Gotrade News - Harga emas spot turun 0,6% ke US$ 4.682,13 per troy ons pada perdagangan Senin (27/04). Pelemahan ini menjadikan emas berada di posisi terendah sejak 6 April, atau tiga pekan terakhir.
Tekanan datang dari kebuntuan negosiasi AS-Iran dan ekspektasi pertemuan bank sentral pekan ini. Pasar menanti sinyal arah suku bunga sebagai katalis berikutnya.
Key Takeaways:
- Spot emas melemah 0,6% ke US$ 4.682,13 per troy ons, terendah dalam tiga pekan terakhir.
- Tensi AS-Iran dan harga minyak tinggi menjaga premi geopolitik tetap aktif di pasar emas.
- The Fed dan bank sentral global pekan ini menjadi katalis arah suku bunga yang ditunggu pasar.
Bart Melek dari TD Securities menilai pasar masih skeptis terhadap kesepakatan kuat yang membuka kembali Selat Hormuz, mengutip idxchannel. Skeptisisme ini menjadi sentimen negatif jangka pendek bagi emas dan perak.
Harga minyak yang tinggi akibat ketidakpastian geopolitik turut memperkuat kekhawatiran inflasi. Kondisi ini secara historis memengaruhi ekspektasi suku bunga riil yang menjadi acuan harga emas.
Karoline Leavitt dari Gedung Putih menyatakan Trump telah memanggil tim keamanan nasional untuk membahas proposal Iran, mengutip Bloomberg Technoz. Iran menawarkan pembukaan kembali Selat Hormuz dengan syarat AS mengakhiri blokade pelabuhan.
Mediasi antara Washington dan Teheran berlanjut melalui perantara Pakistan, menurut sumber yang dikutip idxchannel. Trump sebelumnya membatalkan kunjungan utusannya sambil memberi sinyal Iran dapat menghubungi AS jika siap berunding.
Pertemuan FOMC pekan ini menjadi titik fokus utama bagi pelaku pasar emas global. Konsensus memperkirakan The Fed mempertahankan suku bunga, dengan pernyataan Powell menjadi penentu narasi berikutnya.
Bagi investor emas, kombinasi tensi geopolitik dan keputusan bank sentral menciptakan rentang volatilitas yang lebih lebar pekan ini. Strategi posisi kecil dengan stop loss ketat menjadi pendekatan yang relevan di kondisi seperti ini.












