Jakarta, Gotrade News - Perekonomian Amerika Serikat baru saja mencatat ekspansi terkuatnya dalam dua tahun terakhir dengan pertumbuhan 4,3 persen secara tahunan di kuartal ketiga.
Laporan Departemen Perdagangan AS menunjukkan angka ini jauh melampaui prediksi para ekonom yang sebelumnya hanya menargetkan pertumbuhan di level 3 persen.
Data menunjukkan indikator inflasi favorit The Fed, yakni PCE, justru naik ke level 2,8 persen pada kuartal lalu.
Kondisi ini membuat peluang pemangkasan suku bunga pada bulan Januari menjadi semakin kecil karena risiko inflasi yang kembali mengintip.
Chris Zaccarelli dari Northlight Asset Management mengingatkan bahwa inflasi bisa kembali menjadi ancaman terbesar bagi stabilitas ekonomi jika pertumbuhan terus secepat ini.
Fenomena ini juga disebut sebagai pemulihan "berbentuk K", di mana belanja didominasi oleh kelompok kaya yang diuntungkan oleh kenaikan aset pasar modal.
Hal ini tercermin dari performa indeks pasar saham utama yang diwakili oleh SPDR S&P 500 ETF Trust yang terus terjaga.
Selain konsumsi rumah tangga, investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan (AI) juga menjadi pilar utama lonjakan angka PDB kali ini.
Investasi pada properti intelektual yang mencakup pengembangan AI tercatat tumbuh positif, menguntungkan pemain besar seperti Alphabet.