Saham Memori Melonjak, Sandisk Pimpin Reli Chip

Rendy Andriyanto
Rendy Andriyanto
Gotrade Team
Ditinjau oleh Analis Internal Gotrade
Saham Memori Melonjak, Sandisk Pimpin Reli Chip

Share this article

Gotrade News - Saham chip memori NAND melonjak setelah Sandisk membukukan laba kuartalan yang jauh melampaui ekspektasi pasar. Melansir Motley Fool, saham Sandisk meroket 54,6% sepanjang Mei sebelum terkoreksi sekitar 8% pada awal Juni.

Reli ini menandakan optimisme investor terhadap permintaan memori untuk pusat data dan kecerdasan buatan. Lonjakan tersebut turut mengangkat sentimen pada produsen chip memori lain di pasar saham Amerika Serikat.

Key Takeaways

  • Sandisk naik 54,6% pada Mei berkat laba kuartalan yang melampaui estimasi analis.
  • Permintaan chip memori NAND untuk pusat data dan AI menjadi pendorong utama reli.
  • Saham Sandisk sempat terkoreksi 8% pada Juni akibat kekhawatiran suku bunga The Fed.

Menurut Motley Fool, Sandisk melaporkan EPS non-GAAP sebesar $23,41 dengan penjualan $5,95 miliar pada kuartal fiskal ketiga. Angka itu jauh di atas estimasi $14,66 dan $4,7 miliar, dengan penjualan naik 251% secara tahunan.

Baca juga: Siri Bertenaga Gemini Resmi Meluncur di WWDC 2026

Selama Mei, indeks S&P 500 menguat 5,2% sementara Nasdaq melonjak 8,4%. Kinerja sektor teknologi yang kuat memberi ruang bagi saham memori untuk reli lebih agresif dibanding pasar.

Pendorong Permintaan Memori

Dilansir Motley Fool, Sandisk memproduksi chip memori NAND untuk SSD yang dipakai di pusat data. Permintaan dari penyedia infrastruktur AI menjadi katalis utama di balik lonjakan harga sahamnya.

Tren serupa berpotensi menguntungkan produsen memori lain seperti Micron (MU). Perusahaan ini juga memasok chip DRAM dan NAND yang dibutuhkan beban kerja pusat data modern.

Baca juga: IPO SpaceX: Cara Investor Ritel Beli Saham SPCX

Pemain memori dan penyimpanan tradisional seperti Western Digital (WDC) ikut menjadi sorotan. Investor menilai ulang prospek seluruh rantai pasok memori seiring belanja infrastruktur AI yang terus meningkat.

Permintaan akselerator AI juga menopang produsen GPU seperti Nvidia (NVDA). Setiap server AI membutuhkan kapasitas memori besar, sehingga GPU dan chip memori saling menguatkan permintaan.

Dilansir Motley Fool, Sandisk diperkirakan mencatat pertumbuhan penjualan kuartalan sekitar 332% secara tahunan. Ekspektasi tersebut mencerminkan lonjakan belanja pusat data yang menampung beban kerja kecerdasan buatan.

Margin kotor Sandisk yang sebesar 56,04% mengindikasikan daya tawar harga yang membaik di tengah permintaan kuat. Kondisi ini berbeda dari siklus memori sebelumnya yang sering ditandai oleh tekanan harga.

Koreksi dan Risiko

Menurut Motley Fool, saham Sandisk turun sekitar 8% pada Juni setelah laporan kuartalan Broadcom. Data tenaga kerja Mei yang menambah 172.000 pekerjaan, jauh di atas perkiraan 80.000, memicu kekhawatiran kenaikan suku bunga.

Kekhawatiran suku bunga The Fed cenderung menekan valuasi saham teknologi dengan pertumbuhan tinggi. Investor menilai ulang risiko ketika imbal hasil obligasi berpotensi naik lebih lanjut.

Sandisk kini diperdagangkan pada $1.559,32 dengan kapitalisasi pasar $231 miliar. Rentang 52 minggu sahamnya berada di kisaran $39,44 hingga $1.861,00 dengan margin kotor 56,04%.

Per laporan Motley Fool, saham Sandisk telah melonjak sekitar 4.500% dalam setahun terakhir. Valuasinya kini sekitar 60 kali laba berjalan dan 10 kali estimasi laba fiskal 2027.

Penulis Motley Fool tetap lebih memilih Nvidia karena dinilai memiliki kendali harga lebih kuat. Chip memori dianggap lebih komoditas sehingga marginnya rentan terhadap siklus pasokan.

Meski begitu, penulis menyebut Sandisk telah merebut gelar saham AI paling menarik dari Nvidia. Pernyataan itu menggambarkan betapa cepatnya sentimen pasar berputar ke arah produsen memori.

Bagi investor ritel, reli ini menegaskan pentingnya memahami siklus dan valuasi sektor chip. Diversifikasi lintas pemasok memori dan GPU dapat membantu mengelola volatilitas yang tinggi.

Sumber

Tambahkan sebagai sumber pilihan di Google

Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.


Artikel terkait

Dipercaya

lebih dari

1M+

Trader di Indonesia 🌏

Keamananmu adalah prioritas kami 🔒

Gotrade terdaftar & diawasi

KominfoOJKSOCFintech Indonesia

Penghargaan atas kinerja dan inovasi terdepan!🏅

 

Benzinga Global Fintech Awards 2024
Five Star Award 2024
Highest Trading Volume in Indonesia, 2024
Highest Combined 2022
Mockup Two Phones

Trading Lebih Cepat. Lebih Mudah. Lebih Cerdas.

#ReadyGoTrade

Gotrade Green Logo Top Left
AppLogo

Gotrade