AI-powered contentSome parts of this article are powered by AI.
Bagikan artikel
Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (2/9) dan menguji area tertinggi barunya di kisaran 6.600. Menurut kumparan, penguatan ini didukung analisis Mirae Asset Sekuritas dan Phintraco Sekuritas yang menilai struktur pasar masih bullish.
Momentum tersebut muncul saat pelaku pasar mencermati risiko kenaikan suku bunga global yang menekan sejumlah bursa Asia. Aliran dana asing yang kembali masuk ke saham berkapitalisasi besar menjadi salah satu penopang laju indeks di tengah tekanan itu.
Key Takeaways
Mirae Asset dan Phintraco menilai struktur teknikal IHSG masih bullish, dengan resistance di kisaran 6.695 hingga 6.780.
Investor asing tercatat melakukan pembelian bersih pada saham blue chip, termasuk BBRI dan CUAN, menurut catatan Mirae Asset.
Kekhawatiran atas kenaikan suku bunga global menjadi faktor penyeimbang yang perlu dicermati investor.
Struktur Teknikal IHSG Masih Bullish
Analis Teknikal Senior Mirae Asset Sekuritas, M. Nafan Aji Gusta, menilai struktur IHSG masih ditopang indikator MA20 dan MA60 yang membentuk bullish crossover, serta Stochastics dan RSI yang positif. Ia menempatkan support di level 6.552 dan 6.453, dengan resistance di 6.695 dan 6.780, seperti dilansir kumparan.
Phintraco Sekuritas memberikan pandangan serupa dengan support di 6.500, pivot di 6.600, dan resistance di 6.700. Kedua sekuritas menyoroti peluang akumulasi pada saham berfundamental kuat yang valuasinya dinilai masih menarik.
Menurut catatan Mirae Asset, investor asing membukukan pembelian bersih sekitar Rp 1,76 triliun pada saham blue chip, termasuk BBRI, BBCA, BUMI, BMRI, dan CUAN. Aliran dana ini menjadi indikasi minat asing pada saham unggulan, dan bukan merupakan rekomendasi beli dari Gotrade.
Risiko Suku Bunga Global Jadi Penyeimbang
Di sisi lain, Investment Specialist Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), Azharys Hardian, mengaitkan pelemahan pasar global dengan kecemasan pelaku pasar terhadap antisipasi kenaikan suku bunga. Menurut Investing.com, sinyal dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah Jepang turut memicu aksi jual di pasar obligasi global.
KISI memproyeksikan IHSG berpeluang menguji resistance di level 6.640 sebelum berpotensi menutup gap teknikal di kisaran 6.700. Sektor energi dinilai masih menjadi penopang utama pergerakan indeks pada perdagangan hari ini.
Dari dalam negeri, data inflasi Agustus tercatat 3,19% secara tahunan, sementara neraca perdagangan Juli membukukan surplus sekitar USD 0,13 miliar, menurut kumparan. Fundamental domestik yang relatif stabil ini menjadi salah satu faktor yang menopang ketahanan indeks.
Seluruh pandangan di atas merupakan analisis masing-masing sekuritas dan bukan rekomendasi dari Gotrade. Keputusan investasi tetap perlu mempertimbangkan profil risiko dan tujuan finansial setiap investor.
Disclaimer: PT Valbury Asia Futures Pialang berjangka yang berizin dan diawasi OJK untuk produk derivatif keuangan dengan aset yang mendasari berupa Efek.
Setya Mahardika memimpin editorial untuk konten pasar AS dan berita Gotrade. Dengan pengalaman 4+ tahun di fintech dan industri terkait lainnya, ia memverifikasi setiap artikel terhadap sumber primer, laporan keuangan perusahaan, data bursa, dan rilis resmi sebelum tayang. Fokusnya adalah akurasi dan kejelasan sumber, agar investor Indonesia dapat mempercayai apa yang mereka baca sebelum berinvestasi.
Hendrie Saputra adalah lulusan Master of Business Administration (MBA) dengan konsentrasi Business Risk & Finance, serta memiliki latar belakang profesional di bidang finance, marketing, dan manajemen proyek. Ia memiliki izin Securities Broker-Dealer Representative (WPPE) yang di awasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan terbiasa menganalisis data pasar serta menyusun strategi bisnis berbasis riset.