After Hours Trading: Pengertian, Cara Kerja, dan Risiko

Adelia VitaAdelia VitaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

After Hours Trading: Pengertian, Cara Kerja, dan Risiko

Kamu mungkin pernah melihat harga saham AS terus bergerak tajam meskipun sesi perdagangan reguler telah berakhir.

Pergerakan ini dapat terjadi dan disebut sebagai after-hours trading, yaitu perdagangan saham yang berlangsung setelah pasar utama Amerika Serikat telah ditutup.

Aktivitas ini biasanya meningkat setelah perusahaan merilis laporan keuangan, proyeksi bisnis, pengumuman akuisisi, atau informasi material lainnya.

Baca juga: Cara Analisis Teknikal Saham untuk Pemula: MA, RSI, dan MACD

Sehingga investor dapat langsung merespons berita tersebut tanpa harus menunggu pasar reguler kembali dibuka.

Artikel ini akan membahas tentang bagaimana cara after-hours trading bekerja serta risiko apa saja yang harus diperhatikan saat melakukan transaksi saham AS setelah pasar di tutup

Apa Itu After-Hours Trading?

After-hours trading adalah perdagangan saham AS yang berlangsung setelah sesi reguler berakhir.

Baca juga: Waspada Penipuan Mengatasnamakan Gotrade: Kenali Modusnya & Lindungi Dirimu

Sesi ini memungkinkan para investor untuk merespons laporan keuangan, proyeksi bisnis, akuisisi, atau informasi material lain tanpa harus menunggu pasar dibuka kembali.

After-hours merupakan bagian dari extended-hours trading yang merupakan aktivitas perdagangan di luar jam reguler.

Menurut FINRA, jam perdagangan ini mencakup 3 jenis market, yaitu:

  • Pre-market terjadi sebelum sesi reguler

  • After-hours berlangsung setelah sesi reguler

  • Overnight trading berlaku mulai malam hari waktu AS

Jam After-Hours Trading dalam WIB

Untuk WITA, tambahkan satu jam dari waktu WIB dan untuk WIT, tambahkan dua jam dari WIB.

Perlu diperhatikan bahwa waktu penutupan sesi reguler dan after-hours dalam WIB jatuh pada hari berikutnya. Namun, jam perdagangan yang tersedia bagi pengguna bisa lebih pendek.

Setiap broker dapat menetapkan jadwal, tempat eksekusi, jenis aset dan jenis order yang berbeda.

Perlu diketahui bahwa tidak semua broker menerima limit order ada juga yang tidak menyediakan perdagangan di luar jam reguler sama sekali.

Perbedaan Regular Market, Pre-Market, After-Hours, dan Overnight

Perdagangan saham AS terbagi menjadi beberapa sesi. Setiap sesi memiliki waktu, tingkat likuiditas, dan ketersediaan yang berbeda.

Perhatikan tabel berikut ini untuk info lebih lengkapnya:

Sesi

Periode

Keterangan

Regular market

09.30–16.00 ET

Sesi utama dengan aktivitas dan likuiditas tertinggi

Pre-market

04.00–09.30 ET

Berlangsung sebelum pasar reguler dibuka

After-hours

16.00–20.00 ET

Berlangsung setelah pasar reguler ditutup

Overnight

Umumnya setelah 20.00 ET

Hanya tersedia melalui broker dan tempat perdagangan tertentu

Nasdaq menjelaskan sistem perdagangan saat ini mulai beroperasi pukul 04.00–20.00 ET. Sedangkan sesi reguler tetap berlangsung pukul 09.30–16.00 ET yang berarti fitur “24/5 trading” pada sebuah aplikasi tidak berarti sesi reguler NYSE atau yang sedang Nasdaq buka selama 24 jam.

Perdagangan di luar jam utama dapat diproses melalui broker, electronic communication network (ECN) atau tempat perdagangan lain dengan aturan dan jenis order yang berbeda.

Selain itu perdagangan di luar jam reguler tidak menentu, terkadang kamu bisa memiliki likuiditas lebih rendah dan volatilitas yang lebih tinggi.

Bagaimana Cara Kerja After-HoursTrading?

Saat sesi reguler berakhir, order saham masih dapat diproses melalui venue perdagangan elektronik yang didukung oleh broker. Seperti electronic communication network (ECN) atau alternative trading system (ATS).

Tidak semua broker terhubung ke venue yang sama.

Karena itu, harga bid dan ask yang terlihat pada satu platform dapat berbeda dari harga yang tersedia di platform lainnya.

Perbedaan ini dapat berpengaruh terhadap kecepatan eksekusi dan peluang order kamu untuk terisi terutama jika likuiditas pasar sedang berada di titik yang rendah.

Mengapa Harga Saham Bisa Bergerak Setelah Pasar Tutup?

Harga saham tetap bisa bergerak setelah sesi reguler berakhir karena adanya investor yang langsung merespons informasi baru.

