Gotrade News - Alphabet sedang dalam tahap negosiasi dengan Departemen Pertahanan AS untuk memungkinkan penggunaan model AI Gemini dalam operasi militer rahasia. Menurut laporan The Information yang dikutip Reuters, kesepakatan ini akan mengizinkan Pentagon menggunakan Gemini untuk "semua penggunaan yang sah secara hukum."
Key Takeaways:
- Google bernegosiasi dengan Pentagon untuk penggunaan Gemini AI di operasi rahasia
- Google mengusulkan klausul perlindungan terhadap pengawasan massal dan senjata otonom
- Presiden Trump mengarahkan Pentagon untuk rebranding menjadi Department of War
Selama diskusi, Google mengadvokasi ketentuan kontrak yang menangani dua kekhawatiran spesifik. Pertama, mencegah AI digunakan untuk operasi pengawasan massal domestik. Kedua, membatasi penyebaran senjata otonom tanpa pengawasan manusia yang bermakna.
Langkah ini akan memperkuat posisi Alphabet dalam procurement teknologi pemerintah yang semakin kompetitif. Departemen Pertahanan secara aktif mengejar integrasi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional dan mengurangi biaya administratif.
Kontrak militer AI menjadi arena persaingan sengit di antara raksasa teknologi. Microsoft dan Amazon telah lebih dahulu mengamankan kontrak cloud pemerintah bernilai miliaran dolar.
Presiden Trump mengarahkan Pentagon untuk melakukan rebranding menjadi Department of War, meski perubahan ini memerlukan persetujuan Kongres. Konteks politik ini menunjukkan arah kebijakan pertahanan yang lebih agresif.
Baik Alphabet maupun Pentagon belum memberikan komentar resmi terkait negosiasi ini. Namun laporan dari dua sumber berbeda mengkonfirmasi bahwa diskusi telah berlangsung dan memasuki tahap substantif.
Bagi investor, kontrak AI militer rahasia berpotensi menjadi sumber pendapatan signifikan bagi Alphabet. Segmen Google Cloud sudah menunjukkan pertumbuhan kuat dan kontrak Pentagon akan menambah diversifikasi pendapatan.
Sources:
- Investing.com, Google-Pentagon Classified AI Deal, 2026
- Investing.com, Google in Talks with Pentagon, 2026












