Jakarta, Gotrade News - Presiden Donald Trump resmi menginstruksikan Departemen Kehakiman untuk menyelidiki potensi tindak pidana di Federal Reserve. Langkah ini menandai eskalasi konflik yang bertujuan menggeser kontrol kebijakan suku bunga Amerika Serikat.
Key Takeaways:
-
Departemen Kehakiman mulai mengirimkan somasi terkait pembengkakan biaya renovasi gedung bank sentral.
-
Trump menggunakan dasar inkompetensi berat sebagai alasan legal untuk memecat pejabat bank sentral.
-
Ketidakpastian hukum ini berpotensi mengganggu kredibilitas pengendalian inflasi di pasar global.
Baca Juga: Cara Kanada Lawan Tarif Trump Lewat Kerja Sama Dengan China
Proses hukum ini bermula dari pengiriman somasi terhadap pimpinan bank sentral terkait anggaran renovasi gedung. Menurut laporan dari AP News, investigasi difokuskan pada lonjakan biaya proyek yang mencapai 2,5 miliar dolar.
Trump menggunakan strategi investigasi sebagai alat untuk menekan independensi kebijakan moneter secara sistematis. Langkah tersebut membuka peluang bagi presiden untuk memecat pejabat bank sentral dengan alasan pelanggaran tugas.
Secara hukum, presiden hanya dapat memberhentikan ketua bank sentral jika terdapat bukti kesalahan yang nyata. Penyelidikan biaya konstruksi ini menjadi pintu masuk untuk memenuhi kriteria pemberhentian secara sah tersebut.
Konflik terbuka ini memicu kekhawatiran besar terhadap kredibilitas Amerika Serikat dalam melawan laju inflasi. Investor kemungkinan akan merespons dengan menuntut imbal hasil lebih tinggi pada surat utang pemerintah.
Sektor teknologi yang sensitif terhadap suku bunga seperti Apple Inc. dapat mengalami volatilitas tinggi. Hal tersebut terjadi karena biaya pinjaman perusahaan berisiko meningkat akibat ketidakpastian kebijakan moneter.
Institusi perbankan besar seperti The Goldman Sachs Group, Inc. juga memantau ketat stabilitas institusi ini. Perubahan kepemimpinan yang dipaksakan secara politik dapat mengganggu mekanisme pasar keuangan secara menyeluruh.
Saat ini Trump tengah menyiapkan nama calon pengganti Jerome Powell sebagai ketua bank sentral. Proses penunjukan tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat sebelum masa jabatan Powell berakhir.
Baca Juga: Strategi Meta Tunjuk Eks Penasihat Trump Jadi Presiden
Pelaku pasar perlu memperhatikan setiap perkembangan dari Departemen Kehakiman terkait hasil pemeriksaan bukti. Keputusan hukum final akan menjadi penentu arah pergerakan pasar saham Amerika Serikat ke depan.
Referensi:
-
AP News, Bringing charges against the Fed: What we do (and don’t) know. Diakses pada 13 Januari 2026
-
Featured Image: Shutterstock
Disclaimer
PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.












