Apa Itu FOMC? Pengertian, Fungsi, dan Dampaknya bagi Investor

Gabriella SabatiniGabriella SabatiniHendrie Saputra
Ditinjau oleh Hendrie Saputra

Bagikan artikel

Apa Itu FOMC? Pengertian, Fungsi, dan Dampaknya bagi Investor

Ringkasan

  • FOMC adalah komite dalam Federal Reserve System yang menentukan arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
  • Keputusan FOMC terutama berkaitan dengan federal funds rate dan dipengaruhi kondisi inflasi, pasar tenaga kerja, serta pertumbuhan ekonomi.
  • Dampak FOMC dapat dirasakan pada saham AS, dolar, dan obligasi, tergantung pada seberapa berbeda keputusan FOMC dari ekspektasi investor.

Pernah melihat harga saham AS bergerak cukup tajam hanya karena satu pengumuman dari The Fed? Salah satu momen yang sering menjadi perhatian investor adalah FOMC meeting. Menjelang rapat, pasar biasanya mulai memperkirakan apakah kebijakan moneter AS akan lebih ketat, tetap, atau justru lebih longgar. Tak heran jika istilah FOMC sering muncul dalam berita ekonomi dan pembahasan pasar saham.

Lalu, apa itu FOMC dan mengapa keputusannya bisa ikut memengaruhi pergerakan saham, dolar AS, hingga obligasi? Dalam artikel ini, kita akan membahas pengertian FOMC, apa yang terjadi dalam rapatnya, arti hawkish dan dovish, hingga alasan pasar bisa bergerak bahkan sebelum hasil FOMC diumumkan.

Apa Itu FOMC?

FOMC merupakan singkatan dari Federal Open Market Committee, yaitu komite dalam Federal Reserve System yang bertanggung jawab menentukan arah kebijakan moneter AS. Dalam rapatnya, FOMC menilai kondisi ekonomi dan keuangan untuk menentukan stance atau arah kebijakan moneter yang sesuai.

Baca juga: RDN Saham untuk Investasi, Ini Fungsi hingga Cara Mencairkannya

Menurut Federal Reserve, kebijakan FOMC diarahkan untuk mendukung dua tujuan utama, yaitu maximum employment atau tingkat penyerapan tenaga kerja yang maksimal secara berkelanjutan dan stable prices atau kestabilan harga. Salah satu sarana utama yang digunakan untuk menyesuaikan stance kebijakan tersebut adalah target federal funds rate.

Jadi, jika kamu menemukan istilah FOMC dalam berita pasar, konteksnya bukan hanya tentang kenaikan atau penurunan suku bunga. Investor juga memperhatikan bagaimana FOMC melihat kondisi ekonomi dan arah kebijakan moneter ke depan.

FOMC dan The Fed, Apa Bedanya?

FOMC dan The Fed sering digunakan dalam konteks yang sama, tetapi keduanya bukan hal yang identik. Perbedaannya terletak pada cakupan dan fungsinya:

Baca juga: Contribution Margin: Rumus, Cara Hitung, dan Fungsinya

Istilah

Pengertian

Fungsi Utama

The Fed (Federal Reserve System)

Sistem bank sentral Amerika Serikat

Menjalankan berbagai fungsi bank sentral, termasuk kebijakan moneter, pengawasan perbankan, dan menjaga stabilitas sistem keuangan

FOMC (Federal Open Market Committee)

Komite dalam Federal Reserve System yang bertanggung jawab atas keputusan kebijakan moneter tertentu

Menentukan arah kebijakan moneter, terutama melalui target federal funds rate

FOMC Meeting

Pertemuan FOMC

Membahas kondisi ekonomi dan keuangan serta menetapkan keputusan kebijakan moneter

Jadi, sederhananya, The Fed adalah sistem bank sentral Amerika Serikat, FOMC adalah komite yang bertugas menentukan arah kebijakan moneter, sedangkan FOMC meeting adalah pertemuan untuk membahas dan menetapkan kebijakan tersebut.

Baca Juga: Cara Menabung Saham Rutin agar Investasi Lebih Konsisten

Siapa Saja Anggota FOMC?

FOMC memiliki 12 anggota voting. Komposisinya terdiri dari tujuh anggota Board of Governors, Presiden Federal Reserve Bank of New York, serta empat presiden Federal Reserve Bank lainnya yang mendapatkan hak suara secara bergilir.

Namun, pembahasan dalam FOMC tidak hanya diikuti oleh anggota yang memiliki hak suara. Menurut Federal Reserve, seluruh presiden dari 12 Reserve Banks menghadiri meeting dan ikut berpartisipasi dalam diskusi, meskipun hanya anggota FOMC yang sedang memiliki posisi voting yang memberikan suara dalam keputusan kebijakan.

Kapan FOMC Mengadakan Rapat?

FOMC mengadakan delapan rapat terjadwal setiap tahun, dengan jarak sekitar enam minggu. Komite juga dapat mengadakan rapat tambahan apabila kondisi ekonomi dan keuangan membutuhkan pembahasan lebih lanjut.

Karena hasil rapat dapat memengaruhi ekspektasi investor, jadwal FOMC biasanya menjadi salah satu agenda penting dalam kalender ekonomi.

Apa yang Dibahas dan Diputuskan dalam FOMC Meeting?

Dalam FOMC meeting, anggota komite mengevaluasi berbagai kondisi ekonomi dan keuangan yang dapat memengaruhi perekonomian AS. Menurut Federal Reserve, pembahasan ini mencakup perkembangan inflasi, pasar tenaga kerja, pertumbuhan ekonomi, serta outlook dan berbagai risiko yang dapat memengaruhi perekonomian.

Dari pembahasan tersebut, FOMC kemudian menentukan stance kebijakan moneter yang dinilai sesuai dengan kondisi ekonomi dan tujuan jangka panjangnya. Salah satu keputusan yang paling diperhatikan investor adalah target range federal funds rate, yang menjadi alat utama untuk menyesuaikan arah kebijakan moneter AS. Secara umum, FOMC mempertimbangkan:

  • Inflasi: apakah tekanan harga masih tinggi atau mulai mereda.

  • Pasar tenaga kerja: kondisi lapangan kerja, tingkat pengangguran, dan perkembangan upah.

  • Pertumbuhan ekonomi: bagaimana aktivitas ekonomi AS berkembang.

  • Kondisi dan risiko ekonomi: berbagai faktor yang dapat memengaruhi prospek perekonomian.

  • Federal funds rate: menentukan target range suku bunga yang menjadi instrumen utama kebijakan moneter.

Menurut Federal Reserve, perubahan target federal funds rate dapat memengaruhi suku bunga jangka pendek dan kondisi keuangan secara lebih luas. Perubahan tersebut kemudian dapat memengaruhi keputusan rumah tangga dan perusahaan terkait konsumsi, investasi, serta aktivitas ekonomi.

Apa Arti Hawkish dan Dovish dalam FOMC?

Ketika membaca berita tentang FOMC, kamu mungkin sering menemukan istilah hawkish dan dovish. Keduanya menggambarkan arah atau stance kebijakan moneter.

Apa Itu Hawkish?

Hawkish menggambarkan kebijakan atau pernyataan yang cenderung mendukung kebijakan moneter lebih ketat. Misalnya, FOMC dapat memberikan sinyal bahwa suku bunga perlu dipertahankan lebih tinggi untuk waktu lebih lama guna menjaga inflasi tetap terkendali.

Karena itu, hawkish tidak selalu berarti FOMC menaikkan suku bunga dalam meeting tersebut. Sebuah keputusan dapat dianggap lebih hawkish apabila komunikasinya menunjukkan kecenderungan kebijakan yang lebih ketat dibandingkan ekspektasi sebelumnya.

Apa Itu Dovish?

Sebaliknya, dovish menggambarkan kebijakan atau komunikasi yang cenderung lebih akomodatif atau longgar. Misalnya, FOMC dapat memberikan sinyal mengenai kemungkinan pelonggaran kebijakan apabila kondisi ekonomi dan inflasi mendukung. Sama seperti hawkish, dovish tidak selalu berarti suku bunga langsung diturunkan. Yang perlu diperhatikan adalah arah kebijakan secara keseluruhan.

Bagaimana FOMC Memengaruhi Pasar?

FOMC mempengaruhi pasar

Catatan: Reaksi pasar dipengaruhi oleh perbedaan antara keputusan FOMC dan ekspektasi investor sebelumnya.

https://sasha.tr8.id/files/3703

Keputusan FOMC dapat memengaruhi berbagai aset karena perubahan kebijakan moneter turut mengubah ekspektasi terhadap suku bunga dan kondisi keuangan.

Federal Reserve menjelaskan bahwa keputusan kebijakan moneter memengaruhi suku bunga jangka pendek saat ini dan yang diperkirakan, kemudian memengaruhi kondisi keuangan secara keseluruhan serta keputusan ekonomi rumah tangga dan bisnis.

Dampak FOMC terhadap Saham AS

Bagi investor saham AS, perubahan ekspektasi suku bunga setelah FOMC dapat memengaruhi valuasi dan sentimen pasar. Kebijakan yang lebih hawkish dengan ekspektasi suku bunga lebih tinggi dapat meningkatkan biaya modal dan discount rate, sehingga berpotensi menekan valuasi saham, terutama saham yang mengandalkan pertumbuhan di masa depan.

Sebaliknya, kebijakan yang lebih dovish dapat menciptakan kondisi keuangan yang lebih longgar dan mendukung aset berisiko. Meski begitu, pergerakan saham tidak selalu otomatis naik atau turun karena pasar juga mempertimbangkan kondisi ekonomi serta ekspektasi yang sudah terbentuk sebelumnya.

Dampak FOMC terhadap Dolar AS dan Obligasi

Perubahan ekspektasi suku bunga AS juga dapat memengaruhi dolar AS dan pasar obligasi. Kebijakan yang lebih ketat cenderung meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar, sementara di pasar obligasi, perubahan ekspektasi suku bunga dapat memengaruhi yield dan harga obligasi.

Secara umum, kenaikan yield berkaitan dengan penurunan harga obligasi yang sudah beredar, sedangkan penurunan yield dapat mendorong kenaikan harga obligasi tersebut.

Kenapa Pasar Bisa Bergerak Sebelum Hasil FOMC?

Pergerakan pasar tidak selalu baru dimulai setelah FOMC mengumumkan keputusannya. Investor biasanya sudah membentuk ekspektasi sebelum meeting berdasarkan data ekonomi, pernyataan pejabat The Fed, kondisi inflasi, pasar tenaga kerja, dan perkembangan ekonomi lainnya.

Dilansir dari Investopedia, keputusan FOMC menjadi perhatian pasar karena investor berusaha memperkirakan apakah bank sentral akan memperketat atau melonggarkan kebijakan moneternya. Artinya, pasar dapat bergerak ketika ekspektasi terhadap keputusan FOMC berubah, bahkan sebelum pengumuman resmi.

Ekspektasi Pasar Menentukan Besarnya Reaksi

Yang penting bukan hanya apa keputusan FOMC, tetapi juga seberapa berbeda keputusan tersebut dari ekspektasi pasar.

Ekspektasi Pasar

Keputusan FOMC

Potensi Reaksi

Suku bunga tetap

Tetap

Reaksi bisa relatif terbatas

Suku bunga tetap

Naik

Bisa mengejutkan pasar dan memicu volatilitas

Suku bunga naik

Tetap

Bisa dianggap lebih dovish dari perkiraan

Suku bunga turun

Tetap

Bisa dianggap lebih hawkish dari perkiraan

Misalnya, jika mayoritas investor sudah memperkirakan suku bunga akan tetap, keputusan untuk mempertahankannya mungkin tidak terlalu mengejutkan. Namun, jika FOMC memberikan sinyal yang jauh lebih hawkish daripada perkiraan, pasar tetap dapat bergerak signifikan meskipun suku bunga pada meeting tersebut tidak berubah.

Baca Juga: 8 Aplikasi Investasi Saham 2026 yang Aman, Bisa Pakai Modal Kecil

Apa yang Perlu Dilihat Setelah FOMC Meeting?

Keputusan suku bunga bukan satu-satunya informasi yang perlu diperhatikan investor. Beberapa publikasi dan komunikasi setelah meeting dapat membantu memahami alasan di balik keputusan serta arah kebijakan moneter berikutnya.

  • FOMC Policy Statement. Dokumen yang merangkum keputusan kebijakan dan penilaian FOMC terhadap kondisi ekonomi. Investor dapat menggunakannya untuk melihat apakah pandangan FOMC terhadap inflasi, tenaga kerja, dan ekonomi mengalami perubahan.

  • Press Conference dan Economic Projections. Chair Federal Reserve memberikan penjelasan mengenai keputusan dan kondisi ekonomi dalam press conference. Pada meeting tertentu, Federal Reserve juga menerbitkan Summary of Economic Projections (SEP) yang memberikan gambaran mengenai proyeksi ekonomi dan suku bunga.

  • FOMC Minutes. Berisi pembahasan yang lebih rinci mengenai pertimbangan anggota FOMC selama meeting. Minutes biasanya dirilis sekitar tiga minggu setelah keputusan, sehingga dapat memberikan informasi tambahan mengenai alasan dan arah kebijakan FOMC.

Kenali Pergerakan Pasar AS Bersama Gotrade

Memahami apa itu FOMC dapat membantu investor mengenali salah satu faktor makroekonomi yang berpotensi memengaruhi pasar saham AS. Dengan memahami keputusan suku bunga, arah kebijakan moneter, dan respons pasar terhadap hasil FOMC, kamu dapat lebih siap menghadapi berbagai kondisi pasar.

Gotrade dapat menjadi salah satu platform untuk mengakses dan berinvestasi pada saham AS sesuai dengan strategi dan profil risiko kamu.

Referensi:
Investopedia. “Federal Open Market Committee (FOMC): What It Is and Does”

Federalreserve.gov “What is the FOMC and when does it meet?”

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Gabriella Sabatini
Ditulis oleh
Gabriella Sabatini
Gabriella dengan pengalaman 2+ tahun sebagai Content Writer yang telah menangani berbagai niche, mulai dari digital marketing, mental health, parenting, travel, furniture, teknologi, hingga finansial. Ia memiliki ketertarikan dalam menulis topik seputar finansial dan investasi. Berbekal latar belakang S1 Ilmu Komunikasi konsentrasi Jurnalistik, ia terbiasa melakukan riset, keyword research, menulis artikel yang mengikuti prinsip E-E-A-T, serta melakukan editing dan proofreading agar konten lebih akurat, relevan, dan nyaman dibaca.
Baca lebih lanjut
Hendrie Saputra
Ditinjau oleh
Hendrie Saputra
Expert Reviewer
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.
Baca lebih lanjut

Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left

Welcome Reward hingga $1.888

Buat akun dan trading saham AS di Gotrade

*Syarat dan ketentuan berlaku