli Warner Bros. Discovery serta akuisisi Norfolk Southern oleh Union Pacific Corporation.
Selain itu, Bloomberg melaporkan bahwa Wells Fargo berencana masuk ke pasar options clearing pada 2026. Langkah ini akan menempatkan mereka dalam persaingan langsung dengan pemain dominan seperti Bank of America Corporation dan The Goldman Sachs Group, Inc..
Performa Saham Melampaui Pasar
Optimisme pasar terhadap kebebasan operasional Wells Fargo tercermin jelas pada pergerakan harga sahamnya. Sepanjang tahun ini, saham Wells Fargo tercatat naik sekitar 34 persen.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kinerja ETF bank AS yang hanya tumbuh 22 persen. Kenaikan ini juga menempatkan momentum Wells Fargo hampir setara dengan pemimpin pasar saat ini, JPMorgan Chase.