Biotech Bergerak Variatif: MRNA, SMMT Naik, ALHC Anjlok
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Saham biotech bergerak variatif pada perdagangan awal Juni 2026 dengan kabar pendanaan vaksin, hasil uji klinis, dan downgrade analis. Moderna mendapatkan dana CEPI, Summit Therapeutics melonjak 10,43%, sementara Alignment Healthcare anjlok 13,19%.
Sentimen sektor terbelah antara kemenangan klinis dan tekanan valuasi dari analis Wall Street. Investor menilai tiap nama berdasarkan katalis spesifik, bukan tema biotech secara umum.
Poin Utama
Moderna menerima hingga USD 50 juta dari CEPI untuk pengembangan vaksin Ebola Bundibugyo.
Summit Therapeutics naik 10,43% setelah uji Fase 3 Ivonescimab positif, meski Bernstein tetap bearish.
Alignment Healthcare turun 13,19% setelah Barclays memangkas target harga ke USD 16.
Menurut Investing.com, CEPI menyalurkan USD 60 juta untuk mengembangkan vaksin Bundibugyo Ebola (BDBV). Moderna (MRNA) mendapat porsi terbesar hingga USD 50 juta dari skema pendanaan tersebut.
Sisanya mengalir ke University of Oxford bersama Serum Institute of India sebesar USD 8,6 juta, dan IAVI menerima USD 3,2 juta. Pendanaan ini menjadi katalis fundamental jangka pendek bagi pipeline vaksin mRNA Moderna pasca era COVID-19.
Konteks wabah cukup serius dengan 282 kasus terkonfirmasi dan sekitar 1.100 kasus suspek di Republik Demokratik Kongo. Tambahan 9 kasus terkonfirmasi tercatat di Uganda, dan belum ada vaksin BDBV yang disetujui hingga saat ini.
CEO Moderna Stephane Bancel menyatakan timnya bergerak secepat mungkin tanpa mengorbankan aspek keamanan. Kepala CEPI Richard Hatchett menyebut vaksin bisa siap untuk uji klinis dalam beberapa bulan ke depan.
Beralih ke kabar uji klinis, Summit Therapeutics (SMMT) menguat 10,43% ke USD 15,71 per saham. Lonjakan ini terjadi meski Bernstein mempertahankan rating underperform dengan target harga USD 7,70.
Melansir Insider Monkey, target Bernstein mengimplikasikan potensi penurunan 51% dari harga penutupan terbaru. Bernstein menyoroti ekspektasi tren overall survival yang tidak signifikan secara statistik pada uji Harmoni-6.
Namun pasar memilih merespons pengumuman hasil Fase 3 Ivonescimab yang dirilis akhir pekan oleh Summit dan mitranya Akeso Inc. Pasien yang menerima Ivonescimab plus kemoterapi hidup lebih lama dibanding pasien yang mendapat tislelizumab plus kemoterapi.
Pengurangan risiko kematian mencapai 34%, angka yang dinilai investor cukup material untuk menjustifikasi reli harga saham. Ketegangan antara hasil uji positif dan target analis bearish menjadi narasi utama di nama ini.
Tekanan Analis di ALHC dan Debat Valuasi Iovance
Sementara itu, Alignment Healthcare (ALHC) turun 13,19% ke USD 13,30 per saham dan memperpanjang penurunan tujuh hari beruntun. Dilansir Insider Monkey, Barclays menurunkan target harga ke USD 16 dari sebelumnya USD 19.
Barclays mempertahankan rating equal weight dengan alasan kinerja saham di Q1 sulit pulih dalam waktu dekat. ALHC sendiri merosot 32% sepanjang Mei dan turun 32,6% sejak awal tahun.
Perusahaan akan tampil di Goldman Sachs 47th Annual Global Healthcare Conference pada 9 Juni di Miami. Investor menanti pembaruan bisnis dan panduan ke depan untuk menilai potensi pemulihan saham.
Di sisi lain, Iovance Biotherapeutics (IOVA) menjadi perdebatan valuasi setelah turun hampir 80% dalam lima tahun terakhir. Menurut The Motley Fool, saham IOVA justru naik 50% sejak awal tahun dan lebih dari 125% dalam 12 bulan terakhir.
Pendapatan Q1 2026 tercatat USD 71 juta, meleset dari ekspektasi analis sebesar USD 75,6 juta. Manajemen memproyeksikan pertumbuhan penjualan tahunan 30-40% dengan kas USD 319 juta yang cukup untuk membiayai operasi hingga 2028.
Bagi investor yang membandingkan eksposur biotech mRNA, nama seperti BioNTech (BNTX) kerap menjadi pembanding alami untuk Moderna. Variasi pergerakan keempat nama biotech ini menegaskan bahwa sektor ini sangat sensitif terhadap katalis spesifik perusahaan.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.