Gotrade News - Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan meskipun harga minyak dunia melonjak. Pemerintah juga menargetkan pengiriman pertama minyak mentah dari Rusia tiba di Indonesia pada April 2026.
Key Takeaways:
- Harga BBM bersubsidi tetap stabil, BBM nonsubsidi sedang dalam pembahasan penyesuaian
- Minyak mentah Rusia ditargetkan tiba di Indonesia bulan ini sebagai langkah diversifikasi
- Kebutuhan LPG nasional 10 juta ton per tahun, sementara produksi domestik hanya 1,6 juta ton
Bahlil menyatakan pengiriman minyak mentah Rusia hampir siap dilakukan. "Kalau untuk crude, mungkin bulan-bulan ini bisa dikirim ke Indonesia," ujar Bahlil dikutip dari Kumparan.
Langkah ini merupakan hasil negosiasi selama kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Rusia pada 13 April 2026. Bahlil menekankan pentingnya diversifikasi pasokan energi di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah.
Pasokan LPG Masih Bergantung Impor
Untuk impor LPG dari Rusia, proses masih dalam tahap finalisasi. Kebutuhan LPG Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai 10 juta ton, sementara produksi dalam negeri hanya 1,6 juta ton.
Selama ini, 70-75% impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat dan 20% dari Timur Tengah. Diversifikasi ke Rusia menjadi strategi untuk mengurangi ketergantungan pada satu sumber, menurut penjelasan Bahlil di SINDOnews.
Harga BBM Nonsubsidi Dalam Pembahasan
Terkait BBM nonsubsidi seperti Pertamax Series, Bahlil mengakui pembahasan penyesuaian harga hampir rampung. "Tinggal kita lihat kapan itu dilakukan penyesuaian," kata Bahlil.
Sejak awal April 2026, Pertamina dan operator SPBU swasta menahan harga meski Brent dan WTI berada di kisaran 90-100 dolar AS per barel. Penahanan harga BBM nonsubsidi mengikuti arahan langsung dari Presiden Prabowo, dengan Pertamina menanggung selisih harga untuk sementara waktu.
Sources:












