Harga Minyak Naik Lagi Imbas Tensi AS-Iran di Hormuz

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Harga Minyak Naik Lagi Imbas Tensi AS-Iran di Hormuz

Share this article

Gotrade News - Harga minyak dunia kembali menanjak pada Selasa (28/04) seiring kebuntuan negosiasi Amerika Serikat dan Iran. Investor menunggu respons Presiden Donald Trump atas usulan Iran membuka kembali Selat Hormuz.

Kontrak West Texas Intermediate naik 1,13% ke US$97,46 per barel pada perdagangan kemarin. Brent ikut menanjak 1,20% ke US$109,53 setelah lonjakan 3% di sesi sebelumnya.


Key Takeaways

  • Brent naik 1,20% ke US$109,53 saat negosiasi AS-Iran mandek
  • Sekitar 6 hingga 8 tanker raksasa Iran bergerombol di Pelabuhan Chabahar
  • Lipow Oil Associates prediksi normalisasi pasokan butuh 4 hingga 6 bulan

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menegaskan Trump bertemu tim keamanan nasional pagi ini. Pertemuan membahas proposal Iran yang mensyaratkan AS mencabut blokade lebih dahulu.

Bloomberg melaporkan enam hingga delapan tanker raksasa Iran berlabuh dekat Pelabuhan Chabahar di Teluk Oman. Lokasi sama menjadi titik intersep AS atas dua tanker minyak Iran pekan lalu.

Akumulasi tanker menandakan Iran terus memuat minyak meski tekanan AS belum mereda. Stok penyimpanan domestik Iran kian menipis sehingga Teheran mempercepat pemangkasan produksi.

Andy Lipow dari Lipow Oil Associates memperkirakan gangguan pasokan mencapai 20 juta barel per hari. Estimasi mencakup minyak mentah, BBM, hingga produk petrokimia yang melewati Selat Hormuz.

Lipow memproyeksikan WTI bisa kembali ke US$100 dan Brent menembus US$110 jika negosiasi mandek. Selat Hormuz mengangkut sekitar seperlima pengiriman minyak dan gas dunia.

Indonesia merasakan dampak tidak langsung sebagai net importer minyak mentah. Eskalasi harga global menekan beban impor BBM dan kompensasi subsidi pemerintah.

Pergerakan saham minyak global menjadi indikator paling responsif atas eskalasi geopolitik ini. Kami pantau Exxon Mobil (XOM), Chevron (CVX), dan Occidental Petroleum (OXY) sebagai proxy sentimen.

Investor ritel dapat mempertimbangkan eksposur emiten energi sebagai hedging atas risiko geopolitik. Kami menilai eskalasi ini menjadi faktor penentu arah pasar minyak hingga akhir kuartal kedua.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade