Futures Wall Street Tertekan Ketidakpastian Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Futures Wall Street Tertekan Ketidakpastian Iran

Share this article

Gotrade News - Futures Wall Street melemah pada Selasa setelah proposal damai Iran kembali memicu ketidakpastian geopolitik. Indeks S&P 500 futures turun 0,4 persen, sedangkan Nasdaq 100 futures terkoreksi 0,6 persen.

Sentimen risk-off ini mendorong investor keluar dari saham teknologi dan chip yang sudah melemah pekan ini. Pasar menanti kejelasan diplomasi sambil bersiap menghadapi risiko eskalasi militer lebih lanjut.

Key Takeaways

  • S&P 500 futures turun 0,4 persen dan Nasdaq 100 futures melemah 0,6 persen di sesi pra-pasar.
  • Iran ajukan proposal damai yang mirip dengan tawaran sebelumnya yang ditolak Trump pekan lalu.
  • Saham chip seperti Micron turun 5,95 persen dan Seagate anjlok lebih dari 6 persen.

Proposal Iran dan Reaksi Trump

Iran menyodorkan proposal yang menuntut penghentian permusuhan termasuk di Lebanon dan penarikan militer AS. Tawaran itu juga mencakup pencabutan sanksi serta reparasi atas kerusakan akibat konflik.

Melansir Investing.com, proposal terbaru ini tidak jauh berbeda dengan tawaran yang sebelumnya disebut Trump sebagai sampah. Presiden Trump mengatakan negosiasi serius sedang berlangsung sambil menjaga kesiapan militer.

Dilansir Barchart, Trump menunda rencana serangan AS setelah permintaan pemimpin Teluk untuk memberi ruang negosiasi. Sentimen pasar terhadap S&P 500 ETF (SPY) mencerminkan kehati-hatian akibat ketidakjelasan diplomasi tersebut.

Tekanan pada Sektor Teknologi dan Komoditas

Koreksi pada saham chip masih berlanjut dan menambah beban pada indeks teknologi. Micron Technology turun 5,95 persen sedangkan Western Digital melemah 4,84 persen di sesi pra-pasar.

Saham Seagate Technology anjlok lebih dari 6 persen dan Strategy juga merosot di kisaran serupa. Pelemahan ini menekan NASDAQ 100 ETF (QQQ) yang mencerminkan eksposur besar terhadap sektor semikonduktor.

Harga minyak WTI turun lebih dari 1 persen, namun masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel. Pergerakan ini membuat United States Oil Fund (USO) melemah tipis seiring tawaran damai yang masih tentatif.

Yield obligasi Treasury 10 tahun naik 2 basis poin ke 4,62 persen, menandakan sentimen risk-off masih dominan. Menurut Zaheer Anwari dari Revacy Fund, kurangnya kejelasan diplomatik dan risiko eskalasi membuat pasar tetap waspada.

Analis Vital Knowledge menyebut investor masih duduk di ujung kursi menanti pembaruan situasi Iran berikutnya. Saham Nvidia turun 1,33 persen menjelang rilis laporan keuangan yang ditunggu pasar global.

Iran juga menuntut pencabutan blokade pelabuhan serta pencairan dana yang dibekukan oleh Amerika Serikat. Tuntutan tersebut menjadi titik krusial yang dapat menentukan arah negosiasi pada beberapa hari ke depan.

Pemimpin negara Teluk menekan Washington untuk memberi ruang dialog sebelum mengambil opsi militer baru. Permintaan itu menjadi salah satu alasan utama Trump menunda rencana serangan AS terhadap Iran.

Pelemahan Dow futures sebesar 0,2 persen menambah konfirmasi tekanan jual yang merata di pasar berjangka. Investor saat ini lebih memilih aset defensif menjelang sesi reguler Wall Street malam waktu Jakarta.

Harga minyak yang masih bertahan di atas 100 dolar AS per barel mencerminkan premi risiko geopolitik yang belum hilang. Premi tersebut akan menyusut cepat jika Iran dan AS sepakat pada kerangka damai yang lebih konkret.

Sektor energi tetap menjadi salah satu titik fokus karena setiap kabar dari kawasan Timur Tengah dapat menggerakkan harga komoditas. Investor disarankan memantau perkembangan diplomatik bersama dengan rilis data ekonomi AS pekan ini.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade