Broadcom Cari Dana US$50 Miliar, Belanja AI Makin Jumbo

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Broadcom Cari Dana US$50 Miliar, Belanja AI Makin Jumbo

Ringkasan

  • Broadcom (AVGO) dilaporkan mengumpulkan pendanaan lebih dari US$50 miliar untuk chip AI khusus OpenAI, menurut laporan WSJ.
  • Meta membangun pusat data AI sendiri dan memproyeksikan capex 2026 sebesar US$125 miliar hingga US$145 miliar.
  • Applied Digital meneken sewa 15 tahun senilai US$5,2 miliar, menandakan permintaan kapasitas pusat data AI masih kuat.

Gotrade News - Belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan setelah Broadcom (AVGO) dilaporkan tengah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$50 miliar untuk chip AI khusus yang dikembangkan bersama OpenAI. Melansir investingLive yang mengutip The Wall Street Journal, Apollo dan Blackstone termasuk pemberi pinjaman yang didekati Broadcom, dan kesepakatan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.

Laporan yang sama menyebut Oracle dan SpaceX juga mengejar pembiayaan jumbo untuk membeli chip, dengan SpaceX mencari sekitar US$40 miliar untuk chip Nvidia (NVDA). Gelombang pendanaan ini menunjukkan biaya pembangunan pusat data AI kini mulai melampaui kapasitas pasar utang tradisional.

Pembiayaan US$50 Miliar Chip Broadcom-OpenAI

Menurut investingLive, program chip OpenAI bernama Nexus, dengan generasi pertama Jalapeño dan generasi kedua Serrano. Kemitraan Broadcom dan OpenAI menargetkan penerapan kapasitas 10 gigawatt mulai paruh kedua 2026 hingga akhir 2029.

Baca juga: Gotrade Daily: Saham AI Tertekan, Malam Ini Delta Lapor

Struktur pembiayaannya disebut memakai entitas terpisah yang menyewakan chip kepada pembeli, sehingga tidak langsung menambah utang di neraca peminjam. Skema ini membantu perusahaan menanggung belanja modal yang sangat besar tanpa membebani balance sheet secara langsung.

Meta Bangun Pusat Data AI Sendiri

Di sisi lain, Meta Platforms (META) memperkuat strategi membangun pusat data sendiri. Dilansir TechBuzz, Meta membangun fasilitas yang dirancang khusus untuk beban kerja AI alih-alih menyewa kapasitas pihak luar, sehingga memegang kendali penuh atas jalur pengembangan AI-nya. Artikel tersebut juga mencatat permintaan chip Nvidia yang begitu tinggi hingga pasokannya sulit mengejar.

Skala belanjanya besar. Menurut CXO Digital Pulse, pada akhir April 2026 Meta menaikkan proyeksi belanja modal (capex) 2026 menjadi US$125 miliar hingga US$145 miliar, terutama untuk pusat data, chip berkinerja tinggi, dan infrastruktur komputasi. Saham Meta saat itu justru melemah meski kinerja keuangannya melampaui ekspektasi.

Baca juga: IPO TRexBio & Retension Dihargai, Bursa Jepang Masih Sepi

Applied Digital Kunci Sewa US$5,2 Miliar

Permintaan kapasitas juga mengalir ke penyedia pusat data. Melansir The Energy Mag, Applied Digital menandatangani sewa 15 tahun senilai sekitar US$5,2 miliar untuk 210 megawatt beban TI di kampus Delta Forge 2 dengan penyewa hyperscaler AS berperingkat investment grade yang tidak disebutkan namanya.

Indikator Applied Digital

Angka

Nilai sewa Delta Forge 2

US$5,2 miliar (15 tahun)

Total kontrak sewa dasar

Sekitar US$36 miliar

Total jika opsi perpanjangan dipakai

US$86 miliar

Beban TI di lima kampus

1,4 gigawatt

Mulai beroperasi

Kuartal I 2028

Menurut perusahaan, sekitar 70% pendapatan kontraknya didukung hyperscaler AS berperingkat investment grade. CEO Applied Digital Wes Cummins menyebut permintaan yang terus berlanjut dari hyperscaler di lima kampus sebagai validasi kuat atas model bisnisnya.

Arti Gelombang Capex AI bagi Saham Teknologi

Bagi pasar saham AS, rangkaian kabar ini menegaskan bahwa belanja infrastruktur AI masih berjalan dalam skala ratusan miliar dolar, dari pembelian chip hingga sewa pusat data jangka panjang. Namun, ketergantungan yang makin besar pada pembiayaan utang dan struktur sewa juga menambah lapisan risiko, sehingga investor perlu mencermati volatilitas saham sektor teknologi ke depan.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku