Harga Emas Antam Stagnan, UBS Pegadaian Turun Lagi
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Harga emas Antam stagnan di Rp2.774.000 per gram pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026. Sementara itu, harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian kembali turun pada hari yang sama.
Pelemahan dipicu oleh data tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat dan menahan ekspektasi pemangkasan suku bunga Federal Reserve. Tekanan ini berimbas pada saham penambang emas global seperti Newmont dan Agnico Eagle.
Key Takeaways
Antam stagnan di Rp2.774.000 per gram, buyback bertahan di Rp2.584.000 per gram.
UBS 1 gram turun Rp13.000 menjadi Rp2.831.000, Galeri 24 turun Rp22.000 ke Rp2.769.000.
Emas global tertekan di bawah USD4.500 per ons akibat ekspektasi suku bunga Fed yang tinggi lebih lama.
Rincian Harga Emas Hari Ini
Menurut MetroTV, harga emas Antam bertahan di Rp2.774.000 per gram tanpa perubahan dari hari sebelumnya. Buyback Antam juga stagnan di Rp2.584.000 per gram pada perdagangan Rabu, 3 Juni 2026.
Untuk pecahan lebih besar, Antam 10 gram dipatok Rp27.235.000 dan ukuran 100 gram berada di Rp271.612.000. Transaksi buyback di atas Rp10 juta dikenai PPh 22 sebesar 1,5 persen bagi pemegang NPWP.
Dilansir MetroTV, Pegadaian menurunkan harga emas seluruh produk pada hari ini. UBS pecahan 1 gram turun Rp13.000 menjadi Rp2.831.000, sedangkan UBS 100 gram dipatok Rp274.907.000.
Galeri 24 1 gram juga turun Rp22.000 menjadi Rp2.769.000 dan pecahan 100 gram berada di Rp268.979.000. Pelemahan ini mencerminkan tekanan jual yang masih membayangi pasar emas domestik.
Melansir Liputan6, harga emas global bergerak di bawah USD4.500 per ons pada perdagangan Rabu. Harga spot tercatat di USD4.484,48 per ons atau turun 0,13 persen dari sesi sebelumnya.
Data tenaga kerja Amerika Serikat yang kuat memperkuat ekspektasi suku bunga Federal Reserve bertahan tinggi lebih lama. Kondisi ini menekan daya tarik emas sebagai aset safe haven yang tidak memberikan imbal hasil.
Tekanan dari pasar global turut membayangi saham penambang emas seperti Newmont (NEM) sebagai produsen emas terbesar di Amerika Serikat. Sentimen serupa juga menyelimuti Agnico Eagle (AEM) yang merupakan produsen emas utama asal Kanada.
Penambang berskala menengah seperti Kinross Gold (KGC) juga rentan terhadap fluktuasi harga emas global. Pergerakan saham penambang biasanya memiliki sensitivitas lebih tinggi dibandingkan pergerakan harga emas spot itu sendiri.
Di pasar domestik, Pegadaian mencatat harga emas Antam 1 gram turun menjadi Rp2.885.000 dari sebelumnya Rp2.911.000. Sementara itu, Galeri24 di Pegadaian dipatok Rp2.769.000 per gram dari posisi sebelumnya Rp2.791.000.
Untuk produk Hartadinata, harga 1 gram berada di Rp2.658.000 dan pecahan 100 gram dipatok Rp260.100.000. Pecahan 1.000 gram Hartadinata dijual di level Rp2.594.000.000 pada perdagangan hari ini.
Investor disarankan mencermati rilis data ekonomi Amerika Serikat berikutnya untuk membaca arah kebijakan moneter Federal Reserve. Arah suku bunga global akan menjadi katalis utama bagi pergerakan harga emas dalam jangka pendek.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.