Gotrade News - Harga emas spot dunia anjlok 1,94% menjadi USD 4.524,11 per troy ons pada Senin (4/5). Pelemahan ini menandai level terendah dalam lebih dari sebulan setelah eskalasi konflik di Timur Tengah.
Penguatan dolar Amerika Serikat menambah tekanan pada komoditas berdenominasi greenback tersebut. Kekhawatiran inflasi yang muncul kembali turut menahan ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.
Key Takeaways
- Emas spot turun ke USD 4.524, terendah sejak 30 Maret
- Konflik AS-Iran di Selat Hormuz dorong harga energi naik 5%
- Bart Melek dari TD Securities sebut USD 4.200 per ons sebagai support kritis
Iran dilaporkan menyerang kapal-kapal di Selat Hormuz dan membakar pelabuhan minyak di Uni Emirat Arab. Insiden tersebut menjadi eskalasi terbesar sejak gencatan senjata empat minggu lalu, menurut laporan IDX Channel.
Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas Global TD Securities, menyatakan perkembangan terkini tidak memberi keyakinan pasar. Ia memandang USD 4.200 per ons sebagai level support kritis untuk emas.
Kontrak berjangka emas Juni juga turun 2,4% ke USD 4.533,30 per troy ons. Logam mulia lain ikut terkoreksi, dengan perak melemah 3,5% dan platinum turun 2,2%.
Saham penambang emas global seperti Newmont (NEM) dan Agnico Eagle (AEM) menjadi indikator sensitivitas pasar terhadap pergerakan logam mulia. Investor juga memantau VanEck Gold Miners ETF (GDX) sebagai eksposur sektor secara luas.
Barclays memprediksi The Fed tidak akan menurunkan suku bunga sepanjang 2026. Suku bunga tinggi mengurangi daya tarik emas yang tidak menghasilkan imbal hasil bagi investor.
Pasar masih mencerna implikasi kebijakan moneter yang lebih ketat dari perkiraan. Investor memantau apakah eskalasi geopolitik dapat membalik tren risk-off pekan ini.












