Gotrade News - The Walt Disney Company (DIS) dijadwalkan merilis laporan keuangan kuartal pertama fiskal 2026 pada Senin (02/02).
Para analis memproyeksikan pendapatan perusahaan akan tumbuh moderat sekitar 5 persen menjadi $25,93 miliar dibandingkan tahun lalu.

Key Takeaways:
-
Proyeksi Pendapatan: Pendapatan diperkirakan naik menjadi $25,9 miliar, namun laba per saham (EPS) berisiko turun ke level $1,56.
-
Pertarungan Segmen: Profitabilitas streaming yang membaik harus berhadapan dengan biaya ekspansi kapal pesiar dan penurunan pendapatan film.
-
Valuasi Diskon: Saham Disney diperdagangkan dengan valuasi P/E 16,22x, lebih murah dibandingkan rata-rata industri media.
Ekspektasi Pasar dan Tantangan Laba
Meskipun pendapatan diprediksi naik, konsensus analis memperkirakan penurunan laba per saham (EPS) sebesar 11,36 persen menjadi $1,56. Penurunan estimasi ini mencerminkan tantangan biaya operasional yang dihadapi perusahaan dalam jangka pendek.

Investor perlu memperhatikan panduan manajemen untuk paruh kedua tahun fiskal 2026 yang diharapkan tumbuh dua digit. Konsistensi Disney dalam melampaui ekspektasi laba selama empat kuartal terakhir menjadi catatan positif tersendiri.

Segmen hiburan menghadapi dinamika campuran dengan proyeksi pendapatan $11,6 miliar atau naik 6,8 persen secara tahunan. Bisnis Direct-to-Consumer (streaming) diperkirakan mencatat laba operasional $375 juta berkat konten premium seperti dokumenter Taylor Swift.
Namun, bisnis teatrikal (bioskop) menghadapi tantangan berat dengan potensi dampak negatif $400 juta dibandingkan tahun lalu. Hal ini disebabkan oleh sulitnya menyaingi kesuksesan blockbuster tahun sebelumnya seperti Moana 2.
Biaya Ekspansi dan Kompetisi
Di sisi lain, segmen Experiences (Taman & Produk) menanggung biaya pra-pembukaan kapal pesiar Disney Destiny dan Disney Adventure sebesar $90 juta. Biaya ini menekan margin keuntungan jangka pendek meskipun permintaan taman domestik tetap stabil saat liburan.
Persaingan di sektor streaming juga semakin ketat melawan pemain besar seperti Netflix dan Amazon Prime Video. Saham Disney tercatat turun 7,8 persen dalam enam bulan terakhir, tertinggal dari performa sektornya.

Saat ini, Disney diperdagangkan pada rasio P/E forward 16,22x yang tergolong diskon dibandingkan rata-rata industri di angka 17,86x. Valuasi ini bisa menarik bagi investor jangka panjang yang percaya pada eksekusi strategi turnaround perusahaan.

Namun, ketidakpastian jangka pendek membuat banyak analis menyarankan sikap wait and see. Investor disarankan menunggu kejelasan eksekusi manajemen pada paruh kedua tahun ini sebelum mengambil posisi agresif.
Miliki Saham The Walt Disney Company
Apakah valuasi diskon ini adalah momen yang tepat untuk masuk ke raksasa hiburan dunia?
Kamu bisa mulai mengoleksi saham Disney (DIS) tanpa harus membeli 1 lembar utuh yang mahal. Di Gotrade, akses ke pasar saham AS terbuka lebar dan terjangkau.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
StockStory, Earnings To Watch: Disney (DIS) Reports Q4 Results Tomorrow. Diakses pada 2 Februari 2026
-
Zacks, Disney Stock Before Q1 Earnings: Buy Now or Wait for Results?. Diakses pada 2 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











