Global Markets: Dow Naik 1%, Kospi Rebound, Dolar AS Melemah Jelang FOMC

Setya MahardikaSetya MahardikaHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra
AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.

Bagikan artikel

Global Markets: Dow Naik 1%, Kospi Rebound, Dolar AS Melemah Jelang FOMC

Ringkasan

  • Dow Jones naik 1,02% ke 52.495,88 pada Selasa (20/10), sementara Nasdaq Composite turun tipis 0,02% dan sektor kesehatan memimpin kenaikan.
  • Kospi melonjak 4,4% pada Rabu pagi menurut AFP setelah laba SpaceX dan perkiraan penjualan Super Micro Computer meredakan kecemasan soal AI.
  • Dolar AS melemah pada Selasa, dan pasar berjangka memberi peluang sekitar 17% untuk kenaikan suku bunga The Fed pada rapat 27-28 Oktober menurut Mitrade.

Gotrade News - Dow Jones naik 1,02% ke 52.495,88 dan dolar AS melemah pada perdagangan Selasa (20/10), menurut kumparan dan Saxo. Rabu pagi, Kospi Korea Selatan melonjak 4,4% menurut AFP setelah laba sejumlah emiten teknologi AS meredakan kecemasan soal AI, sementara pasar menanti rapat FOMC The Fed pada 27-28 Oktober.

Indeks S&P 500, acuan SPDR S&P 500 ETF Trust (SPY), naik 0,28% ke 7.712,57, sedangkan Nasdaq Composite turun tipis 0,02% ke 26.424,82. Melansir kumparan yang mengutip Reuters, sektor kesehatan memimpin kenaikan hingga mencetak rekor, dengan Eli Lilly (LLY) sebagai penyumbang terbesar kenaikan S&P 500.

Sebaliknya, sektor teknologi turun 0,3% dan menjadi pemberat terbesar S&P 500, setelah sempat pulih pada perdagangan Senin (19/10) dari aksi jual pekan lalu akibat kekhawatiran biaya dan pendanaan belanja AI. Jim Baird, Chief Investment Officer Plante Moran Financial Advisors, menilai investor saham masih sedikit skeptis terhadap investasi AI dan mencari peluang lain di luar teknologi, dilansir kumparan.

Baca juga: Saham Meta Turun 1,6%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Pasar bergerak saat suku bunga acuan AS sudah kembali naik. Menurut pernyataan FOMC Federal Reserve edisi Juni, Juli, dan September 2026, berikut tiga keputusan terakhir The Fed:

Rapat FOMC

Keputusan

Kisaran Fed Funds

Hasil Voting

16-17 Juni 2026

Tahan

3,50% hingga 3,75%

12-0

28-29 Juli 2026

Tahan

3,50% hingga 3,75%

9-3, tiga anggota memilih naik 25 bps

15-16 September 2026

Naik 25 bps

3,75% hingga 4,00%

12-0

Data Pasar SPY, LLY dan SMCI

Kode

Harga penutupan

Perubahan harian

SPY

$769,05

+0,34%

LLY

$1.283,66

+3,49%

SMCI

$32,47

+1,15%

Data penutupan sesi reguler 20 Oktober 2026 waktu New York. Harga dan perubahan: Yahoo Finance, dicek silang dengan harga penutupan di Nasdaq.com.

Kospi Rebound 4,4% Usai Laba SpaceX dan Super Micro

Bursa Asia berbalik menguat pada Rabu (21/10). Menurut AFP, sekitar pukul 02.30 GMT Kospi naik 4,4% ke 5.799,33, Nikkei 225 naik 1,2% ke 64.823,55, dan Hang Seng naik 0,3% ke 23.930,98. Saham SK Hynix dan Samsung Electronics masing-masing melonjak sedikitnya 7%.

Baca juga: Saham Netflix (NFLX) Turun 1,7%, Ini Sentimennya (21 Oktober 2026)

Penguatan itu membalik koreksi sehari sebelumnya. Dilansir Saxo, Kospi anjlok 3,7% ke 5.552,74 pada Selasa, dengan saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun sekitar 3% hingga 4% akibat kekhawatiran belanja AI.

Pemicunya datang dari Amerika. SpaceX membukukan laba US$4,4 miliar pada Juli-September dengan pendapatan naik 161% menjadi US$14,6 miliar, menurut AFP. Adapun Super Micro Computer (SMCI) merilis perkiraan awal penjualan US$18,5 miliar hingga US$19,5 miliar, di atas estimasi US$15 miliar, melansir Saxo.

"Kinerja yang jelas melampaui ekspektasi dan kabar korporasi yang konstruktif membantu meredakan sebagian kecemasan soal AI," kata Tim Waterer dari KCM Trade, dikutip AFP.

Dampak The Fed dan Dolar Melemah ke Saham Teknologi AS

Dari sisi kebijakan, Ketua The Fed Kevin Warsh pada Jumat (16/10) menyebut bank sentral telah mengurangi sebagian akomodasi moneter lewat kenaikan 25 bps pada September, menurut ActionForex. Warsh tidak memberi sinyal soal keputusan Oktober, tetapi menyoroti investasi terkait AI sebagai sumber permintaan sekaligus potensi tekanan inflasi.

Tekanan inflasi memang belum reda. Saxo mencatat inflasi konsumen (CPI) AS September berada di 3,7% secara tahunan, dan kekhawatiran inflasi akibat harga minyak membuat arah suku bunga The Fed kian tidak pasti. Pada Selasa, imbal hasil US Treasury 10 tahun turun 2,6 basis poin ke 5,117%.

Di pasar valas, Saxo mencatat seluruh mata uang G10 sempat menguat terhadap dolar AS pada titik terlemahnya di sesi Selasa, dengan poundsterling termasuk yang terkuat di GBP/USD 1,3374. Sebelumnya, indeks dolar AS (DXY) turun ke kisaran 101,69 pada Jumat (16/10) dari puncak 102,945 usai rilis CPI, menurut ActionForex, lalu naik 0,20% ke 101,99 pada Senin (19/10), menurut Mitrade.

Di luar teknologi, indeks S&P 500 Value naik 0,9% sementara S&P 500 Growth turun 0,2%, dan Russell 2000 menguat 1,7%, dilansir kumparan.

Kapan Jadwal FOMC Berikutnya?

Rapat FOMC berikutnya digelar pada 27-28 Oktober 2026, menurut kalender resmi Federal Reserve, disusul rapat 8-9 Desember. Menurut Mitrade, pasar berjangka memberi peluang sekitar 17% untuk kenaikan suku bunga pada rapat Oktober dan sekitar 90% untuk kenaikan hingga Desember.

Sebelum rapat itu, pelaku pasar juga menanti laporan keuangan Meta dan Tesla pada Rabu (21/10), dilansir kumparan.

Artikel ini disusun untuk tujuan edukasi dan informasi, bukan nasihat investasi. Keputusan investasi ada di tangan kamu setelah melakukan riset mandiri.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Setya Mahardika
Ditulis oleh
Setya Mahardika
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1 juta+

Gotraders 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
Traders League IV

Total hadiah
lebih dari $4000

termasuk langganan
TradingView untuk
semua pemenang

Daftar sekarang

*Syarat dan ketentuan berlaku