Gotrade News - Sektor energi nuklir menjadi narasi infrastruktur paling dominan di 2026, dengan 15 reaktor baru diperkirakan beroperasi tahun ini dan lebih dari 75 reaktor sedang dibangun di seluruh dunia. Utilitas AS secara bersamaan berkomitmen membelanjakan US$1,4 triliun untuk belanja modal hingga 2030, naik 21% dari proyeksi tahun lalu.
Kombinasi permintaan data center AI, infrastruktur jaringan listrik yang menua, dan kebijakan pro-nuklir dari pemerintah AS mendorong transformasi lanskap investasi energi. Goldman Sachs memproyeksikan konsumsi listrik data center global akan naik 175% pada 2030, direvisi naik dari estimasi sebelumnya 165%.
Key Takeaways:
- Belanja modal utilitas AS totalnya US$1,4 triliun hingga 2030, dengan 10 utilitas terbesar menguasai US$707 miliar atau 53% dari total.
- Kapasitas nuklir global diproyeksi berlipat ganda pada 2050, dengan 50 reaktor tambahan diperkirakan beroperasi antara 2027 dan 2030.
- Permintaan listrik AS tumbuh 2,6% per tahun hingga 2030, memecahkan tren pertumbuhan di bawah 2% selama beberapa dekade.
Kebangkitan Nuklir Semakin Cepat
Constellation Energy, operator nuklir terbesar AS, menghasilkan sekitar 86% outputnya dari 21 reaktor di 16 fasilitas. Perusahaan ini baru-baru ini menandatangani kontrak pembelian daya 20 tahun dengan Microsoft untuk fasilitas Three Mile Island, menurut Motley Fool.
GE Vernova memposisikan diri di segmen reaktor modular kecil melalui unit GE Hitachi miliknya. Sahamnya naik 51% sepanjang 2026 dan meningkat lebih dari tiga kali lipat dalam 52 minggu, mencerminkan kepercayaan investor terhadap teknologi nuklir generasi baru, seperti dilaporkan Motley Fool.
Cameco, perusahaan penambangan dan pengolahan uranium terkemuka, mencatat kenaikan saham 25% year-to-date dan 181% dalam 52 minggu. Rantai pasokan uranium menjadi hambatan kritis seiring percepatan pembangunan reaktor secara global.
PG&E memenangkan persetujuan NRC untuk perpanjangan lisensi 20 tahun pembangkit nuklir Diablo Canyon, memperpanjang operasi fasilitas nuklir terakhir di California. Keputusan ini menandakan pergeseran regulasi yang lebih luas untuk mempertahankan kapasitas nuklir yang sudah ada.
Belanja Utilitas Mengubah Jaringan Listrik
Hampir 50% belanja utilitas diarahkan untuk peningkatan transmisi dan distribusi, dengan 30% lainnya dialokasikan untuk pembangkit listrik baru. Benzinga melaporkan bahwa tagihan listrik sudah naik 40% sejak 2021, dan utilitas mengajukan kenaikan tarif senilai US$31 miliar pada 2025.
Duke Energy memimpin dengan belanja modal lima tahun sebesar US$102,8 miliar, diikuti NextEra Energy di angka US$94,2 miliar. Southern Company, Pacific Gas & Electric, dan American Electric Power melengkapi lima besar dengan komitmen gabungan melebihi US$226 miliar, menurut Benzinga.
Pemerintahan Trump mengumumkan inisiatif sukarela pada Maret bersama Microsoft, Amazon, Oracle, Google, Meta, OpenAI, dan xAI. Dalam kesepakatan ini, perusahaan teknologi berkomitmen mendanai infrastruktur listrik mereka sendiri dan berpotensi membayar tarif listrik terpisah dari konsumen rumah tangga.
Pertumbuhan permintaan listrik AS sebesar 2,6% per tahun merupakan perubahan struktural dari pola historis di bawah 2%. PowerLines mencatat bahwa rencana belanja modal utilitas secara historis terealisasi 95% dalam satu dekade terakhir.
Konsentrasi belanja di 10 utilitas terbesar yang menguasai 53% belanja modal namun hanya melayani 44% basis pelanggan menunjukkan investasi infrastruktur melampaui pertumbuhan pelanggan. Ketimpangan ini bisa menciptakan peluang ekspansi margin sekaligus pengawasan regulasi yang lebih ketat di tahun-tahun mendatang.
Sumber:
- Motley Fool, [Nuclear Is the Energy Story of 2026](https://www.fool.com/investing/2026/04/15/nuclear-is-energy-story-of-2026-here-are-3-stocks/), 2026.
- Benzinga, [US Utility Spending to Hit $1.4 Trillion by 2030](https://www.benzinga.com/markets/commodities/26/04/51827700/us-utility-spending-to-hit-1-4-trillion-by-2030-as-ai-data-centers-drive-demand-rate-hikes-ahead), 2026.












