Gotrade News - Nvidia dan Broadcom menjadi sorotan investor sebagai dua jalur berbeda untuk memiliki gelombang pembangunan AI saat ini. Keduanya melaporkan pertumbuhan pendapatan yang kuat, namun model bisnis serta valuasinya berbeda cukup jauh.
Nvidia memimpin lewat dominasi GPU, sementara Broadcom mengandalkan chip kustom dengan valuasi yang relatif lebih murah. Perbedaan mendasar ini membentuk dua pilihan strategi yang berbeda bagi para investor saham teknologi AS.
Key Takeaways
Pendapatan Nvidia naik 85% menjadi $81,6 miliar pada kuartal terakhir.
Pendapatan semikonduktor AI Broadcom melonjak 143% menjadi $10,8 miliar.
Wall Street menaikkan target harga Broadcom meski saham turun 12%.
Menurut The Motley Fool, pendapatan Nvidia (NVDA) naik 85% menjadi $81,6 miliar pada kuartal terakhir. Laju itu mempercepat dari pertumbuhan 73% dan 62% pada dua kuartal sebelumnya.
Segmen pusat data Nvidia tumbuh 92% menjadi $75,2 miliar pada kuartal yang berakhir 26 April 2026. Sahamnya kini diperdagangkan pada sekitar 25 kali perkiraan laba ke depan, sedikit di bawah Broadcom.
Dua Model Bisnis Berbeda
Pendapatan total Broadcom (AVGO) naik 48% menjadi $22,2 miliar pada kuartal fiskal keduanya tahun ini. Pendapatan semikonduktor AI-nya bahkan melonjak 143% menjadi $10,8 miliar dibanding periode di tahun sebelumnya.
Broadcom memandu pendapatan chip AI ke sekitar $16 miliar untuk kuartal berjalan ini. Perusahaan bahkan menargetkan pendapatan lebih dari $100 miliar untuk sepanjang tahun fiskal 2027 mendatang.
Nvidia merancang GPU serbaguna dan menghadapi ancaman chip kustom dari pelanggan besar seperti Alphabet dan Meta. Broadcom justru merancang akselerator AI kustom yang dipesan khusus oleh klien cloud raksasa yang sama.
Alphabet (GOOGL) termasuk pelanggan yang dilayani Broadcom, bersama Meta, OpenAI, dan Anthropic. Posisi strategis ini menempatkan Broadcom tepat di pusat belanja AI para hyperscaler besar saat ini.
Nvidia terus mempercepat laju pendapatannya dari 62% lalu 73% pada dua kuartal sebelumnya berturut-turut. Tren percepatan ini menunjukkan permintaan GPU pusat data yang masih sangat kuat hingga saat ini.
Konsensus analis memperkirakan pendapatan Broadcom $106 miliar pada 2026 dan $166 miliar pada 2027. Proyeksi untuk tahun 2028 bahkan mencapai $218 miliar menurut data konsensus analis tersebut.
Respons Wall Street
Dilansir The Motley Fool, Jefferies menaikkan target harga Broadcom dari $500 menjadi $550. KeyBanc menaikkan targetnya ke $575, sedangkan JPMorgan menaikkan targetnya lebih tinggi ke $580.
Sekitar 93% dari seluruh analis kini memberi rating beli atau beli kuat untuk saham Broadcom. Sahamnya ditutup di level $419,46 pada hari Kamis lalu, turun cukup tajam sebesar 12,47%.
Setelah koreksi tajam itu, Broadcom kini diperdagangkan di bawah 23 kali penjualan tahun depan. Rasio PEG di sekitar 0,55 membuat valuasinya tampak lebih murah bagi sebagian besar investor.
JPMorgan bahkan memperkirakan pendapatan Broadcom dapat menyentuh sekitar $300 miliar pada tahun 2028 mendatang. Estimasi yang sangat optimistis ini mencerminkan keyakinan atas terus berlanjutnya siklus belanja chip AI.
Secara keseluruhan, Nvidia tetap unggul pada pertumbuhan mentah dan pangsa pasar GPU yang masih dominan. Sebaliknya, Broadcom menawarkan model ASIC kustom dengan valuasi yang kini dinilai jauh lebih ringan.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.