AS Perketat Ekspor Chip AI Nvidia Jelang COMPUTEX 2026
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Departemen Perdagangan AS menerbitkan panduan baru pada Minggu 31 Mei 2026 untuk menutup celah ekspor chip AI Nvidia ke perusahaan China. Saham Nvidia (NVDA) tergelincir 1,45 persen setelah pengumuman tersebut menjelang ajang COMPUTEX 2026 di Taipei.
Aturan ini menyasar pengiriman chip canggih ke anak usaha perusahaan China yang beroperasi di Malaysia. Pasar memandang langkah ini sebagai sinyal pengetatan ekspor di tengah lonjakan permintaan semikonduktor AI global.
Key Takeaways
AS menutup celah ekspor chip AI Nvidia ke anak usaha China di Malaysia.
Jensen Huang membuka COMPUTEX 2026 dengan pidato kunci pada 1 Juni di Taipei.
AMD memulai produksi prosesor Venice EPYC dengan teknologi 2nm TSMC.
Menurut Investing.com, ratusan ribu chip diduga mengalir lewat celah ini antara Mei 2025 hingga Mei 2026. Biro Industri dan Keamanan (BIS) menegaskan akan menegakkan kendali ekspor secara ketat demi melindungi teknologi strategis AS.
Chris McGuire, mantan pejabat Departemen Luar Negeri AS, menyebut praktik ini sebagai masalah besar bagi rezim ekspor. Ia menambahkan bahwa perusahaan China kemungkinan membeli chip Nvidia (NVDA) dalam jumlah signifikan.
Sorotan COMPUTEX 2026
COMPUTEX 2026 berlangsung pada 2 hingga 5 Juni di Taipei dengan partisipasi raksasa teknologi global. Intel, Microsoft, Alphabet, Qualcomm, Samsung, Marvell, NXP, Infineon, dan Super Micro mengkonfirmasi kehadiran mereka.
Dilansir The Motley Fool, CEO Nvidia Jensen Huang akan menyampaikan pidato kunci pada Senin 1 Juni pukul 11 pagi waktu setempat. Pidato ini ditunggu pelaku pasar sebagai kompas arah inovasi AI selama setahun ke depan.
Catatan historis menunjukkan dampak signifikan ajang ini terhadap pergerakan saham. Saat COMPUTEX 2024 berlangsung, harga saham Nvidia melonjak 10,4 persen sementara indeks S&P 500 hanya naik 1,4 persen.
Harga saham Nvidia saat ini berada di level 212,11 dolar AS setelah koreksi tipis 1,0 persen. Investor menanti detail peta jalan produk baru yang berpotensi membuka siklus belanja modal pusat data berikutnya.
AMD Mempercepat Produksi Venice EPYC
Di sisi pesaing, Advanced Micro Devices (AMD) mempercepat produksi prosesor Venice EPYC generasi baru. Pengumuman pada 21 Mei lalu menandai tonggak penting bagi rantai pasok komputasi performa tinggi.
Melansir Insider Monkey, Venice EPYC menjadi produk komputasi performa tinggi pertama yang masuk produksi di teknologi 2nm TSMC. Produksi awal berjalan di fasilitas Taiwan Semiconductor (TSM) sebelum ekspansi Arizona berlanjut.
Saham AMD telah menguat 40 persen dalam sebulan terakhir dan melonjak 125 persen sejak awal tahun. Kenaikan ini mencerminkan optimisme pasar terhadap peta jalan produk Venice dan penerus Verano yang juga akan menggunakan proses 2nm.
Penerus Verano akan dilengkapi memori LPDDR yang ditujukan untuk efisiensi daya server AI generasi berikutnya. Pelaku pasar memandang strategi AMD ini sebagai tantangan langsung terhadap dominasi Nvidia di segmen akselerator AI.
Bagi investor saham AS, momentum semikonduktor tetap menjadi tema utama meski tekanan regulasi ekspor menguat. Kombinasi pidato Huang, ramp produksi Venice, dan kebijakan baru AS akan menentukan arah sektor chip pada paruh kedua 2026.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.