Binance Hentikan Penarikan usai Dugaan Peretasan $5,3 Miliar

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Binance Hentikan Penarikan usai Dugaan Peretasan $5,3 Miliar

Ringkasan

  • Binance menghentikan sementara penarikan dana setelah dugaan peretasan, dengan Glassnode memperkirakan sekitar $5,3 miliar terkuras dan Binance belum mengonfirmasi angka itu.
  • Binance menyatakan telah membekukan aset kripto senilai $3 miliar dan akan menanggung seluruh kerugian, sementara Tether dan Circle membekukan aset terkait.
  • BNB turun 7% dan bitcoin turun 3,2%, sementara saham Coinbase (COIN) turun 4,8% dalam perdagangan setelah jam bursa.

Gotrade News - Binance, bursa kripto terbesar di dunia, menghentikan sementara penarikan dana pada Kamis (29/10/2026) waktu AS setelah pengguna melaporkan dana terkuras dari dompet bursa tersebut. Menurut Investing.com, data on-chain Glassnode memperkirakan dana yang keluar dalam dugaan peretasan ini mencapai sekitar $5,3 miliar, sementara Chainalysis memperkirakan sekitar $5,9 miliar. Binance belum mengonfirmasi angka tersebut.

Dilansir Reuters, salah satu pendiri Binance, Yi He, menyatakan Binance akan menanggung seluruh kerugian akibat peretasan, tanpa memberikan rincian. Binance juga menyatakan dana pengguna tetap aman dan menghentikan sementara perdagangan di Binance Alpha sebagai langkah pencegahan.

Pendiri sekaligus mantan CEO Binance, Changpeng Zhao, menulis bahwa insiden ini "memang tampak seperti peretasan terhadap Binance," seperti dikutip Investing.com. Melansir TechCrunch, Zhao tidak lagi memimpin Binance tetapi masih menjadi pemegang saham terbesarnya, sementara juru bicara Binance, Ross O'Leary, menyebut penarikan di sejumlah jaringan ditangguhkan sebagai langkah pencegahan.

Baca juga: Resmed Rilis Laba Kuartal I Fiskal 2027, Pendapatan $1,4 Miliar

Glassnode: USDT $1,66 Miliar dan 17.985 BTC Terkuras

Menurut data Glassnode yang dikutip Investing.com, aset yang terkuras mencakup USDT senilai $1,66 miliar, 17.985 BTC atau sekitar $1,45 miliar, dan USDC senilai $767 juta, ditambah ether dan sejumlah altcoin kecil. Glassnode mencatat saldo BNB milik Binance tidak tersentuh.

Jika terkonfirmasi, insiden ini akan menjadi peretasan terbesar dalam sejarah kripto, menurut Investing.com. Sebagai pembanding, TechCrunch mencatat rekor sebelumnya dipegang Bybit, yang kehilangan $1,4 miliar pada 2025 dalam peretasan yang dikaitkan dengan peretas Korea Utara.

Binance Bekukan $3 Miliar, Tether dan Circle Ikut Bertindak

Reuters melaporkan Binance telah membekukan aset kripto senilai $3 miliar, dan jumlahnya bisa bertambah seiring kerja sama dengan penegak hukum, penerbit token, dan perusahaan analitik blockchain. Penerbit stablecoin Tether membekukan hampir $1,57 miliar aset terkait, Circle membekukan lebih dari $800 juta, dan menurut Yi He, Ripple membekukan sekitar $200 juta.

Baca juga: Illumina Rilis Laba Kuartal III 2026, Pendapatan $1,13 Miliar

Pihak di balik serangan belum diketahui. Menurut Reuters, CEO Arkham Miguel Morel mengatakan insiden dimulai sekitar pukul 16.30 EDT dan tampaknya masih berlangsung. Binance, seperti dikutip Investing.com, menyatakan timnya sedang melakukan pemeriksaan keamanan dan penarikan baru dibuka kembali setelah masalah keamanan sepenuhnya teratasi.

BNB Anjlok 7%, Saham Coinbase dan Strategy Melemah

Tekanan langsung terasa di pasar kripto. Menurut Investing.com, BNB turun 7%, lebih dalam dibanding penurunan bitcoin dan ether.

Aset

Harga

Perubahan

Bitcoin

$78.712,00

Turun 3,2%

Ether

$2.267,55

Turun 3,9%

BNB

$706,51

Turun 7%

Reuters mencatat bitcoin sempat menyentuh level terendah enam minggu di $77.646. Di bursa saham AS, saham Coinbase (COIN) turun 4,8% dalam perdagangan setelah jam bursa, sementara saham Strategy (MSTR), perusahaan pembeli bitcoin, turun hampir 6%. Coinbase menyatakan tidak terdampak dan terus memantau situasi, sedangkan Binance.US juga menyatakan tidak terdampak.

Artikel ini disusun dengan bantuan AI dan diperiksa oleh tim Gotrade sebelum terbit.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.

Investasi saham berisiko tinggi dan tidak sesuai untuk semua orang. Lakukan analisis pribadi sebelum memutuskan.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku