Wall Street Naik, Yield AS 5,34% & Dolar Tertinggi 16 Bulan

Ringkasan
-
Wall Street ditutup menguat tipis pada Kamis (1/10/2026): S&P 500 naik 0,20% ke 7.666,48, sementara Dow Jones dan Nasdaq masing-masing naik 0,04%.
-
Yield Treasury AS 10 tahun sempat menyentuh 5,34%, tertinggi sejak 2002, dan indeks dolar AS naik ke 101,81, tertinggi dalam 16 bulan.
-
Sektor energi memimpin dengan kenaikan 1,9% seiring lonjakan harga minyak, sementara saham Micron Technology (MU) naik 3%.
Gotrade News - Wall Street ditutup menguat tipis pada Kamis (1/10/2026) setelah sempat tertekan oleh lonjakan yield Treasury AS. Menurut kumparan yang mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik 14,94 poin (0,20%) ke 7.666,48, Dow Jones Industrial Average bertambah 20,69 poin (0,04%) ke 50.926,74, dan Nasdaq Composite menguat 10,53 poin (0,04%) ke 26.871,60.
Rebound ini terjadi di tengah tekanan dari dua arah sekaligus: yield obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun sempat menyentuh 5,34% dan indeks dolar AS bertahan di level tertinggi dalam 16 bulan. Kombinasi keduanya membuat biaya pinjaman dan valuasi saham kembali menjadi sorotan investor.
Yield Treasury 10 Tahun Sentuh 5,34%, Tertinggi Sejak 2002
Dilansir FXEmpire, yield Treasury 10 tahun mencapai 5,34%, level tertinggi sejak 2002, sebelum sedikit mundur. FXEmpire menyebut kenaikan harga energi ikut menambah tekanan, karena bahan bakar yang lebih mahal dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi, yang berpotensi merembet ke inflasi konsumen.
Menurut kumparan, pasar saham sempat tertekan setelah sejumlah data ekonomi menunjukkan kondisi ekonomi AS masih cukup kuat, sementara tekanan harga belum sepenuhnya mereda. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa inflasi dapat membuat Federal Reserve (The Fed) mempertahankan kebijakan suku bunga tinggi lebih lama.
Data tenaga kerja ikut menunjukkan pasar kerja yang solid. FXEmpire mencatat klaim awal tunjangan pengangguran AS turun 1.000 menjadi 197.000, dengan klaim lanjutan di kisaran 1,7 juta.
Indeks Dolar AS di Level 101,81, Tertinggi Sejak Mei 2025
Melansir Trading Economics, indeks dolar AS naik ke 101,81 pada 1 Oktober 2026, tertinggi sejak Mei 2025 atau sekitar 16 bulan. Penguatan ini ditopang kinerja ekonomi AS yang kuat, yield Treasury yang tinggi, ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, serta ekspektasi pengetatan lanjutan oleh The Fed.
Trading Economics mengutip Presiden The Fed Minneapolis Neel Kashkari yang menyatakan bahwa belum jelas seberapa tinggi suku bunga perlu naik untuk mengendalikan inflasi. Dalam empat pekan terakhir, indeks dolar naik 2,18% dan dalam 12 bulan terakhir menguat 4%.
Sektor Energi Naik 1,9%, Micron Menguat 3%
Menurut kumparan, sektor energi memimpin kenaikan dengan lonjakan 1,9%, tertinggi di antara 11 sektor S&P 500, seiring harga minyak yang naik lebih dari US$4 per barel setelah China menghentikan sementara ekspor bahan bakar. Sektor ini mencakup emiten minyak besar seperti Exxon Mobil (XOM).
Sektor teknologi naik 0,8%, dengan saham software menguat sekitar 1% setelah Accenture (ACN) memproyeksikan pertumbuhan pendapatan di atas ekspektasi pasar. Saham Micron Technology (MU) naik 3% berkat proyeksi pendapatan yang membaik.
Indikator | Level | Perubahan |
|---|---|---|
S&P 500 | 7.666,48 | +0,20% |
Dow Jones | 50.926,74 | +0,04% |
Nasdaq Composite | 26.871,60 | +0,04% |
Yield Treasury 10 tahun (puncak) | 5,34% | Tertinggi sejak 2002 |
Indeks dolar AS | 101,81 | Tertinggi sejak Mei 2025 |
Di sisi partisipasi pasar, kumparan mencatat saham yang naik mengungguli yang turun dengan rasio 1,234 banding 1 di NYSE dan 1,04 banding 1 di Nasdaq. Volume perdagangan mencapai 17,25 miliar saham, sedikit di atas rata-rata 20 hari sebesar 17,19 miliar saham.
Sumber
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.














