Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan awal pekan ini. Sejumlah analis menyoroti level 5.300 sebagai area uji pelemahan yang realistis bagi indeks dalam waktu dekat.
Tekanan datang dari pelemahan rupiah yang menembus Rp18.000 per dolar AS serta arus keluar dana asing yang terus berlanjut. Kondisi ini menggerus sentimen domestik dan menahan minat investor terhadap aset berisiko di pasar saham.
Key Takeaways
IHSG berisiko terkoreksi menuju level psikologis 5.300 menurut beberapa sekuritas.
Pelemahan rupiah di atas Rp18.000 dan defisit APBN memicu arus keluar dana asing.
Investor ritel mencermati saham komoditas dan defensif di tengah momentum bearish.
Melansir Katadata, IHSG ditutup di bawah support 5.673 pada Jumat (5/6) dan membuka peluang pelemahan lanjutan. Target ideal wave iii berada di 5.314 berdasarkan proyeksi Fibonacci, dengan support berikutnya di 5.439 dan 5.052.
Analis BinaArtha Sekuritas Ivan Rosanova menilai indikator MACD menunjukkan adanya momentum bearish pada pergerakan indeks. Analis Mirae Asset Sekuritas Nafan Aji Gusta menambahkan bahwa kondisi RSI sudah berada di area extremely oversold.
Pemicu Tekanan Pasar
Defisit APBN hingga Mei 2026 tercatat mencapai Rp180,4 triliun atau setara 0,7 persen dari PDB. Angka ini memicu kekhawatiran fiskal dan mendorong capital outflow yang menekan nilai tukar rupiah.
Dilansir Bloomberg Technoz, Phintraco Sekuritas memetakan support IHSG di 5.400-5.500 dengan resisten 5.700-5.800. Faktor risiko lain mencakup spekulasi Rapat Darurat Gubernur BI serta rumor penggantian Menkeu dan Gubernur BI.
Pasar juga mewaspadai risiko downgrade peringkat oleh S&P dan potensi penurunan status pasar ke frontier oleh MSCI. Sentimen ini menambah ketidakpastian bagi investor asing yang menahan eksposur di pasar Indonesia.
Sejumlah data ekonomi turut dinanti pelaku pasar sepanjang pekan ini sebagai katalis arah. Cadangan devisa Mei dirilis 8 Juni, indeks keyakinan konsumen 10 Juni, dan penjualan ritel 11 Juni.
Saham Pilihan dan Akses Pasar
Menurut Kompas, IHSG masih rawan melanjutkan koreksi dengan support 5.517 dan resisten 5.734. Analis MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menyebut area uji pelemahan berada di kisaran 5.300 hingga 5.400.
Bagi investor ritel, sejumlah saham komoditas dan defensif menjadi sorotan di tengah volatilitas indeks. Analis Panin Sekuritas Elandry Pratama menilai emiten telekomunikasi menarik karena tahan terhadap kondisi suku bunga tinggi.
Kenaikan suku bunga umumnya menekan harga saham, namun langkah itu bisa menstabilkan rupiah dan memulihkan kepercayaan asing. Diversifikasi menjadi strategi penting saat sentimen domestik masih labil dan arus dana belum stabil.
Bagi investor yang ingin akses eksposur Indonesia lewat pasar AS, tersedia iShares MSCI Indonesia ETF (EIDO) sebagai instrumen proksi. ETF ini melacak indeks saham Indonesia dan diperdagangkan dalam dolar AS di bursa Amerika Serikat.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.