IHSG Anjlok 3,38% ke 7.129, Saham Big Banks Kompak Turun

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Empat bank Himbara kompak terkoreksi, BBCA memimpin dengan penurunan 5,84%
  • Semua sektor masuk zona merah, consumer cyclicals dan energi mencatat pelemahan terdalam
  • BRI Danareksa Sekuritas menilai kombinasi rupiah lemah dan lonjakan komoditas memicu aksi jual
IHSG Anjlok 3,38% ke 7.129, Saham Big Banks Kompak Turun

Share this article

Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 3,38% atau 249,12 poin ke level 7.129,49 pada akhir perdagangan Jumat (24/04). Penurunan ini menjadi hari kelima berturut-turut bursa saham Indonesia berada di teritori negatif.

Nilai transaksi mencapai Rp24,3 triliun dengan volume 44,80 miliar saham, sementara 701 saham melemah dibanding 92 saham yang menguat. Tekanan jual terkonsentrasi di saham-saham konglomerasi dan bank kapitalisasi besar.

  • Empat bank Himbara kompak terkoreksi, BBCA memimpin dengan penurunan 5,84%
  • Semua sektor masuk zona merah, consumer cyclicals dan energi mencatat pelemahan terdalam
  • BRI Danareksa Sekuritas menilai kombinasi rupiah lemah dan lonjakan komoditas memicu aksi jual

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) tercatat sebagai pemberat terbesar dengan penurunan 5,84% ke Rp6.050. BBRI turun 2,85% ke Rp3.070, sementara BMRI melemah 2,81% ke Rp4.500 dan BBNI turun 2,58% ke Rp3.770.

Indeks LQ45 terkoreksi 3,51% ke 690,76 dan Kompas100 jatuh 3,71% ke 966,89. Semua indeks acuan berakhir di zona merah pada perdagangan Jumat.

Dari sisi sektoral, consumer cyclicals memimpin pelemahan dengan penurunan 4,27% diikuti energi 4,22% dan infrastruktur 4,06%. Sektor finansial ikut tertekan 2,27% akibat aksi jual di saham perbankan.

Kepala riset BRI Danareksa Sekuritas menyoroti tiga faktor utama pemicu koreksi, yakni pelemahan rupiah ke level historis, ketidakpastian global, dan lonjakan komoditas energi. Kombinasi ini dinilai berpotensi melebarkan defisit anggaran negara.

Saham DSSA menjadi pelemah terdalam dengan koreksi 10,22%, diikuti BRPT 7,76% dan BREN 6,29%. Di sisi lain, saham ADMR mencatat penguatan terbatas 1,90% dan HEAL naik 0,84%.

Frekuensi transaksi tercatat 2,66 juta kali, menandakan intensitas aksi jual yang cukup tinggi di akhir pekan. Investor ritel juga disebut turut merealisasi keuntungan menyusul rentetan penurunan indeks.

Momentum saat ini menjadi ujian terhadap level psikologis 7.100 yang dipandang sebagai garis pertahanan jangka pendek. Analis juga memantau batas support empat bank besar sebagai penentu arah pekan berikutnya.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade