AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.
Bagikan artikel
Gotrade News - Saham PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) melesat 15,38% ke level Rp600 per saham pada perdagangan Kamis (3/9). Penguatan tajam ini dipicu dua katalis sekaligus, yakni rencana buyback saham hingga Rp500 miliar dan ekspektasi peluncuran iPhone 18 Pro.
Menurut IDX Channel, nilai transaksi ERAA menembus Rp196,50 miliar dengan volume 348,8 juta saham pada sesi tersebut. Reli ini memperpanjang tren penguatan ERAA yang telah naik 28,21% dalam sepekan dan 42,86% dalam sebulan terakhir.
Key Takeaways
Saham ERAA naik 15,38% ke Rp600 pada Kamis (3/9), dengan nilai transaksi Rp196,50 miliar.
Manajemen berencana buyback saham hingga Rp500 miliar, setara maksimal 5% dari modal ditempatkan.
Sebagai distributor utama produk Apple di Indonesia, ERAA turut terangkat ekspektasi peluncuran iPhone 18 Pro.
Rencana buyback menjadi sentimen utama di balik lonjakan harga. Melalui keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia pada Kamis (3/9), manajemen ERAA menyatakan berencana membeli kembali saham perseroan sebanyak-banyaknya senilai Rp500 miliar.
Berdasarkan IDX Channel, jumlah saham yang dapat dibeli kembali mencapai maksimal 797,5 juta saham atau setara 5% dari modal ditempatkan dan disetor penuh. Mengacu POJK Nomor 13 Tahun 2023, saham hasil buyback tidak akan melebihi 20% dari modal disetor, dengan pendanaan bersumber dari kas internal perseroan.
Aksi buyback lazimnya menurunkan jumlah saham beredar sehingga berpotensi menopang laba per saham sekaligus menandakan keyakinan manajemen atas valuasi perusahaan. Meski begitu, dampak riilnya masih bergantung pada eksekusi pembelian di pasar.
Rekam jejak sebelumnya memberi konteks penting. Program buyback ERAA yang diumumkan pada Januari 2026 memiliki total anggaran Rp150 miliar, namun baru terealisasi Rp99,85 miliar per 2 September 2026 atau sekitar 67% dari pagu, melalui pembelian 236,27 juta saham pada harga rata-rata Rp422,64 seperti dilaporkan IDX Channel.
Katalis kedua berasal dari ekspektasi peluncuran generasi terbaru iPhone. ERAA merupakan salah satu distributor utama produk Apple (AAPL) di Indonesia, sehingga siklus peluncuran iPhone kerap menjadi pendorong ekspektasi penjualan dan pendapatan perseroan.
Peluncuran perangkat baru secara historis mengangkat volume penjualan gerai ritel elektronik menjelang kuartal akhir tahun. Sentimen ini memperkuat narasi pemulihan kinerja ERAA yang berjalan beriringan dengan aksi buyback.
Bagi investor, kombinasi rencana buyback dan momentum peluncuran produk menjadi faktor yang layak dicermati. Namun arah harga selanjutnya tetap bergantung pada realisasi buyback serta data penjualan kuartalan yang belum dirilis.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.