Gotrade News - Induk usaha Google, Alphabet, baru saja melaporkan lonjakan laba kuartalan yang melampaui ekspektasi analis berkat kekuatan bisnis iklan dan layanan AI. Kenaikan ini menjadi bukti bahwa raksasa teknologi tersebut makin kokoh di tengah persaingan kecerdasan buatan yang ketat.
Momentum positif ini terjadi ketika perusahaan berhasil mempertahankan pertumbuhan iklan digital di atas 10 persen selama tiga kuartal berturut-turut. Hal ini menunjukkan bahwa bisnis inti Google tetap relevan meski usianya sudah hampir tiga dekade sejak era internet dimulai.
Key Takeaways
-
Laba Alphabet naik 30 persen menjadi $34,5 miliar, didorong oleh pendapatan Cloud dan iklan.
-
Perusahaan berencana menggandakan belanja modal hingga $185 miliar pada 2026 untuk infrastruktur AI.
-
Apple resmi menggandeng teknologi Gemini milik Google untuk memperbarui fitur Siri.
Laporan terbaru AP News mencatat laba kuartal keempat Alphabet naik 30 persen secara tahunan menjadi $34,5 miliar. Sementara itu, pendapatan perusahaan juga tumbuh 18 persen menyentuh angka $113,8 miliar pada periode yang sama.
CEO Alphabet, Sundar Pichai, menegaskan bahwa mesin pencari Google kini makin sering digunakan seiring ekspansi fitur berbasis AI yang agresif. Divisi Google Cloud yang menopang layanan data center AI bahkan mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 48 persen menjadi $17,7 miliar.
Pertaruhan Besar di Infrastruktur AI
Meski kinerja finansial sangat positif, investor masih menyoroti rencana belanja modal jumbo yang diproyeksikan mencapai $185 miliar tahun ini. Menurut AP News, angka tersebut naik dua kali lipat dari pengeluaran sebelumnya demi mengejar kapasitas komputasi AI.
Kekhawatiran mengenai besarnya biaya infrastruktur ini sempat membuat harga saham Alphabet bergerak fluktuatif setelah laporan dirilis pada Rabu (04/02). Namun, analis pasar menilai langkah ini sebagai strategi ofensif untuk memperlebar jarak dari kompetitor seperti OpenAI dan bukan sekadar bertahan.
Dominasi teknologi Google makin tervalidasi setelah Apple sepakat menggunakan teknologi Gemini untuk pembaruan fitur Siri yang tertunda. Kesepakatan strategis ini terjadi saat kedua perusahaan sama-sama memiliki valuasi pasar sebesar $4 triliun.
Di sisi regulasi, Google mendapat sedikit angin segar setelah hakim federal menolak ide pemecahan bisnis browser Chrome terkait kasus monopoli. Keputusan ini didasari pandangan hakim bahwa kebangkitan kompetisi AI secara alami akan membantu menyeimbangkan pasar pencarian digital.
Manfaatkan Volatilitas Google dengan Options
Pergerakan harga saham Google yang fluktuatif pasca rilis laporan keuangan menciptakan peluang unik bagi trader. Kamu tidak perlu menunggu harga saham naik stabil untuk mendapatkan potensi keuntungan.
Dengan trading Options ETF GOOG, kamu bisa mengambil posisi long (Call) atau short (Put) untuk meraih profit dari volatilitas pasar, baik saat harga naik maupun turun.
Itu dia rangkuman terbaru yang perlu diperhatikan pasar hari ini. Ikuti Gotrade News untuk update saham dan ETF AS, plus perkembangan makro yang relevan untuk investor Indonesia. Untuk belajar lebih terstruktur, kunjungi Panduan Gotrade agar memahami investasi saham Amerika secara lengkap.
Jika ingin merespons berita ini, pantau pergerakan aset dan cek portofolio di aplikasi Gotrade. Investasi saham dan ETF AS di Gotrade bisa dimulai dari Rp15 ribu, lalu sesuaikan langkah dengan tujuan dan profil risiko. Download dan buka aplikasi Gotrade sekarang!
Referensi:
-
AP News, Google’s quarterly results paint a picture of an internet powerhouse getting stronger in AI age. Diakses pada 5 Februari 2026
-
Featured Image: Shutterstock