Berikut ini beberapa faktor yang dapat mempengaruhi pergerakan harga saham setelah pasar tutup:

1. Laporan Keuangan

Banyak perusahaan merilis laporan keuangannya setelah pasar tutup.

Investor biasanya mulai menilai pendapatan, earnings per share (EPS), margin, pertumbuhan pelanggan, belanja modal, dan proyeksi manajemen dari laporan tersebut.

Hasil laporan tersebut juga dibandingkan dengan ekspektasi pasar, sehingga walaupun kinerja terlihat baik tetap bisa memicu penurunan jika berada di bawah perkiraan.

2. Perubahan Proyeksi Bisnis

Perusahaan dapat menaikkan atau menurunkan guidance mengenai pendapatan, margin, permintaan atau belanja modal.

Informasi ini membantu investor menilai prospek bisnis untuk periode berikutnya dalam beberapa kasus, perubahan guidance dapat mempengaruhi harga jauh lebih besar dari pada hasil kuartal karena pasar lebih berfokus pada prospek ke depannya.

3. Merger, Akuisisi, dan Aksi Korporasi

Pengumuman merger, akuisisi, penjualan aset, buyback, penerbitan saham baru dan perubahan dividen dapat dirilis setelah pasar tutup.

Reaksi pasar biasanya bergantung pada dampak hal tersebut terhadap pertumbuhan, tingkat utang, penggunaan modal dan risiko bisnis perusahaan.

4. Perubahan Manajemen

Pengunduran diri CEO, penunjukan manajemen baru atau perubahan pada anggota dewan dapat mempengaruhi ekspektasi investor terhadap arah perusahaan kedepannya.

Pergantian yang sudah direncanakan biasanya lebih diterima oleh investor dibandingkan perubahan mendadak yang menimbulkan ketidakpastian pada masa depan perusahaan.

5. Keputusan Regulator, Proses Hukum, dan Kebijakan Moneter

Keputusan anti monopoli, investigasi regulator dan hasil perkara hukum dapat mempengaruhi pendapatan, biaya, reputasi, dan kegiatan operasional perusahaan. Selain itu keputusan kebijakan moneter Federal Reserve juga mampu untuk menggerakkan pasar.

Sebagai contoh, pernyataan FOMC pada 17 Juni 2026 dirilis pukul 14.00 EDT saat sesi reguler masih berlangsung.

Tetapi reaksi terhadap keputusan suku bunga, proyeksi ekonomi, dan komentar pejabat The Fed terus berlanjut hingga sesi after-hours.

Apakah Harga After-Hours Menjadi Harga Penutupan?

Tidak. Harga penutupan resmi saham ditentukan pada akhir sesi reguler, sekitar pukul 16.00 ET.

Transaksi yang terjadi dalam sesi after-hours tidak dapat mengubah harga penutupan resmi pada hari yang sama.

Harga pembukaan pada hari berikutnya juga ditentukan oleh penawaran dan permintaan menjelang pasar dibuka bukan mengikuti transaksi terakhir di sesi after-hours.

Contohnya adalah:

  • Harga penutupan resmi: US$100

  • Harga terakhir after-hours: US$108

  • Harga pembukaan keesokan hari: US$103

Perbedaan ini dapat terjadi karena lebih banyak investor membaca laporan perusahaan dan memasukkan order baru sebelum sesi reguler dimulai.

Jadi, kenaikan 8% pada sesi after-hours tidak menjamin saham akan dibuka 8% lebih tinggi pada hari berikutnya.

Risiko After-Hours Trading

After-hours trading memungkinkan investor merespons informasi terbaru setelah sesi reguler berakhir. Tetapi hal ini tetap memiliki risiko. Berikut ini adalah beberapa risikonya:

1. Likuiditas Lebih Rendah

Jumlah pembeli dan penjual pada sesi after-hours biasanya lebih sedikit dibandingkan sesi reguler.

Volume perdagangan yang lebih rendah juga membuat investor menjadi lebih sulit untuk membeli atau menjual dalam jumlah yang besar. Akibatnya order dapat tidak tereksekusi, hanya terisi sebagian dan mendapatkan harga yang kurang kompetitif.

2. Spread Lebih Lebar

Spread adalah selisih antara harga bid tertinggi dengan ask terendah.

Ketika spread melebar, kamu mungkin harus membeli lebih mahal atau menjual lebih murah dari harga terakhir yang terlihat.

Selisih ini menjadi biaya tidak langsung yang perlu diperhatikan sebelum melakukan transaksi After-hours trading.

3. Volatilitas Lebih Tinggi

Karena jumlah transaksi yang lebih sedikit. Satu order berukuran besar dapat menggerakkan harga lebih jauh. Reaksi awal terhadap laporan keuangan juga dapat berubah setelah investor membaca guidance dan menganalisis hasil perusahaan secara lebih lengkap.

4. Harga Dapat Berbeda Antar Venue

Tidak semua broker terhubung ke tempat perdagangan yang sama.

Karena itu, harga bid dan ask pada satu platform dapat berbeda dari harga yang tersedia pada platform lain.

Pada sesi di luar jam reguler, akses terhadap penawaran harga juga dapat lebih terbatas. Investor mungkin tidak selalu mendapatkan harga terbaik yang tersedia di seluruh pasar.

5. Order Dapat Tidak Tereksekusi

Limit order membantu membatasi harga transaksi, tetapi tidak menjamin order akan terisi. Jika pasar tidak mencapai harga limit, order akan terus terbuka atau dibatalkan.

Sebelum memasukkan order, periksa kembali apakah order hanya berlaku pada sesi tersebut, dibatalkan setelah sesi berakhir atau dapat diubah dan dibatalkan setelah order dimasukkan.

6. Pergerakan Harga Dapat Berbalik

Harga saham bisa terus naik setelah laporan keuangan dirilis, lalu kembali turun ketika manajemen menyampaikan proyeksi yang lebih lemah dalam earnings call. Arah pergerakan juga dapat berubah saat lebih banyak investor masuk kembali pada sesi reguler.

7. Risiko Gangguan Teknis

Perdagangan after-hours bergantung pada sistem elektronik dan proses pengiriman order dari broker ke venue perdagangan.

Gangguan sistem, masalah routing, atau keterlambatan data mampu membuat order terlambat untuk diproses.

Apakah After-Hours Trading Lebih Menguntungkan?

Belum tentu. After-hours trading memang memberikan akses lebih cepat untuk merespons laporan keuangan atau informasi baru setelah pasar tutup.

Tetapi, kecepatan masuk ke pasar tidak selalu membuat kamu memperoleh harga saham yang lebih baik karena likuiditas cenderung lebih rendah dan spread dapat jauh lebih lebar.

Harga saham juga bisa melonjak setelah judul laporan keuangan terlihat positif.

Lalu kembali turun setelah investor membaca guidance atau mendengarkan earnings call secara lengkap.

Karena itu, investor jangka panjang tidak harus langsung bertransaksi saat informasi pertama kali dirilis.

Menunggu sesi reguler dapat memberikan likuiditas yang lebih besar, spread lebih sempit, serta proses pembentukan harga yang lebih stabil.

Kamu juga memiliki waktu tambahan untuk membaca laporan, memahami penjelasan manajemen, dan menilai apakah reaksi awal pasar masih masuk akal.

Pertimbangkan untuk menghindari transaksi after-hours ketika:

  • Kamu baru membaca judul berita

  • Spread terlalu lebar

  • Volume transaksi sangat rendah

  • Harga bergerak terlalu cepat

  • Alasan pergerakannya belum jelas

  • Ukuran order terlalu besar dibandingkan volume

  • Kamu belum menentukan batas risiko

  • Keputusan didorong oleh FOMO

Order book bisa membantu kamu untuk melihat harga dan antrian transaksi yang tersedia pada saat itu. tetapi jangan menjadikannya sebagai satu-satunya acuan karena order selalu berubah, dikurangi, atau dibatalkan sewaktu-waktu sebelum transaksi benar-benar terjadi.

Pahami Risiko Sebelum Trading di Luar Jam Reguler

After-hours trading memungkinkan kamu merespons laporan keuangan dan informasi penting setelah sesi reguler berakhir.

Tetapi hal ini memiliki banyak risiko seperti likuiditas yang lebih rendah, spread yang lebih lebar, volatilitas tinggi, dan risiko order tidak sesuai dengan hasil transaksi yang diharapkan.

Karena itu kamu perlu untuk memeriksa kembali harga bid dan ask, volume, jenis order serta alasan pergerakan saham sebelum mengambil keputusan.

Harga yang bergerak tajam setelah pasar tutup juga belum tentu bisa bertahan hingga sesi reguler pada hari berikutnya.

Maka dari itu kamu bis menggunakan Gotrade untuk memantau pergerakan saham AS, membaca informasi perusahaan, dan mengambil keputusan berdasarkan strategi serta profil risikomu.

Pantau saham dan ETF AS melalui aplikasi Gotrade.

Disclaimer: Kinerja masa lalu tidak menjamin hasil pada masa depan. Materi ini bersifat edukatif dan bukan rekomendasi untuk membeli atau menjual aset tertentu.

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google
Adelia Vita
Ditulis oleh
Adelia Vita
Adelia adalah seorang penulis dengan pengalaman lebih dari satu tahun dalam membuat konten di bidang keuangan, akuntansi, bisnis, dan SaaS. Memiliki ketertarikan pada dunia keuangan dan bisnis, ia menggabungkan riset yang mendalam dengan praktik penulisan yang baik untuk menghasilkan konten yang akurat, informatif, dan mudah dipahami oleh pembaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut
Welcome Rewards

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade