Harga Emas Tertekan Pasca Konflik AS-Iran

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Emas Tertekan Pasca Konflik AS-Iran

Share this article

Gotrade News - Harga emas spot turun 0,8% ke US$4.498,89 per ons setelah eskalasi konflik AS-Iran akhir pekan lalu. Futures emas kontrak Agustus melemah 1,4% ke level US$4.528,90 per ons di sesi perdagangan global.

Penguatan dolar AS membuat emas lebih mahal bagi pembeli mata uang lain, menekan permintaan safe-haven. Lonjakan harga minyak Brent sebesar 3% turut menghidupkan kekhawatiran inflasi serta ekspektasi suku bunga Fed tetap tinggi lebih lama.

Key Takeaways

  • Emas spot turun 0,8% ke US$4.498,89/oz, futures Agustus melemah 1,4%.
  • Penguatan dolar AS dan lonjakan minyak picu ekspektasi Fed hawkish.
  • CME FedWatch memberi probabilitas 40% kenaikan suku bunga Fed Desember 2026.

Pemicu Koreksi Harga Emas

Menurut Kabar Bursa, kenaikan harga energi menghidupkan kembali kekhawatiran inflasi global. Ricardo Evangelista dari ActivTrades menyebut tekanan ini memperkuat ekspektasi kebijakan Fed yang lebih hawkish.

Baca juga: Negara Berkembang Pimpin Kenaikan Suku Bunga Lawan Inflasi

Dilansir IDX Channel, harga emas spot bahkan tergelincir 1,23% ke US$4.484,72 per ons. Sebelumnya, emas sempat menyentuh level tertinggi dua minggu pada perdagangan Jumat lalu.

Pelaku pasar kini memberi probabilitas 40% terhadap kenaikan suku bunga Fed pada Desember 2026. Ekspektasi suku bunga tinggi yang berkelanjutan menekan daya tarik emas sebagai aset tanpa imbal hasil.

Tekanan harga emas turut berdampak pada saham penambang emas global seperti VanEck Gold Miners ETF (GDX). Sentimen koreksi juga membayangi pergerakan saham produsen emas kelas menengah.

Baca juga: Saham Apple Naik 15% di Mei, Analis Kerek Target Jelang WWDC

Outlook Pasar Logam Mulia

Melansir Bloomberg Technoz, penutupan 1 Juni berada di US$4.483,80 per troy ons atau turun 1,27%. Pada 2 Juni pukul 06:57 WIB, harga sedikit menguat 0,01% ke US$4.484,30 per troy ons.

Jim Wyckoff dari American Gold Exchange menilai ekspektasi suku bunga tinggi yang berkelanjutan dapat terus menekan emas. Tekanan baru mereda jika imbal hasil obligasi berhenti naik atau bahkan turun.

Sinyal dari Timur Tengah masih ambigu, terutama setelah komunikasi AS-Iran tertunda akibat situasi di Lebanon. Logam mulia lain seperti perak naik 0,7% ke US$75,79 per ons, memberikan diversifikasi bagi investor melalui iShares Silver Trust (SLV).

Saham penambang emas Kanada Kinross Gold (KGC) menjadi salah satu instrumen yang sensitif terhadap pergerakan harga emas. Investor disarankan memantau pergerakan dolar dan imbal hasil obligasi sebagai indikator arah selanjutnya.

Sumber


Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade