Saham Apple Naik 15% di Mei, Analis Kerek Target Jelang WWDC
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Share this article
Gotrade News - Saham Apple (AAPL) melonjak 15% sepanjang Mei 2026 dan diperdagangkan di kisaran $315. Kenaikan ini terjadi menjelang konferensi WWDC yang dijadwalkan pada 8 Juni mendatang.
Momentum didorong ekspektasi pasar terhadap manfaat kecerdasan buatan bagi ekosistem perangkat Apple. Investor menilai integrasi fitur AI dapat membuka aliran pendapatan baru tanpa beban belanja modal besar.
Poin Utama
Saham Apple naik 15% pada Mei 2026 dan menyentuh kisaran $315.
Evercore ISI menaikkan target harga ke $365 dari sebelumnya $330.
Siri versi baru bertenaga AI diperkirakan diluncurkan di WWDC pada 8 Juni.
Menurut The Motley Fool, penjualan iPhone naik 22% secara tahunan pada kuartal fiskal kedua yang berakhir 28 Maret. Kapitalisasi pasar Apple kini mencapai $4,6 triliun dengan margin kotor yang kokoh di sekitar 47,86%.
Dilansir The Motley Fool, indeks Nasdaq 100 yang padat teknologi telah menguat hampir 22% sepanjang tahun ini. Angka itu jauh di atas kenaikan 11% yang dicatat indeks S&P 500 pada periode yang sama.
Reli Apple sejalan dengan minat investor pada saham teknologi besar yang dinilai siap memetik manfaat AI. Sentimen positif ini menjadi latar penting bagi ekspektasi tinggi menjelang konferensi pengembang Apple.
Dorongan AI dan Layanan
Apple menjalin kemitraan dengan Alphabet (GOOGL) untuk mengembangkan model bahasa besar khusus. Model itu akan menopang asisten Siri versi baru yang diperkirakan dirilis pada ajang WWDC.
Dilansir Insider Monkey, WWDC berlangsung pada 8 hingga 12 Juni dengan sejumlah pembaruan perangkat lunak dan fitur AI. Para analis menempatkan peluncuran Siri baru sebagai katalis terpenting dari rangkaian acara tersebut.
Melansir Insider Monkey, Evercore ISI menaikkan target harga Apple ke $365 dari $330 dan mempertahankan rating Outperform. Firma itu menilai peluncuran Apple Intelligence yang sukses bisa menciptakan pendapatan baru tanpa belanja modal sebesar para hyperscaler.
Dilansir Insider Monkey, Evercore ISI memperkirakan laba per saham dan arus kas bebas tumbuh belasan persen rendah ke menengah. Pertumbuhan itu diharapkan terjaga meski penjualan unit iPhone cenderung lemah.
Layanan margin tinggi dan model premium menjadi penopang utama profitabilitas Apple ke depan. Strategi AI Apple yang ringan modal turut membedakannya dari pesaing seperti Microsoft (MSFT).
Melansir Insider Monkey, Melius Research turut menaikkan target harga Apple ke $385 dari $355 pada 26 Mei. Firma itu menilai Apple berada di ambang momentum AI yang nyata menjelang konferensi pengembang.
Dilansir Insider Monkey, Melius menyoroti Apple yang memadukan perangkat keras dan lunak dalam satu ekosistem tepercaya. Keunggulan itu dinilai makin penting saat sistem AI bergerak ke arah yang lebih kompleks dan otonom.
Melansir Insider Monkey, Melius menggambarkan Siri baru sebagai antarmuka berbasis agen yang bisa menyaingi aplikasi chat. Firma itu memproyeksikan pendapatan Apple mendekati $613 miliar pada tahun fiskal 2028.
Inti tesis para analis adalah Apple bisa meraih pendapatan AI tanpa belanja modal sebesar para hyperscaler. Beban infrastruktur yang lebih ringan membuat potensi monetisasi fitur AI berdampak langsung ke laba.
Bagi investor ritel, fokus utama jelang WWDC adalah bukti nyata monetisasi fitur AI. Eksekusi peluncuran Siri baru akan menentukan apakah optimisme pasar dapat bertahan setelah lonjakan harga.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.