Warsh Gantikan Powell, Pasar Obligasi AS Bergejolak

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Warsh Gantikan Powell, Pasar Obligasi AS Bergejolak

Share this article

Gotrade News - Kevin Warsh resmi dikonfirmasi sebagai Ketua Federal Reserve AS baru, menggantikan Jerome Powell di posisi puncak. Pasar obligasi AS langsung bereaksi gugup di tengah transisi kepemimpinan moneter penting ini.

Dilansir Bloomberg, pasar obligasi AS memberi sinyal kegugupan menjelang Warsh resmi menjabat. Investor mencoba menebak arah kebijakan suku bunga dan neraca The Fed di bawah ketua baru.

Key Takeaways

  • Kevin Warsh resmi gantikan Jerome Powell sebagai Ketua Federal Reserve.
  • Pasar obligasi AS bergejolak menjelang transisi kepemimpinan moneter.
  • Warsh menolak pelonggaran kuantitatif dan dorong pemangkasan neraca The Fed.

Profil dan Arah Kebijakan Warsh

Warsh membawa pengalaman panjang di Wall Street, termasuk perbankan investasi dan layanan sebelumnya sebagai gubernur The Fed. Melansir The Motley Fool, ia juga pernah berkonsultasi dengan kantor keluarga miliarder Stanley Druckenmiller.

Ia sebelumnya mendukung pemangkasan suku bunga dengan alasan produktivitas berbasis AI bersifat deflasioner bagi perekonomian. Namun data inflasi terbaru datang lebih panas dari ekspektasi, mempersulit skenario pemangkasan dalam waktu dekat ini.

Dalam kesaksian Kongres pada 22 April lalu, Warsh menyatakan inflasi sedang membaik tetapi pekerjaan belum selesai. Komentar tersebut menunjukkan ia tidak akan terburu-buru memotong suku bunga begitu resmi menjabat.

FOMC sendiri tampak terbelah, dengan mayoritas anggota cenderung menahan suku bunga untuk sementara. Pada pertemuan bulan April lalu, hanya satu anggota pemberi suara yang mendukung pemangkasan.

Dampak ke Pasar Saham dan Obligasi

Warsh dikenal menentang kebijakan pelonggaran kuantitatif dan pencetakan uang dalam skala besar. Menurut The Motley Fool, ia menilai kebijakan tersebut terlalu menguntungkan pemilik aset.

Ia juga berkomitmen memangkas neraca The Fed dan membatasi transparansi forward guidance bagi pasar. Sikap tersebut menandai pergeseran tajam dari pendekatan Powell yang lebih akomodatif terhadap investor.

Reaksi pasar obligasi terlihat pada 20 Year Treasury Bond ETF (TLT) yang sensitif terhadap suku bunga jangka panjang. Investor khawatir pengetatan neraca akan menekan likuiditas pasar.

Volatilitas di tenor panjang biasanya merembet ke pasar saham melalui kanal biaya modal korporasi. Perusahaan besar harus membayar lebih mahal untuk penerbitan utang baru jika imbal hasil terus naik.

Saham unggulan seperti S&P 500 ETF (SPY) juga berpotensi tertekan jika QE benar-benar dihentikan. Pengembalian ekuitas era Powell sebagian besar ditopang oleh kebijakan tersebut.

Sektor keuangan AS ikut menjadi sorotan, dengan Goldman Sachs (GS) sebagai indikator kepekaan terhadap pergerakan kurva imbal hasil. Bank besar bisa diuntungkan dari kurva curam, tetapi tertekan saat volatilitas obligasi melonjak tinggi.

Bank besar di Wall Street ikut menyiapkan strategi lindung nilai terhadap potensi lonjakan volatilitas obligasi mendatang. Meja trading fixed income mereka langsung terdampak oleh setiap perubahan arah neraca The Fed.

Selama era Powell, komunikasi forward guidance memberi rasa tenang bagi investor obligasi global. Penghentian praktik tersebut berpotensi mengangkat premi risiko di pasar utang AS.

Ke depan, pasar akan mencermati pertemuan FOMC pertama di bawah Warsh sebagai sinyal awal arah kebijakan moneter. Investor disarankan mengelola risiko durasi dan eksposur ekuitas mereka secara lebih hati-hati.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade