Broadcom Cari Dana US$50 Miliar, Belanja AI Makin Jumbo

Ringkasan
- Broadcom (AVGO) dilaporkan mengumpulkan pendanaan lebih dari US$50 miliar untuk chip AI khusus OpenAI, menurut laporan WSJ.
- Meta membangun pusat data AI sendiri dan memproyeksikan capex 2026 sebesar US$125 miliar hingga US$145 miliar.
- Applied Digital meneken sewa 15 tahun senilai US$5,2 miliar, menandakan permintaan kapasitas pusat data AI masih kuat.
Gotrade News - Belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI) kembali menjadi sorotan setelah Broadcom (AVGO) dilaporkan tengah mengumpulkan pendanaan lebih dari US$50 miliar untuk chip AI khusus yang dikembangkan bersama OpenAI. Melansir investingLive yang mengutip The Wall Street Journal, Apollo dan Blackstone termasuk pemberi pinjaman yang didekati Broadcom, dan kesepakatan ditargetkan rampung sebelum akhir tahun.
Laporan yang sama menyebut Oracle dan SpaceX juga mengejar pembiayaan jumbo untuk membeli chip, dengan SpaceX mencari sekitar US$40 miliar untuk chip Nvidia (NVDA). Gelombang pendanaan ini menunjukkan biaya pembangunan pusat data AI kini mulai melampaui kapasitas pasar utang tradisional.
Pembiayaan US$50 Miliar Chip Broadcom-OpenAI
Menurut investingLive, program chip OpenAI bernama Nexus, dengan generasi pertama Jalapeño dan generasi kedua Serrano. Kemitraan Broadcom dan OpenAI menargetkan penerapan kapasitas 10 gigawatt mulai paruh kedua 2026 hingga akhir 2029.
Struktur pembiayaannya disebut memakai entitas terpisah yang menyewakan chip kepada pembeli, sehingga tidak langsung menambah utang di neraca peminjam. Skema ini membantu perusahaan menanggung belanja modal yang sangat besar tanpa membebani balance sheet secara langsung.
Meta Bangun Pusat Data AI Sendiri
Di sisi lain, Meta Platforms (META) memperkuat strategi membangun pusat data sendiri. Dilansir TechBuzz, Meta membangun fasilitas yang dirancang khusus untuk beban kerja AI alih-alih menyewa kapasitas pihak luar, sehingga memegang kendali penuh atas jalur pengembangan AI-nya. Artikel tersebut juga mencatat permintaan chip Nvidia yang begitu tinggi hingga pasokannya sulit mengejar.
Skala belanjanya besar. Menurut CXO Digital Pulse, pada akhir April 2026 Meta menaikkan proyeksi belanja modal (capex) 2026 menjadi US$125 miliar hingga US$145 miliar, terutama untuk pusat data, chip berkinerja tinggi, dan infrastruktur komputasi. Saham Meta saat itu justru melemah meski kinerja keuangannya melampaui ekspektasi.
Applied Digital Kunci Sewa US$5,2 Miliar
Permintaan kapasitas juga mengalir ke penyedia pusat data. Melansir The Energy Mag, Applied Digital menandatangani sewa 15 tahun senilai sekitar US$5,2 miliar untuk 210 megawatt beban TI di kampus Delta Forge 2 dengan penyewa hyperscaler AS berperingkat investment grade yang tidak disebutkan namanya.
Indikator Applied Digital | Angka |
|---|---|
Nilai sewa Delta Forge 2 | US$5,2 miliar (15 tahun) |
Total kontrak sewa dasar | Sekitar US$36 miliar |
Total jika opsi perpanjangan dipakai | US$86 miliar |
Beban TI di lima kampus | 1,4 gigawatt |
Mulai beroperasi | Kuartal I 2028 |
Menurut perusahaan, sekitar 70% pendapatan kontraknya didukung hyperscaler AS berperingkat investment grade. CEO Applied Digital Wes Cummins menyebut permintaan yang terus berlanjut dari hyperscaler di lima kampus sebagai validasi kuat atas model bisnisnya.
Arti Gelombang Capex AI bagi Saham Teknologi
Bagi pasar saham AS, rangkaian kabar ini menegaskan bahwa belanja infrastruktur AI masih berjalan dalam skala ratusan miliar dolar, dari pembelian chip hingga sewa pusat data jangka panjang. Namun, ketergantungan yang makin besar pada pembiayaan utang dan struktur sewa juga menambah lapisan risiko, sehingga investor perlu mencermati volatilitas saham sektor teknologi ke depan.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














