Blokade Hormuz Nyata, Pasar Global Berguguran Senin Ini

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Blokade Hormuz Nyata, Pasar Global Berguguran Senin Ini

Share this article

Gotrade News - Blokade Selat Hormuz bukan lagi ancaman, melainkan kenyataan mulai Senin pagi, 13 April 2026. Kapal-kapal tanker besar dilaporkan langsung berbalik arah meninggalkan kawasan Hormuz setelah AS mengumumkan blokade efektif pukul 10.00 ET.

Pasar keuangan global langsung terguncang keras menyusul eksekusi blokade tersebut. Indeks saham Asia berguguran, harga minyak bertahan di atas 100 dolar AS per barel, dan investor bergegas mencari instrumen perlindungan portofolio mereka.


Key Takeaways:

  • Blokade Selat Hormuz resmi berlaku Senin 13 April 2026, kapal tanker berbalik arah dan pasar global berguguran seketika.
  • Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut 3 dampak besar ke ekonomi RI: tekanan rupiah, lonjakan inflasi impor, dan risiko pelebaran defisit transaksi berjalan.
  • Volatilitas ekstrem ini membuka dua arah peluang bagi investor melalui opsi saham, baik saat pasar turun maupun jika ada pemulihan mendadak.

Superkapal tanker yang sebelumnya dalam perjalanan menuju Selat Hormuz kini memilih rute alternatif memutar melalui Tanjung Harapan di Afrika. Rute pengganti ini menambah 10 hingga 14 hari perjalanan dan memompa biaya pengiriman minyak ke level tertinggi dalam dua tahun terakhir.

Konflik antara Trump dan CENTCOM soal cakupan blokade sempat menimbulkan kebingungan di pasar pada awal pagi. Namun Bloomberg Technoz melaporkan bahwa blokade resmi mencakup semua kapal masuk dan keluar dari pelabuhan Iran mulai Senin, tanpa pengecualian.

Pasar Global Berguguran, Rupiah Terancam

Saham berjangka AS merosot tajam setelah blokade dikonfirmasi, dengan Nasdaq 100 futures memimpin penurunan di sesi Asia. Bursa saham Tokyo, Seoul, dan Sydney ikut tertekan dalam rentang 1,5% hingga 2,8%, mencerminkan kepanikan investor global yang meluas.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dikutip Bloomberg Technoz menyebut tiga dampak besar ke ekonomi Indonesia dari eskalasi perang AS-Iran ini. Pertama, rupiah berpotensi melemah signifikan karena sentimen risk-off mendorong capital outflow dari pasar negara berkembang termasuk Indonesia.

Dampak kedua yang diidentifikasi BI adalah lonjakan inflasi impor akibat kenaikan harga minyak global yang menekan daya beli masyarakat. Ketiga, defisit transaksi berjalan Indonesia berpotensi melebar karena Indonesia masih bergantung pada impor minyak dan BBM untuk kebutuhan domestik.

Katadata melaporkan bahwa rupiah sudah menunjukkan tanda-tanda pelemahan menjelang pembukaan pasar hari ini, seiring perundingan yang buntu. Bank sentral Singapura pun sudah menyiapkan respons kebijakan terhadap gejolak di Timur Tengah ini, mengindikasikan bahwa dampak regional sangat nyata.

Saham Occidental Petroleum dan ConocoPhillips berpotensi diuntungkan oleh lonjakan harga minyak di atas 100 dolar AS ini. Namun ketidakpastian geopolitik juga meningkatkan risiko investasi secara menyeluruh, sehingga investor perlu berhati-hati membaca arah pergerakan selanjutnya.

Peluang Dua Arah Lewat Opsi Saham

ETF minyak AS USO menjadi salah satu instrumen yang paling aktif dipantau investor global di tengah lonjakan harga minyak ini. Volatilitas harga yang ekstrem seperti ini justru membuka peluang bagi investor yang paham cara memanfaatkan pergerakan dua arah pasar.

Di sinilah opsi saham menjadi relevan, karena instrumen ini memungkinkan investor meraih keuntungan baik saat pasar turun maupun saat terjadi pemulihan mendadak. Gotrade menawarkan lebih dari 600 opsi saham AS yang dapat diakses langsung, memberi fleksibilitas strategi di tengah kondisi pasar yang penuh gejolak seperti sekarang.

Memahami hubungan antara inflasi, suku bunga, dan saham menjadi krusial karena kenaikan harga minyak ini akan menekan angka inflasi AS bulan April. Federal Reserve kemudian menghadapi dilema antara menjaga stabilitas harga dan mendukung pertumbuhan ekonomi yang sudah melambat akibat ketegangan dagang.

Keyakinan konsumen AS yang sudah jatuh sebelum blokade resmi berlaku menunjukkan bahwa dampak psikologis konflik ini sudah lebih dahulu dirasakan pasar. Investor yang waspada dapat mempertimbangkan posisi defensif sambil tetap memantau apakah ada pembukaan jalur negosiasi baru dalam 24 jam ke depan.

Situasi ini masih sangat dinamis dan blokade baru memasuki jam-jam awal pelaksanaannya hari ini. Keputusan strategis dalam beberapa jam ke depan akan sangat menentukan apakah tekanan pasar ini berlanjut atau ada sinyal de-eskalasi yang mengubah arah sentimen global.


Sumber:

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade