Yen Menguat ke Level Tertinggi 2 Bulan terhadap Dolar

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Yen Menguat ke Level Tertinggi 2 Bulan terhadap Dolar

Share this article

Gotrade News - Yen Jepang melonjak ke level tertinggi dua bulan terhadap dolar AS pada 6 Mei. Pergerakan ini terjadi saat trader menimbang spekulasi intervensi baru dan harapan de-eskalasi Iran.

Menurut Bloomberg, yen menguat hingga 1,8% dalam jendela setengah jam sore hari Asia. Pasangan mata uang ini menyentuh ¥155,04 per dolar sebelum kembali ke ¥156 pada pembukaan London.

Pembalikan ini tajam karena dolar-yen ditutup di atas ¥157 pada 5 Mei. Pergerakan itu membalik pasangan dari level terendah satu tahun untuk yen ke tertinggi dua bulan dalam waktu satu pekan.

Poin Penting

  • Yen mencapai level tertinggi 2 bulan di ¥155,04 per dolar setelah melemah melewati ¥157 pada 5 Mei.
  • Pendorongnya adalah spekulasi intervensi dan harapan gencatan senjata Iran, bukan pelemahan dolar luas.
  • Indeks DXY bertahan di kisaran pertengahan 98, ditopang aliran safe-haven dari isu perang Iran.

Dari 160 ke 155 dalam Enam Hari

Pergerakan terbaru ini memperluas pembalikan tajam yang dimulai 30 April. Yen sempat melemah ke ¥160,72 hari itu, level terendah dalam kurang lebih satu tahun terhadap dolar.

Menurut Bloomberg, level tersebut memicu intervensi pertama BOJ dan Kementerian Keuangan sejak Juli 2024. Otoritas Jepang menggelontorkan estimasi $34,5 miliar, atau sekitar 5,48 triliun yen, untuk menahan pelemahan mata uang.

The Japan Times melaporkan bahwa aksi tersebut mengingatkan pada episode Juli 2024, saat otoritas mengerahkan sekitar $36,8 miliar. Trader menganggap aksi 30 April sebagai konfirmasi bahwa Tokyo tidak akan membiarkan yen jatuh ke kisaran 160-an.

Perjalanan enam hari dari ¥160,72 kembali ke ¥155,04 adalah pergerakan sekitar 3,5%. Magnitudo itu tidak biasa untuk pasangan mata uang utama di luar momen titik balik kebijakan.

Amunisi Intervensi dan Batasan IMF

Reli pada 6 Mei mencerminkan ekspektasi pasar terhadap aksi lanjutan jika yen kembali melemah. Menurut CNBC, Goldman Sachs memperkirakan Jepang masih memiliki amunisi untuk sekitar 30 intervensi lagi dengan ukuran serupa.

Angka itu menutupi batasan operasional yang lebih ketat. The Japan Times melaporkan bahwa aturan IMF membatasi seberapa sering Jepang bisa melakukan intervensi tanpa kehilangan klasifikasi mata uang freely floating.

Berdasarkan kerangka itu, Jepang hanya bisa menjalankan dua lagi jendela intervensi tiga hari sampai November. Setiap jendela biasanya menggabungkan pembelian yen dengan peringatan verbal dari pejabat senior Kementerian Keuangan.

Batasan ketat itulah yang sebenarnya sedang dihargai oleh spekulan. Jepang bisa membela level tertentu, tapi tidak bisa menjalankan program defensif berkelanjutan tanpa tekanan dari IMF.

Menurut Bloomberg, ketegangan itu menjelaskan mengapa reli yen cenderung tajam dan singkat, bukan lambat dan stabil. Setiap aksi defensif menarik kapasitas masa depan ke saat ini.

De-Eskalasi Iran Tambah Lapisan Risk-On

Dorongan kedua untuk reli datang dari Timur Tengah. Menurut Bloomberg, sinyal gencatan senjata kembali ditegaskan pada 6 Mei, dengan operasi di Selat Hormuz dilaporkan dihentikan sementara.

Hal itu meredakan salah satu risiko ekor utama yang menopang dolar sepanjang April. Menurut CNBC, sesi sebelumnya menunjukkan yen melemah saat kekhawatiran perang Timur Tengah mendongkrak permintaan dolar luas.

Pembalikan pada 6 Mei mengurai sebagian aliran safe-haven tersebut. Trader yang memegang posisi long dolar-yen sebagai lindung nilai guncangan minyak bergerak melakukan profit-taking.

Sinyal Selat Hormuz penting karena sekitar seperlima pengiriman minyak global melewati selat tersebut. Setiap jeda eskalasi mengalir ke harga minyak dalam sesi yang sama.

Indeks Dolar Bercerita Lain

Reli yen tidak diikuti oleh keruntuhan dolar. Indeks DXY berdagang di kisaran pertengahan 98 pada 5 dan 6 Mei, ditopang aliran safe-haven yang sama dari isu perang Iran.

Menurut Bloomberg, indeks ini tetap jauh di atas level terendah awal 2026. Pelemahan 6 Mei terkonsentrasi pada cross dolar-yen, bukan pelemahan dolar berbasis luas.

Pola ini penting untuk strategi posisi. Pergerakan spesifik pasangan terkait risiko intervensi berperilaku berbeda dengan tren turun dolar struktural.

Jalur Fed: Lebih Hawkish, Bukan Dovish

Ekspektasi suku bunga bergeser ke arah yang berlawanan dari asumsi banyak pembaca. The Japan Times melaporkan probabilitas kenaikan suku bunga Fed akhir tahun naik ke sekitar 35%, dari di bawah 10% pada Jumat sebelumnya.

Pendorongnya adalah inflasi minyak akibat perang Iran, bukan pertumbuhan AS. Harga minyak yang lebih tinggi mengalir ke CPI utama, menaikkan ambang batas untuk pemangkasan suku bunga Fed di 2026.

Bagi trader yen, latar belakang itu membatasi sejauh mana reli bisa berlanjut hanya berbasis selisih suku bunga. Strategi carry trade masih lebih menguntungkan memegang dolar dibanding yen pada selisih kebijakan AS-Jepang saat ini.

Pergerakan 6 Mei karena itu lebih tepat dibaca sebagai peristiwa positioning, bukan perubahan rezim. Ini menguntungkan trader yang melawan pelemahan yen ekstrem, bukan yang menanti pembalikan struktural.

Yang Perlu Diperhatikan Selanjutnya

Ujian jangka pendek adalah apakah ¥155 bertahan sebagai resistance bagi pembeli dolar. Penembusan kembali di atas ¥157 akan memunculkan kembali risiko intervensi sebagai narasi utama.

Bagi investor yang ingin eksposur yen tanpa trading FX langsung, Invesco CurrencyShares Japanese Yen Trust (FXY) mengikuti kurs spot. iShares MSCI Japan ETF (EWJ) menawarkan proksi ekuitas Jepang yang lebih luas dan sering bergerak mengikuti sentimen yen.

Trader perlu memperhatikan komunikasi BOJ berikutnya dan komentar IMF terkait laju intervensi Jepang. Keduanya akan menentukan apakah level tertinggi 6 Mei menjadi plafon atau sekadar persinggahan.

Variabel lain adalah arus berita Timur Tengah. Pembalikan jeda Selat Hormuz kemungkinan akan kembali melemahkan yen lewat pembelian dolar berbasis safe-haven.

Bagi investor ritel Indonesia, bacaan paling bersih adalah ini pergerakan positioning di FX, bukan cerita ekuitas AS. Eksposur ekuitas ke Jepang lewat EWJ tetap keputusan terpisah yang digerakkan laporan keuangan Jepang dan panduan suku bunga BOJ.

Sumber

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade