Gotrade News - Filing 13F kuartal pertama 2026 mengungkap rotasi besar miliarder dari Big Tech ke saham memori dan penyimpanan. Stanley Druckenmiller melepas seluruh posisinya di Alphabet, sementara David Tepper hampir menggandakan stake Amazon.
Pergeseran ini menandai dinamika portofolio yang bertolak belakang antar nama besar Wall Street. Investor ritel kini punya peta segar untuk menimbang eksposur AI dan infrastruktur data center.
Key Takeaways
- Druckenmiller keluar penuh dari 385.000 saham GOOGL dan masuk ke SNDK, STX, serta MU.
- Greg Abel di Berkshire melepas seluruh posisi AMZN, sementara Tepper hampir menggandakan stake-nya.
- Berkshire tetap mempertahankan posisi inti di AAPL dan KO sebagai jangkar dividen.
Rotasi Druckenmiller dari Big Tech ke Memori
Menurut The Motley Fool, Duquesne Family Office melepas seluruh 385.000 saham Alphabet (GOOGL) di Q1 2026. Posisi itu sempat membukukan apresiasi lebih dari 50 persen sebelum dilikuidasi.
Druckenmiller mengaku skeptis terhadap valuasi AI saat ini. Ia menyebut bahwa "AI mungkin sedikit overhyped" dan bisa berima dengan era internet.
Dana keluar dari Alphabet dialihkan ke trio penyimpanan data: SanDisk, Seagate, dan Micron Technology. Druckenmiller menambah 23.400 saham Micron Technology (MU), 38.155 saham SanDisk, dan 50.700 saham Seagate dalam rotasi tersebut.
Dilansir laporan yang sama, permintaan infrastruktur data center kini disebut melebihi pasokan. Margin produsen memori melebar meski rasio P/E mereka masih rendah, sekitar 7 untuk Micron dan 8 untuk SanDisk.
Rata-rata periode kepemilikan Duquesne yang sekitar delapan bulan ikut menjelaskan keputusan ambil untung di GOOGL. Druckenmiller dikenal bergerak cepat ketika tesis valuasi mulai memudar.
Pertarungan Pandangan di Amazon
Melansir The Motley Fool, Berkshire Hathaway di bawah Greg Abel sepenuhnya keluar dari posisi Amazon (AMZN) sepanjang Q1. Saham tersebut kemungkinan besar dikelola oleh Todd Combs yang meninggalkan Berkshire pada Januari 2026.
Di sisi berlawanan, David Tepper dari Appaloosa Management justru hampir menggandakan posisi Amazon di periode yang sama. Tepper disebut melihat peluang membeli saham berkualitas dengan diskon setelah koreksi tajam pada Februari.
Amazon kini menjadi kepemilikan terbesar Appaloosa, jauh di atas posisi lain dalam portofolionya. Saham AMZN telah naik lebih dari 20 persen sejak akhir Q1 2026 dan menjadi katalis utama kinerja dana.
Tepper menilai belanja modal AI Amazon merupakan langkah strategis jangka panjang yang akan membuahkan hasil. Investasi tersebut mencakup ekspansi Amazon Web Services dan layanan internet satelit yang sedang dibangun.
Aksi jual Berkshire di Amazon kemungkinan terkait kepergian Todd Combs ke JPMorgan Chase pada Januari 2026. Posisi yang dikelolanya selama ini cenderung dilepas setelah ia meninggalkan perusahaan.
Sementara itu, Berkshire mempertahankan posisi jangka panjang di Apple dan Coca-Cola sebagai jangkar portofolio. Kedua nama itu masih dianggap sebagai inti strategi defensif berbasis dividen.
Warren Buffett memuji moat kompetitif Apple yang membuat pelanggan tetap loyal meski ada alternatif lebih murah. Coca-Cola dinilai konsisten menaikkan dividen lebih dari 50 tahun beruntun, menurut The Motley Fool.
Sumber
- Billionaire Stanley Druckenmiller Dumped Google Parent Alphabet and Piled Into a Trio of Skyrocketing Memory and Storage Stocks (The Motley Fool)
- Greg Abel Just Dumped Amazon. David Tepper Nearly Doubled His Stake. One of Them Is About to Look Very Smart. (The Motley Fool)
- Best Warren Buffett Stock to Buy Right Now: Apple vs Coca-Cola (The Motley Fool)












