Gotrade News - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 22,9 poin atau 0,32% ke 7.106 pada Senin (27/04). Pelemahan didorong arus jual investor asing yang mencapai Rp 2,04 triliun di seluruh pasar.
Lima saham big caps menjadi sasaran utama net sell asing pada perdagangan kemarin. Tekanan ini menempatkan IHSG dalam posisi rawan koreksi lanjutan hari ini.
Key Takeaways:
- Net sell asing Rp 2,04 triliun pada Senin, terkonsentrasi pada BBCA, BMRI, dan BBRI di sisi big caps.
- MNC Sekuritas memproyeksikan area koreksi terdekat di 7.022-7.092, dengan support psikologis di 7.022.
- Saham komoditas ARCI dan EMAS mencatat net buy asing, mengindikasikan rotasi sektoral berlanjut.
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatat net sell asing terbesar senilai Rp 896 miliar, mengutip Kompas. PT Bank Mandiri (BMRI) menyusul dengan Rp 679 miliar dan PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI) di Rp 200 miliar.
PT Aneka Tambang (ANTM) dan PT Astra International (ASII) masing-masing tertekan Rp 92 miliar dan Rp 68 miliar. BBCA ditutup turun 1,24% ke Rp 5.975, sementara BMRI terkoreksi 2,22% ke Rp 4.400.
ASII menjadi big caps dengan koreksi terdalam pada sesi kemarin, melemah 3,16% ke Rp 6.125. Pergerakan ini mencerminkan tekanan jual dari sesi pembukaan hingga penutupan.
MNC Sekuritas memproyeksikan IHSG bergerak rawan koreksi dengan area uji 7.022-7.092, mengutip idxchannel. Support terdekat berada di 7.022 dan 6.917, sementara resistance di 7.313 dan 7.484.
Empat saham menjadi sorotan analis untuk perdagangan hari ini yaitu ARCI, MIDI, MINA, dan TINS. ARCI menguat 5,66% ke Rp 1.680 dengan rekomendasi buy on weakness di Rp 1.625-1.660 dan target Rp 1.720-1.780.
Di sisi pembelian asing, PT Merdeka Gold Resources (EMAS) mencatat net buy Rp 86 miliar dan PT Vale Indonesia (INCO) Rp 60 miliar. Pola ini memperlihatkan rotasi asing dari saham bank ke komoditas berbasis emas dan nikel.
Bagi investor, kombinasi tekanan jual asing dan rentang teknikal yang sempit menuntut disiplin posisi. Pemantauan saham komoditas dapat menjadi alternatif di tengah tekanan pada saham bank big caps.












