Gotrade News - IHSG dibuka dengan sentimen yang terbagi pada Rabu (15/04), setelah melonjak 2,34% pada sesi sebelumnya. Analis dari tiga sekuritas berbeda memberikan proyeksi yang beragam, antara melanjutkan penguatan atau memasuki fase koreksi teknikal.
Hendra Wardana, pendiri Republik Investor, menyatakan bahwa selama IHSG bertahan di atas level 7.640-7.665, momentum kenaikan masih terbuka. Namun, ia mengingatkan bahwa penguatan ini masih bergantung besar pada sentimen dan likuiditas, sehingga rentan terhadap aksi ambil untung.
Key Takeaways:
- IHSG berpotensi menguat ke 7.675-7.710 selama level support 7.640 bertahan, tetapi koreksi teknikal ke area 7.587-7.639 juga mungkin terjadi.
- BinaArtha Securities mendeteksi sinyal bearish divergence di grafik 5 menit sebagai indikasi awal koreksi, meskipun indikator MACD masih menunjukkan momentum bullish.
- Saham pilihan analis hari ini mencakup BBNI, ASII, BBCA, ERAA, HRTA, TINS, dan NICL dengan target harga variatif.
Dua Kubu Proyeksi IHSG
Menurut Kabar Bursa, MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG masih berada dalam pola gelombang Elliott, yakni di wave [iv] dari wave A atau wave B. Skenario ini membuka peluang IHSG menuju kisaran 7.700-7.843 dalam jangka pendek.
Resistance terdekat berada di level 7.700 dan 7.861, sementara support kuat tersedia di 7.488 dan 7.351. Volume pembelian yang meningkat menjadi sinyal pendukung untuk skenario penguatan lanjutan.
Di sisi lain, analis BinaArtha Securities Ivan Rosanova menilai IHSG akan masuk fase koreksi. Indeks dinilai telah menyentuh level retracement Fibonacci 50% dari tren turun sebelumnya, sehingga tekanan jual bisa muncul dalam waktu dekat.
Rosanova mencatat adanya sinyal bearish divergence pada grafik 5 menit yang perlu diwaspadai investor. Support IHSG dalam skenario koreksi berada di 7.261, dengan level berikutnya di 7.015 dan 6.838.
Rekomendasi Saham Pilihan Analis
Herditya Wicaksana dari MNC Sekuritas merekomendasikan tiga saham dengan target spesifik hari ini. PT Hartadinata Abadi (HRTA) dengan entry 2.480-2.540 dan target 2.760-2.900, PT PAM Mineral (NICL) dengan entry 910-950 dan target 1.010-1.060, serta PT Timah (TINS) dengan entry 3.780-3.910 dan target 4.110-4.260.
Selain itu, PT Bank Negara Indonesia (BBNI) juga masuk daftar rekomendasi MNC Sekuritas, dengan target harga 3.850-3.950 dan kisaran entry 3.690-3.730. BBNI sebelumnya ditutup naik 1,63% ke level 3.740 pada sesi perdagangan terakhir.
Dilansir Katadata, CGS International Securities memberikan rekomendasi berbeda dengan menyasar saham di sektor ritel dan sumber daya. ERAA direkomendasikan dengan support 392 dan target Rp 408-416, sementara BREN (support 6.350) dan MAPI (support 1.245) juga masuk daftar unggulan.
BinaArtha Securities turut merekomendasikan saham-saham berkapitalisasi besar seperti PT Astra International (ASII) dan PT Bank Central Asia (BBCA). Kedua saham ini dinilai memiliki fundamental kuat untuk bertahan dalam skenario koreksi pasar yang mungkin terjadi.
Hendra Wardana dari Republik Investor merekomendasikan strategi buy on weakness dengan menyasar saham-saham volatil berpotensi upside tinggi. Pilihannya mencakup ESSA (target Rp 905), LSIP (target Rp 1.700), BUMI (target Rp 306), dan NETV (target Rp 130).
Sementara itu, sentimen global tetap menjadi penentu arah IHSG hari ini. Eskalasi di Timur Tengah dan tekanan nilai tukar rupiah menjadi dua faktor risiko utama yang perlu diperhatikan investor.
Bagi investor ritel yang ingin mendiversifikasi portofolio dengan paparan pasar global, S&P 500 ETF (SPY) menjadi salah satu referensi untuk membaca sentimen pasar Amerika Serikat yang turut memengaruhi arah IHSG. Dinamika pasar global juga dapat dicermati melalui kinerja Goldman Sachs (GS), yang sering menjadi barometer sentimen sektor keuangan global.
Strategi yang disarankan analis secara umum adalah menunggu konfirmasi arah di sesi pembukaan sebelum mengambil posisi. Investor disarankan untuk menetapkan stop loss ketat mengingat kondisi pasar yang masih bergerak liar pasca-lonjakan tajam kemarin.
Keputusan investasi tetap berada di tangan masing-masing investor. Rekomendasi di atas berasal dari analis sekuritas dan bukan merupakan ajakan untuk membeli atau menjual saham tertentu.
Sources:
Kompas, IHSG Hari Ini Bakal Lanjut Menguat, Investor Ritel Bisa Cermati Saham-Saham Ini, 2026.
Kabar Bursa, IHSG Berpotensi Naik ke 7.675, Berikut Rekomendasi Saham Pilihan Analis, 2026.
Katadata, IHSG Diproyeksikan Turun, Analis Jagokan Saham ASII, BBCA, ERAA, 2026.












