AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.
Bagikan artikel
Gotrade News - Dell Technologies membukukan pendapatan kuartalan sebesar US$46,97 miliar pada fiscal Q2, naik 58% dibandingkan tahun sebelumnya dan melampaui estimasi US$44,9 miliar, seiring permintaan infrastruktur kecerdasan buatan (AI) yang terus melonjak. Menurut Insider Monkey, laba per saham (EPS) disesuaikan mencapai US$7,04, jauh di atas konsensus US$4,91. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan langkah Nvidia memperluas jangkauan inferensi AI lewat kemitraan baru, sebuah sinyal bahwa fase pengeluaran belanja teknologi masih berjalan kencang, meski sebagian analis mulai mempertanyakan keberlanjutannya.
Key Takeaways
Pendapatan server AI Dell mencapai US$16,4 miliar, naik dua kali lipat secara tahunan.
Backlog pesanan Dell menembus rekor US$95 miliar dengan lebih dari 6.500 pelanggan AI.
Nvidia menggandeng Equinix dan Together AI untuk memperluas kapasitas inferensi model AI terbuka.
Sejumlah analis menilai laju belanja modal AI hyperscaler berisiko tidak berkelanjutan.
Server AI Dell Sentuh US$16,4 Miliar, Backlog Rekor US$95 Miliar
Mesin pertumbuhan Dell kuartal ini jelas berasal dari segmen AI. Dilansir Insider Monkey, pendapatan server AI perusahaan menyentuh US$16,4 miliar, atau naik dua kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Segmen server dan networking secara keseluruhan membukukan US$10,53 miliar, juga tumbuh lebih dari dua kali lipat.
Yang paling mencolok adalah tumpukan pesanan. Backlog server AI Dell kini berada di rekor US$95 miliar, sementara total pesanan server AI dalam 12 bulan terakhir mencapai US$130 miliar dari lebih dari 6.500 pelanggan AI. Angka ini menegaskan posisi Dell sebagai salah satu pemasok utama infrastruktur bagi perusahaan yang membangun kapasitas komputasi AI.
Permintaan tidak hanya datang dari pusat data. Segmen PC komersial Dell tumbuh 22%, menandakan pemulihan yang lebih luas di sisi perangkat keras korporat.
Dell Naikkan Panduan FY2027 ke Pendapatan US$192 Miliar
Kekuatan permintaan ini mendorong manajemen menaikkan panduan tahun fiskal 2027. Menurut Insider Monkey, target pendapatan server AI dinaikkan menjadi US$74 miliar dari sebelumnya US$60 miliar, dengan total pendapatan diproyeksikan US$192 miliar naik dari US$167 miliar. Panduan EPS disesuaikan juga direvisi ke US$25,50 dari US$17,90.
Revisi ini bukan tanpa harga di mata pasar. Valuasi Dell kini berada di sekitar 20,3x forward earnings, jauh di atas rata-rata lima tahunnya di 10,9x, cerminan ekspektasi tinggi yang sudah tertanam pada saham. Sebagai pembanding di ekosistem yang sama, permintaan perangkat keras ini turut menopang pemasok chip seperti Nvidia (NVDA), yang komponennya menjadi tulang punggung server AI Dell.
Nvidia Gandeng Equinix dan Together AI untuk Dorong Inferensi
Di sisi lain ekosistem, Nvidia bergerak memperluas titik berat berikutnya, yaitu inferensi. Melansir TechBuzz, pada Rabu (2/9) Nvidia mengumumkan kemitraan dengan Equinix dan Together AI agar perusahaan dapat menjalankan inferensi model AI terbuka, seperti Llama milik Meta, tanpa harus membangun pusat data GPU sendiri.
Dalam skema ini, Equinix (EQIX) menyediakan lebih dari 260 pusat data global lengkap dengan konektivitas fiber dan colocation. Nilai transaksi tidak diungkap. Namun sinyal strateginya cukup jelas, inferensi (bukan pelatihan model) mulai menjadi pusat biaya yang lebih besar, dan Equinix diposisikan sebagai jalur tengah yang netral bagi perusahaan yang tidak ingin bergantung penuh pada hyperscaler.
Pergeseran ke inferensi ini relevan bagi seluruh rantai pasok komputasi awan, termasuk raksasa cloud seperti Alphabet (GOOGL), karena menentukan ke mana anggaran infrastruktur AI berikutnya akan mengalir.
Analis Soroti Keberlanjutan Belanja Modal AI
Di tengah data yang kuat, muncul catatan hati-hati. Menurut analisis Seeking Alpha, sejumlah analis menilai belanja modal AI para hyperscaler AS berpotensi tidak berkelanjutan, karena laju pertumbuhan capex melampaui kas yang tersedia dan mendorong ketergantungan pada utang di tengah suku bunga tinggi.
Analisis tersebut mencatat ekspektasi capex 2026 dilacak di kisaran US$365 miliar, angka yang menurut pantauan Goldman Sachs terus direvisi naik pada tiap siklus. Konsentrasi pasar yang tinggi pada segelintir nama juga menjadi perhatian dari sisi tata kelola. Penting dicatat, ini adalah pandangan analis, bukan kepastian, dan berdiri sebagai penyeimbang atas momentum positif yang ditunjukkan angka Dell.
Metrik Dell Fiscal Q2
Nilai
Pendapatan total
US$46,97 miliar (+58% YoY)
EPS disesuaikan
US$7,04 (konsensus US$4,91)
Pendapatan server AI
US$16,4 miliar (2x YoY)
Backlog rekor
US$95 miliar
Panduan pendapatan FY2027
US$192 miliar (naik dari US$167 miliar)
Bagi investor, kombinasi ini menggambarkan lanskap yang seimbang, permintaan infrastruktur AI yang nyata dan tercermin dalam angka pendapatan Dell (DELL), berdampingan dengan pertanyaan wajar soal berapa lama laju belanja modal ini dapat dipertahankan. Keduanya perlu ditimbang bersama, bukan salah satunya saja.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.