Futures AS Melemah, Saham Chip Tertekan Jelang Data Kerja
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Futures saham AS melemah setelah aksi jual saham chip menghentikan laju reli kecerdasan buatan. Pelaku pasar kini menanti rilis data tenaga kerja AS yang dinilai krusial bagi arah kebijakan moneter.
Futures S&P 500 turun 0,3% ke level 7.574,75, sementara futures Nasdaq 100 melemah lebih dalam 0,7%. Pelemahan saham semikonduktor menjadi pemicu utama tekanan yang menyebar ke bursa global.
Key Takeaways
Futures S&P 500 turun 0,3% dan Nasdaq 100 melemah 0,7%.
Saham Broadcom anjlok 12,6% setelah proyeksi chip AI mengecewakan.
Data tenaga kerja AS Jumat menjadi penentu arah suku bunga The Fed.
Menurut Investing.com, futures Dow Jones juga sedikit melemah ke level 51.642,0. Tekanan terpusat pada sektor teknologi yang sebelumnya menjadi motor utama penguatan pasar saham AS.
Indeks Nasdaq 100 yang padat saham teknologi memimpin pelemahan dengan penurunan futures sebesar 0,7%. Reli berbasis kecerdasan buatan yang menopang bursa dalam beberapa pekan terakhir tampak mulai kehilangan momentum.
Aksi Jual Saham Chip
Saham Broadcom (AVGO) anjlok 12,6% setelah perusahaan mempertahankan proyeksi chip AI 2027 di angka 100 miliar dolar. Investor menilai panduan tersebut kurang ambisius dibanding ekspektasi pasar yang selama ini sudah sangat tinggi.
Indeks Philadelphia Semiconductor melemah 2,2% akibat tekanan jual yang meluas di seluruh sektor chip. Saham Micron (MU) ikut anjlok 7,74% sebagai salah satu penurun terdalam di sektor.
Saham AMD (AMD) juga melemah 3,56% seiring sentimen negatif yang menyelimuti seluruh sektor semikonduktor. Sebaliknya, saham Nvidia justru bergerak naik 2% dan sedikit menahan pelemahan indeks lebih dalam.
Pergerakan yang berlawanan ini menunjukkan investor mulai memilah saham AI secara lebih ketat dan selektif. Nama dengan valuasi tinggi kini menghadapi tuntutan kinerja yang jauh lebih besar dari investor.
Anjloknya Broadcom menjadi sinyal bahwa investor semakin selektif terhadap valuasi saham AI yang sudah mahal. Proyeksi yang sekadar bertahan tanpa kenaikan kini dianggap kurang memadai oleh pelaku pasar.
Dilansir Investing.com, indeks MSCI Asia-Pasifik di luar Jepang ikut turun 1,6%. Indeks Kospi Korea Selatan bahkan anjlok lebih dari 6% pada perdagangan kemarin yang bergejolak.
Indeks Nikkei Jepang turut melemah 1,3% di tengah tekanan yang menimpa saham teknologi global. Aksi jual dengan cepat menyebar ke seluruh pasar Asia setelah sentimen negatif dari bursa AS.
Fokus ke Data Tenaga Kerja
Data nonfarm payrolls bulan Mei dijadwalkan rilis pada Jumat waktu setempat dan menjadi sorotan pasar. Konsensus memperkirakan penambahan 85.000 pekerjaan dengan tingkat pengangguran diperkirakan berada di angka 4,3%.
Angka tenaga kerja yang melambat berpotensi memperkuat ekspektasi pasar atas pemangkasan suku bunga The Fed. Data ini menjadi salah satu masukan utama bagi keputusan kebijakan moneter The Fed dalam waktu dekat.
Pelaku pasar cenderung menahan diri menjelang rilis data demi mengukur arah kebijakan bank sentral AS. Volatilitas pasar berpotensi meningkat tajam jika angka pekerjaan menyimpang jauh dari perkiraan konsensus para ekonom.
Di pasar komoditas, harga minyak Brent berada di kisaran 95 dolar per barel pada perdagangan. Minyak mentah AS diperdagangkan pada 92,73 dolar, sementara nilai tukar yen melemah ke 159,96 per dolar.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.