Cloud Microsoft Tertinggal Google & Amazon di Q1

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Cloud Microsoft Tertinggal Google & Amazon di Q1

Share this article

Gotrade News - Laporan keuangan Big Tech Q1 2026 menyoroti persaingan ketat di lini cloud antara Microsoft, Alphabet, dan Amazon. Pasar fokus pada bisnis cloud sebagai indikator utama momentum AI di kalangan korporasi global.

Microsoft memproyeksikan pertumbuhan cloud sekitar 40% pada kuartal berjalan, sebuah angka yang dinilai investor masih tertinggal dari pesaingnya. Saham MSFT bergerak campuran setelah rilis ini meski outlook kapasitas data center tetap agresif.


Key Takeaways

  • Azure diproyeksikan tumbuh sekitar 40% di kuartal berjalan, di bawah ekspektasi investor terhadap pesaing.
  • Alphabet mencetak pendapatan Q1 sebesar US$94,7 miliar, melampaui konsensus analis US$91,6 miliar.
  • Belanja modal Microsoft untuk pusat data ditaksir mencapai US$190 miliar hingga akhir tahun.

Persaingan Cloud Memanas

Menurut Bloomberg Technoz, Amy Hood selaku CFO Microsoft menegaskan ekspansi cloud tetap berlanjut dengan akselerasi moderat di paruh kedua 2026. Pernyataan itu disampaikan dalam panggilan analis pada Rabu lalu seusai rilis kinerja Q1.

Belanja modal Microsoft diperkirakan menyentuh US$190 miliar hingga akhir tahun, melampaui estimasi Wall Street. Mayoritas dana itu mengalir ke pembangunan pusat data demi menopang permintaan beban kerja AI yang terus melonjak.

Saham AMZN ikut menjadi sorotan karena AWS masih dianggap acuan margin tertinggi di lini cloud global. Investor menanti rilis kinerja Amazon untuk memvalidasi narasi bahwa AWS unggul atas Azure pada periode ini.

Alphabet Mengejutkan Pasar

Dilansir dari Bloomberg Technoz, Alphabet membukukan pendapatan Q1 sebesar US$94,7 miliar atau setara Rp1.632 triliun. Angka itu melampaui konsensus analis US$91,6 miliar dan mengindikasikan permintaan iklan serta cloud yang masih kuat.

Laba per saham Alphabet tercatat US$5,11, hampir dua kali lipat ekspektasi pasar di US$2,62. Saham GOOGL menguat lebih dari 7% di perdagangan after-hours seusai rilis tersebut.

Manajemen menegaskan bisnis cloud menjadi mesin pertumbuhan utama berkat adopsi AI generatif di kalangan klien enterprise. Investasi miliaran dolar untuk pusat data dinilai mulai memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja kuartalan.

Bagi investor ritel, perbandingan tiga raksasa cloud ini menjadi sinyal kunci arah belanja AI korporat ke depan. Kami melihat momentum cloud akan tetap menjadi penggerak utama valuasi Big Tech di sisa tahun 2026.

Sources

Bloomberg Technoz, Pertumbuhan Bisnis Cloud Microsoft Tak Sekencang Amazon Google, 2026. Bloomberg Technoz, Induk Google Raih Pendapatan Rp1.632 T Berkat Cloud dan AI, 2026.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade