Gelombang Investasi AI Dorong Lonjakan IPO dan Biaya Chip

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Gelombang Investasi AI Dorong Lonjakan IPO dan Biaya Chip

Share this article

Gotrade News - Gelombang investasi kecerdasan buatan terus mendorong pergerakan besar di pasar global, mulai dari IPO hingga infrastruktur dan rantai pasok semikonduktor. Saham startup AI asal China, Manycore Tech, melonjak hingga 171% di hari pertama perdagangan di Bursa Hong Kong setelah IPO-nya kelebihan permintaan 1.591 kali.


Poin Penting

  • Manycore Tech mengumpulkan HK$1,22 miliar ($160 juta) dalam IPO yang oversubscribed 1.591 kali, saham melonjak 171% di hari perdagangan pertama
  • NiSource menjalin kemitraan dengan Alphabet dan Amazon untuk AI data center senilai $1,25 miliar penghematan bagi pelanggan
  • Ericsson meleset dari ekspektasi laba karena lonjakan biaya chip yang didorong permintaan AI

Manycore Tech, perusahaan AI spasial yang mengembangkan platform desain Kujiale, menetapkan harga IPO di HK$7,62 per saham. Pada sesi perdagangan siang, harga saham sudah mencapai HK$18,40, mencerminkan lonjakan sekitar 140% dari harga penawaran.

IPO ini menjadi yang pertama di antara sejumlah unicorn teknologi berbasis Hangzhou yang melantai di bursa tahun ini. Pencapaian Manycore menyusul debut IPO AI lainnya di Hong Kong seperti Minimax yang naik 147% dan Zhipu yang melonjak 566%.

Di sektor infrastruktur AI, NiSource mengumumkan kemitraan strategis dengan Alphabet dan Amazon untuk membangun pusat data AI. Kesepakatan ini diproyeksikan menghasilkan penghematan total $1,25 miliar bagi pelanggan, dengan estimasi $90 hingga $115 per rumah tangga per tahun.

NiSource akan menyediakan kapasitas pembangkitan listrik 340 megawatt secara dedikasi, ditambah pembelian pasar musiman hingga 175 megawatt. Permintaan global untuk daya pusat data diproyeksikan naik 220% dari level 2023 ke 1.350 terawatt-jam pada 2030.

Saham NiSource ditutup di $47,72, lalu naik 2,68% ke $49,00 di perdagangan after-hours setelah pengumuman tersebut. CEO Lloyd Yates menyatakan kesepakatan ini memperluas komitmen penghematan $1 miliar yang sebelumnya diumumkan bersama Amazon.

Namun gelombang AI juga membawa tekanan biaya bagi industri telekomunikasi. Ericsson melaporkan laba operasi disesuaikan Q1 sebesar 5,2 miliar kronor Swedia ($566 juta), meleset dari ekspektasi analis sebesar 5,4 miliar kronor.

CEO Borje Ekholm mengakui perusahaan menghadapi kenaikan biaya input, terutama di semikonduktor, yang sebagian dipicu oleh permintaan AI. Penjualan bersih Q1 mencapai 49,3 miliar kronor, juga di bawah estimasi analis sebesar 50,7 miliar kronor.

Di sisi lain, saham Taiwan Semiconductor mengalami aksi ambil untung setelah mencatatkan rekor laba Q1. Tekanan jual ini mencerminkan kehati-hatian investor terhadap valuasi sektor chip meskipun fundamental tetap kuat.

Kombinasi IPO yang meledak, investasi infrastruktur masif, dan tekanan biaya chip menunjukkan lanskap AI yang semakin matang. Investor perlu mencermati bagaimana dinamika permintaan dan pasokan semikonduktor akan membentuk profitabilitas sektor teknologi ke depan.

Sumber

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade