Krisis Timteng Ganggu Pasok Minyak & LNG Global Hingga 2027

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade

Ringkasan

  • Harga Brent sempat menembus US$107 per barel di tengah negosiasi AS-Iran yang buntu
  • Harga spot LNG Asia nyaris mencapai US$21 per MMBtu, tertinggi sejak Januari 2023
  • Saham ICBP kembali menyentuh titik terendah baru akibat sentimen geopolitik Timur Tengah
Krisis Timteng Ganggu Pasok Minyak & LNG Global Hingga 2027

Share this article

Gotrade News - Krisis Timur Tengah kembali mengguncang pasar energi global setelah International Energy Agency (IEA) memperingatkan gangguan pasokan LNG hingga 2027. Harga minyak dunia pun melonjak kembali ke US$106 per barel pada Jumat (24/04).

IEA mencatat penutupan de facto Selat Hormuz sejak awal Maret 2026 telah menghapus sekitar 20% pasokan LNG global. Produksi LNG secara keseluruhan turun 8% dibanding tahun lalu akibat anjloknya ekspor Qatar dan Uni Emirat Arab.

  • Harga Brent sempat menembus US$107 per barel di tengah negosiasi AS-Iran yang buntu
  • Harga spot LNG Asia nyaris mencapai US$21 per MMBtu, tertinggi sejak Januari 2023
  • Saham ICBP kembali menyentuh titik terendah baru akibat sentimen geopolitik Timur Tengah

Direktur Eksekutif IEA Fatih Birol menyatakan gangguan pasokan terjadi saat pasar gas sudah ketat. Situasi ini langsung mendorong kenaikan harga dan meningkatkan risiko keamanan energi lintas kawasan.

Harga spot LNG di Asia sempat mendekati US$21 per MMBtu sepanjang Maret 2026. Eropa pun mencatat harga gas alam sekitar US$18 per MMBtu, level tertinggi sejak awal 2023.

Permintaan gas alam Eropa turun sekitar 4% pada Maret 2026, didorong produksi listrik terbarukan yang lebih kuat. Negara Asia menempuh fuel switching dan pengendalian konsumsi sebagai respons terhadap tekanan pasokan.

Harga minyak dunia kembali memanas setelah negosiasi damai yang difasilitasi Pakistan gagal. Blokade AS terhadap pelabuhan Iran juga masih berlanjut dan menjadi sumber ketidakpastian utama.

Bagi Indonesia, tekanan ini memperberat neraca perdagangan melalui kenaikan biaya impor BBM dan LPG. Pemerintah sudah mengamankan 150 juta barel minyak Rusia, namun belum menutupi seluruh kebutuhan kilang domestik.

Emiten berorientasi bahan baku impor ikut tertekan, salah satunya saham PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) yang kembali menyentuh titik terendah baru. Sentimen geopolitik berpotensi memperlambat pemulihan margin produsen konsumer.

Sektor energi domestik seperti batu bara dan gas menjadi tumpuan kenaikan harga ekspor. Namun, potensi ini bisa termentahkan oleh kenaikan biaya logistik dan disrupsi jalur pelayaran kawasan.

Pelaku pasar akan memantau pernyataan lanjutan dari OPEC+ dan kebijakan cadangan strategis AS pekan depan. Risiko stagflasi global kembali menjadi agenda utama bagi investor lintas aset.

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade