Harga Bensin AS Tembus $4,50 Saat Minyak Anjlok pada Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Bensin AS Tembus $4,50 Saat Minyak Anjlok pada Iran

Share this article

Gotrade News - Pengemudi di Amerika Serikat menghadapi rekor baru harga bensin pada Rabu. Rata-rata nasional bensin reguler versi AAA naik ke $4,536, tepat di bawah rekor sepanjang masa $4,957 pada Juni 2022.

Pada saat yang sama, pasar minyak mentah grosir bergerak berlawanan arah. WTI turun di bawah $93 per barel setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran mendekati kesepakatan kerangka untuk meredakan ketegangan di Selat Hormuz.

Poin Penting

  • AAA mencatat rata-rata bensin reguler AS di $4,536 pada Rabu, naik dari $4,483 sehari sebelumnya dan $4,119 sebulan lalu.
  • WTI diperdagangkan di bawah $93 per barel, turun lebih dari 9% pada sesi tersebut, sementara Brent anjlok sekitar 11% ke bawah $100.
  • Laporan kerangka kesepakatan mencakup moratorium pengayaan nuklir, pelonggaran sanksi, pelepasan dana beku, dan pembukaan kembali Selat Hormuz.

Harga Pompa Menguji Puncak 2022

Menurut AAA, rata-rata nasional sudah naik dari $4,229 sepekan lalu dan $3,158 setahun lalu. Angka saat ini hanya sekitar 8 sen di bawah rekor $4,957 yang tercatat pada Juni 2022.

Disparitas regional masih lebar. AAA menunjukkan California di $6,16 per galon, jauh di atas rata-rata nasional dan menempati ujung atas distribusi harga AS.

Seperti dilaporkan Fox Business, kilang dan peritel sudah meneruskan kenaikan biaya input selama sebulan terakhir. Laju pass-through ini biasanya tertinggal satu hingga tiga pekan dari pergerakan grosir.

Permintaan musim liburan turut menjadi faktor. Mendekati akhir pekan Memorial Day, konsumsi bensin biasanya melonjak dan memperketat pasokan ritel di sisi marjin.

Minyak Mentah Anjlok pada Laporan AS-Iran

Menurut NBC News, negosiator AS dan Iran sedang mengedarkan nota kesepahaman satu halaman. Kerangka tersebut dilaporkan mencakup batas pengayaan nuklir, pelonggaran sanksi, dan pelepasan dana Iran yang dibekukan di luar negeri.

Klausul yang paling sensitif bagi pasar adalah pembukaan kembali Selat Hormuz untuk lalu lintas tanker normal. Sekitar seperlima pasokan minyak global melintasi titik sempit ini, sehingga setiap pelonggaran cenderung menekan premi risiko geopolitik dengan cepat.

WTI memperpanjang penurunan 3,9% dari sesi sebelumnya dan menyentuh di bawah $93 per barel pada perdagangan intraday. Brent turun sekitar 11% ke bawah $100, pergerakan harian terbesar dalam beberapa bulan.

Menurut NBC News, kontrak berjangka indeks ekuitas ikut menguat seiring patahan harga minyak. Imbal hasil obligasi pemerintah AS sedikit melemah karena tekanan inflasi dari energi mereda berkat berita de-eskalasi.

Saham Energi Berbalik Arah Mengikuti Minyak

Saham energi berbalik turun pada Rabu seiring minyak anjlok. Investor melepas posisi di nama produsen dan berputar ke indeks ekuitas yang lebih luas menyusul berita de-eskalasi.

Di antara nama energi AS yang paling diawasi adalah Exxon Mobil dan Chevron, dua perusahaan terintegrasi terbesar. Produsen pure-play seperti ConocoPhillips biasanya memiliki beta lebih tinggi terhadap pergerakan minyak dibanding perusahaan terintegrasi.

Indeks Energy Select Sector SPDR Fund melacak 22 nama energi besar AS. ETF ini sering jadi acuan pergerakan sektor pada hari seperti Rabu kemarin.

Seperti dilaporkan Fox Business, saham kilang menghadapi posisi dua sisi. Minyak yang lebih murah bisa menopang margin jangka pendek, tetapi penurunan harga ritel berkelanjutan akan menggerus bantalan dalam hitungan pekan.

Kenapa Dua Beat Ini Bergerak Berlawanan

Bensin eceran mencerminkan persediaan produk olahan dan kontrak yang ditandatangani beberapa pekan lalu. Minyak mentah grosir bergerak mengikuti aliran geopolitik dan makro secara real time.

Menurut AAA, jeda antara minyak mentah dan harga pompa biasanya berkisar dua hingga empat pekan ke kedua arah. Selisih ini menjelaskan bagaimana angka utama AAA bisa mencetak rekor pada hari yang sama saat WTI anjlok tajam.

Margin kilang, persaingan ritel, dan pajak bahan bakar tingkat negara bagian juga melebarkan selisih. Rata-rata $6,16 di California mencerminkan persyaratan blending khusus dan struktur pajak, bukan barel marjinal minyak mentah.

Tingkat persediaan juga berperan. Cadangan Strategis Minyak AS dan stok bensin komersial bertindak sebagai penyangga yang meredam ayunan harga harian.

Pola musiman semakin memperumit gambaran ini. Permintaan bensin biasanya meningkat memasuki musim mengemudi musim panas Amerika, sehingga membatasi seberapa cepat penurunan grosir terlihat di pompa.

Implikasi Makro untuk Inflasi dan Suku Bunga

Energi adalah salah satu komponen paling volatil dalam indeks harga konsumen. Penurunan harga bensin ritel yang berkelanjutan bisa memangkas beberapa puluh basis poin dari cetakan CPI bulanan berikutnya, tergantung durasi patahan grosir.

Menurut NBC News, meja pendapatan tetap memperhitungkan ulang ujung pendek kurva imbal hasil pada berita tersebut. Pergeseran ini mencerminkan ekspektasi bahwa biaya energi yang lebih ringan memberi Federal Reserve ruang lebih luas pada jalur kebijakan.

Pasar mata uang juga merespons. Dolar AS sedikit melemah terhadap mata uang utama lainnya seiring permintaan aset safe-haven mereda berkat laporan de-eskalasi.

Lebar pasar ekuitas membaik secara paralel. Sektor yang sensitif terhadap permintaan konsumen mengungguli sektor energi saat investor mengkalibrasi ulang untuk skenario harga minyak lebih rendah.

Yang Diawasi Investor Selanjutnya

Pemeriksaan pertama adalah apakah MOU yang dilaporkan akan ditandatangani dan dipublikasikan pekan ini. Teks resmi kemungkinan akan mengunci pergerakan minyak dan mulai diteruskan ke harga grosir bensin dalam hitungan hari.

Pemeriksaan kedua adalah cetakan harian AAA berikutnya dan laporan persediaan mingguan EIA. Seperti dilaporkan Fox Business, pelaku pasar akan mencari sinyal pertama bahwa harga pompa mulai berbalik turun setelah patahan grosir.

Pemeriksaan ketiga adalah komunikasi OPEC+ soal kuota produksi. Pembukaan Hormuz yang dipadukan dengan output OPEC+ stabil bisa mengunci minyak mentah pada rentang yang lebih rendah selama beberapa pekan.

Posisi di saham energi adalah penanda terakhir. Arus keluar berkelanjutan dari ETF dengan bobot produsen tinggi akan mengonfirmasi rotasi keluar dari trade risiko pasokan menuju saham siklikal yang sensitif terhadap permintaan.

Sumber

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade