Celah Aturan AS Buat China Beli Chip Nvidia Blackwell
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Pejabat pemerintahan Trump khawatir sebuah celah kebijakan AS membiarkan perusahaan China membeli chip Nvidia Blackwell. Kekhawatiran ini muncul bersamaan dengan pengetatan aturan ekspor chip kecerdasan buatan ke entitas asal China.
Bersamaan dengan itu, Nvidia disebut telah membuka jalan bagi tiga produsen memori besar untuk memasok HBM4 platform Vera Rubin. Kombinasi risiko kebijakan dan rantai pasok memori ini menekan saham chip di Asia pada perdagangan terbaru.
Key Takeaways
Celah aturan diduga membiarkan perusahaan China membeli chip Nvidia Blackwell lewat anak usaha di luar negeri.
Nvidia membuka jalan bagi tiga produsen memori besar untuk memasok HBM4 platform Vera Rubin.
KOSPI anjlok hingga sekitar 5,4% dan Nikkei melemah seiring tekanan saham chip Asia.
Celah Aturan dan Pengetatan Ekspor
Menurut laporan Seeking Alpha, pejabat AS memperdebatkan apakah pembatasan teknologi China dilonggarkan lebih jauh dari yang dimaksudkan. Celah itu diduga membuat pengiriman chip Blackwell ke perusahaan China lewat negara ketiga menjadi legal.
Dilansir dari pemberitaan terkait, Biro Industri dan Keamanan menerbitkan panduan pada 31 Mei untuk menutup celah tersebut. Lisensi ekspor kini diwajibkan untuk chip canggih yang ditujukan ke entitas dengan induk usaha berkantor di China atau Makau.
Celah ini bermula sejak Mei 2025 ketika aturan AI Diffusion Rule tidak ditegakkan selama hampir satu tahun. Perusahaan China lalu merutekan pembelian lewat anak usaha di Singapura dan Malaysia untuk menghindari kewajiban lisensi.
Satu sumber rantai pasok menyebut ratusan ribu chip mengalir melalui celah ini selama periode tersebut. Chip Nvidia Nvidia (NVDA) Blackwell dan Rubin serta AMD MI350x kini termasuk yang membutuhkan lisensi ekspor.
Menurut keterangan CEO Nvidia Jensen Huang, platform Vera Rubin telah memasuki produksi penuh per Juni 2026. Tiga produsen memori, yaitu Samsung, SK Hynix, dan Micron, dikonfirmasi memasok chip memori HBM4 generasi keenam.
Analis rantai pasok memperkirakan SK Hynix memegang porsi terbesar di kisaran 60% hingga 70%. Samsung memperoleh sekitar 25% hingga 30%, sementara Micron (MU) melengkapi sisa alokasi pasokan tersebut.
Melansir Investing.com, indeks KOSPI Korea Selatan anjlok hingga sekitar 5,4% pada perdagangan terbaru. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun lebih dari 8% akibat aksi ambil untung.
Indeks Nikkei 225 Jepang melemah sekitar 1,25% dengan SUMCO dan Renesas menjadi pemberat utama. Investor juga memantau rilis data tenaga kerja AS yang dapat memengaruhi arah saham teknologi pekan ini.
Tekanan ini turut menyeret sentimen pesaing chip AI seperti Broadcom (AVGO) di tengah rotasi keluar dari sektor teknologi. Bagi investor, risiko kebijakan ekspor dan dinamika pasokan memori menjadi dua faktor kunci yang perlu dipantau ke depan.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.