Harga Emas Menuju $5.000? Cek Rekomendasi ETF Emas 2026

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Emas Menuju $5.000? Cek Rekomendasi ETF Emas 2026

Share this article

Jakarta, Gotrade News - Emas berpotensi melanjutkan tren positif setelah mencatat kenaikan lebih dari 75 persen sepanjang tahun lalu. Kondisi ketidakpastian ekonomi global membuat instrumen ini tetap menjadi primadona bagi banyak investor.


Key Takeaways

  • Target harga emas mencapai $5.000 per ons pada kuartal keempat 2026.

Baca juga: Perang Iran Tekan Margin Korporasi Global
  • Investor mulai beralih ke ETF emas dengan struktur biaya transaksi lebih rendah.

  • Permintaan dari bank sentral dan pasar Asia tetap menjadi motor penggerak utama.


  • Baca Juga: Laba JPMorgan Tergerus Portofolio Apple, Investor Waspada

    Baca juga: Pendanaan AI Swasta Dukung Tesis Saham Chip AS

    Menurut laporan dari JPMorgan Chase & Co., harga emas diperkirakan menyentuh level $5.000 per ons. Proyeksi ini didukung oleh tingginya permintaan dari bank sentral dan institusi keuangan dunia.

    Laporan dari Bank of America Corporation juga memberikan nada optimis serupa terhadap pergerakan logam mulia. Mereka melihat adanya potensi penguatan yang signifikan hingga akhir tahun ini.

    Tren investasi emas kini bergeser dari dana konvensional menuju ETF mikro yang lebih efisien. Langkah ini diambil investor untuk menekan biaya operasional di tengah rekor harga yang tinggi.

    Berdasarkan data World Gold Council, aliran modal masuk ke ETF global terjadi selama enam bulan berturut-turut. Wilayah Asia menjadi pemimpin dalam akumulasi aset ini sebagai lindung nilai risiko pasar.

    Faktor Penentu Pergerakan Berikutnya

    Analis memprediksi ETF pertambangan emas akan memberikan performa yang lebih mengkilap dibandingkan aset fisiknya. Hal ini didorong oleh efisiensi operasional perusahaan tambang saat harga jual produk meningkat.

    Sektor tambang seringkali memberikan imbal hasil eksponensial ketika pasar emas sedang berada dalam fase bullish. Namun, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas yang biasanya melekat pada saham sektor pertambangan.

    Salah satu pilihan menarik adalah instrumen dengan rasio biaya rendah sekitar 0,1 persen. Pilihan seperti ini sangat membantu investor ritel dalam mengoptimalkan profit jangka panjang mereka.

    Dominasi permintaan dari China dan India diperkirakan akan terus berlanjut sepanjang tahun 2026. Faktor budaya dan ekonomi di kawasan tersebut memperkuat posisi emas sebagai aset aman utama.

    Baca Juga: Analis Wall Street Prediksi Saham AMD Naik ke $270

    Dengan momentum yang kuat, tahun ini bisa menjadi waktu tepat untuk meninjau kembali alokasi aset. Kejelasan strategi investasi akan menentukan hasil akhir di tengah fluktuasi pasar global.

    Referensi:


    Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

    Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


    Artikel terkait

    Dipercaya

    lebih dari

    1M+

    Trader di Indonesia 🌏

    Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

    Gotrade terdaftar & diawasi

    KominfoOJKSOCFintech Indonesia

    Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

     

    Benzinga Global Fintech Awards 2024
    Five Star Award 2024
    Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
    Highest Combined 2022
    Mockup Two Phones

    Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

    #ReadyGoTrade

    Gotrade Green Logo Top Left
    AppLogo

    Gotrade